<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551</id><updated>2012-02-17T12:12:39.818+08:00</updated><category term='hut'/><category term='pemilu'/><category term='kebebasan pers'/><category term='noetoko'/><category term='ntt'/><category term='nakertrans'/><category term='padang'/><category term='kefamenanu'/><category term='kabupaten belu'/><category term='teroris'/><category term='Sunat'/><category term='afrika'/><category term='dpr'/><category term='hindu'/><category term='Komentar'/><category term='banser'/><category term='upah pekerja'/><category term='reskrim'/><category term='budaya'/><category term='malpraktek'/><category term='afrika barat'/><category term='puskesmas'/><category term='kapolda'/><category term='Pinang Ranti'/><category term='arab saudi'/><category term='keadilan'/><category term='ttu'/><category term='kkn'/><category term='sulut'/><category term='jamsostek'/><category term='ppi'/><category term='mayoritas'/><category term='kriminal'/><category term='humas'/><category term='uu no. 40 thn. 99'/><category term='diskriminasi'/><category term='Ponsel'/><category term='pki'/><category term='akkbb'/><category term='bali'/><category term='gabriel manek'/><category term='aji'/><category term='burkina faso'/><category term='papua'/><category term='bi'/><category term='minoritas'/><category term='diare'/><category term='pengadilan'/><category term='penggal kepala'/><category term='karnaval'/><category term='perda'/><category term='sulawesi selatan'/><category term='seni'/><category term='bupati'/><category term='DKI Jakarta'/><category term='uang'/><category term='indonesia'/><category term='eropa'/><category term='hukum'/><category term='kristen'/><category term='manado'/><category term='hp'/><category term='ruu anti pornografi'/><category term='kekerasan'/><category term='keyakinan'/><category term='nurani'/><category term='wali kota jakarta timur'/><category term='budha'/><category term='perampokan bersenjata'/><category term='tirani'/><category term='al qaeda'/><category term='pidana'/><category term='konferensi'/><category term='pers'/><category term='pembangunan'/><category term='Pilkada'/><category term='meninggal dunia'/><category term='Ria'/><category term='Kampung Pulo'/><category term='Kupang'/><category term='jayapura'/><category term='syarat islam'/><category term='Jakarta Timur'/><category term='sunat perempuan'/><category term='internet'/><category term='Pengetahuan'/><category term='denpasar'/><category term='teknologi'/><category term='agama'/><category term='ahmadiyah'/><category term='belanda'/><category term='ham'/><category term='paramedis'/><category term='belu'/><category term='protestan'/><category term='makasar'/><category term='hukuman mati'/><category term='pameran'/><category term='fpi'/><category term='islam'/><category term='stt setia'/><category term='polisi'/><category term='siaran pers'/><category term='kehutanan'/><category term='Gus Dur'/><category term='Onder af deeling Noord Midden Timor'/><category term='rasis'/><category term='pembunuhan'/><category term='katolik'/><category term='nu'/><category term='gprs'/><category term='kenangan'/><category term='teror'/><category term='amnesty internasional'/><category term='sara'/><category term='jurnalis'/><category term='kampanye'/><category term='busana muslim'/><category term='atambua'/><category term='ruu pornografi'/><category term='simbol agama'/><category term='Korban kecelakaan kerja'/><category term='toleransi'/><category term='timor'/><category term='dokter'/><title type='text'>Erens-dh</title><subtitle type='html'>Cuma mau berbagi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-4407735303396063706</id><published>2009-05-05T12:29:00.001+08:00</published><updated>2009-05-05T12:29:34.145+08:00</updated><title type='text'>KPK Minus Antasari</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/Sf_Arn3syMI/AAAAAAAAAN0/5E7yGnxiCIA/s1600-h/antasari_azhar-774147.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/Sf_Arn3syMI/AAAAAAAAAN0/5E7yGnxiCIA/s320/antasari_azhar-774147.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332192339499468994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Oleh Saldi Isra&lt;p&gt;Komisi Pemberantasan Korupsi kembali dilanda musibah. Setelah&lt;br&gt;Suparman, penyidik KPK, menerima suap dalam menangani korupsi PT&lt;br&gt;Industri Sandang Nusantara, kini musibah menghadang Ketua KPK Antasari&lt;br&gt;Azhar terkait dengan kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali&lt;br&gt;Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.&lt;p&gt;Meski status tersangka tidak terkait langsung dengan pelaksanaan tugas&lt;br&gt;KPK, kejadian yang menimpa Antasari memberikan beban psikologis&lt;br&gt;berbeda bagi KPK jika dibandingkan dengan kasus suap yang dilakukan&lt;br&gt;Suparman. Dan, beban itu kian berat dengan posisi Antasari sebagai&lt;br&gt;Ketua KPK.&lt;p&gt;Dengan musibah ini, banyak kalangan khawatir kejadian Antasari&lt;br&gt;potensial dimanfaatkan untuk mendiskreditkan sekaligus mendelegitimasi&lt;br&gt;KPK. Kekhawatiran itu masuk akal karena para perampok uang negara&lt;br&gt;tidak pernah merasa nyaman dengan KPK. Bahkan, beberapa episentrum&lt;br&gt;korupsi yang selama ini sulit disentuh penegak hukum merasa terancam&lt;br&gt;dengan kehadiran KPK.&lt;p&gt;Abaikan &amp;quot;warning&amp;quot;&lt;p&gt;Pada pengujung 2007, saat proses seleksi dan fit and proper test&lt;br&gt;pimpinan KPK generasi kedua sedang berlangsung, sejumlah kalangan yang&lt;br&gt;concern dengan pemberantasan korupsi berupaya me- warning tim seleksi&lt;br&gt;dan DPR untuk berhati-hati dalam memilih pimpinan KPK. Dalam Menjemput&lt;br&gt;Kematian KPK (Kompas, 5/12/2007) saya pernah mengemukakan, jika gagal&lt;br&gt;memahami signifikansi kehadiran KPK sebagai extraordinary body dalam&lt;br&gt;pemberantasan korupsi, hasil seleksi dan fit and propert test akan&lt;br&gt;menjadi kereta mayat yang bergerak menjemput kematian KPK.&lt;p&gt;Meski tulisan itu tidak eksplisit menyebut nama, warning itu salah&lt;br&gt;satunya ditujukan kepada Antasari. Bahkan, hasil rekam jejak&lt;br&gt;(tracking) yang dilakukan Juli-Oktober 2007, ICW dan sejumlah kalangan&lt;br&gt;meminta Antasari untuk tidak diloloskan. Namun, warning dan permintaan&lt;br&gt;itu tidak mampu mengubah keputusan politik saat itu. Celakanya, di&lt;br&gt;tengah penolakan itu, DPR justru memilih Antasari menjadi Ketua KPK.&lt;p&gt;Kejadian ini menambah panjang catatan kegagalan DPR dalam memilih&lt;br&gt;pejabat publik. Apalagi pada proses fit and proper test pimpinan KPK&lt;br&gt;generasi kedua, isu suap amat menyengat ke permukaan. Karena itu,&lt;br&gt;menjadi masuk akal jika ada pendapat yang mengatakan, ketidakmampuan&lt;br&gt;KPK menuntaskan skandal korupsi yang melibatkan anggota DPR merupakan&lt;br&gt;buah ketidakberesan proses fit and proper test.&lt;p&gt;Isolasi&lt;p&gt;Sebagai bagian dari upaya menyelamatkan institusi KPK, langkah cepat&lt;br&gt;pimpinan KPK yang lain dengan memberhentikan sementara Antasari&lt;br&gt;menjadi pilihan tak terelakkan. Pasal 32 Ayat (2) Undang-Undang KPK&lt;br&gt;menyatakan, dalam hal pimpinan KPK menjadi tersangka tindak pidana&lt;br&gt;kejahatan, diberhentikan sementara dari jabatannya. Maka,&lt;br&gt;pemberhentian sementara itu harus dibaca sebagai langkah isolasi agar&lt;br&gt;kewenangan besar yang dimiliki KPK tidak disalahgunakan ketika&lt;br&gt;pimpinan KPK tersangkut tindak pidana.&lt;p&gt;Agar tindakan isolasi berjalan efektif, sesuai dengan perintah Pasal&lt;br&gt;32 Ayat (3) UU KPK, Presiden harus segera mengeluarkan surat&lt;br&gt;pemberhentian sementara Antasari. Surat pemberhentian presiden itu&lt;br&gt;menjadi penting agar langkah cepat pimpinan KPK tak dimaknai sebagai&lt;br&gt;cuti. Sebagaimana dilansir Kompas.com (3/5), Antasari menyampaikan&lt;br&gt;permohonan cuti kepada pimpinan KPK. Karena itu, pimpinan KPK&lt;br&gt;dilaksanakan secara presidium. Perlu dicatat, tidak ada istilah cuti&lt;br&gt;bagi pimpinan KPK yang menjadi tersangka tindak pidana. Apalagi,&lt;br&gt;secara hukum, &amp;quot;cuti&amp;quot; dan &amp;quot;diberhentikan sementara&amp;quot; punya makna dan&lt;br&gt;konsekuensi berbeda.&lt;p&gt;Selain itu, langkah hukum terhadap Antasari harus dilakukan dengan&lt;br&gt;lebih intensif. Dalam kaitan itu, kepolisian harus segera&lt;br&gt;menyelesaikan proses awal agar lebih cepat diserahkan ke tahap&lt;br&gt;berikut. Dari spektrum yang ada, bisa jadi banyak pihak berkepentingan&lt;br&gt;dengan kasus Antasari. Karena itu, agar kasus ini tidak &amp;quot;masuk angin&amp;quot;&lt;br&gt;penyelesaian cepat dan tepat menjadi keniscayaan.&lt;p&gt;Tidak hanya itu, agar kasus Antasari tidak terlalu lama membebani KPK,&lt;br&gt;jika bukti-bukti keterlibatan cukup kuat, kasus ini bisa segera&lt;br&gt;dilimpahkan ke pengadilan. Sekiranya hal itu dilakukan, Antasari&lt;br&gt;segera diisolasi permanen dari KPK. Pasal 32 Ayat (1) Huruf c UU KPK&lt;br&gt;mengamanatkan, pimpinan KPK berhenti atau diberhentikan apabila&lt;br&gt;menjadi terdakwa karena melakukan tindak pidana kejahatan.&lt;p&gt;Minus Antasari&lt;p&gt;Kesepakatan pimpinan KPK untuk sementara waktu &amp;quot;melepaskan&amp;quot; kewenangan&lt;br&gt;Ketua KPK tepat dilakukan untuk memberikan demarkasi tegas antara&lt;br&gt;Antasari dan KPK guna mempertahankan citra KPK dalam pemberantasan&lt;br&gt;korupsi. Dengan langkah itu, ke depan KPK akan berjalan tanpa&lt;br&gt;Antasari. Bahkan bukan tidak mungkin sekiranya kasusnya dilimpahkan ke&lt;br&gt;pengadilan, keberadaan Pasal 32 Ayat (1) Huruf c UU KPK segera akan&lt;br&gt;menamatkan karier Antasari di KPK.&lt;p&gt;Meski tindak pidana kejahatan yang disangkakan tidak langsung terkait&lt;br&gt;dengan tugas KPK, kasus yang menimpa Antasari tetap akan memberikan&lt;br&gt;image negatif bagi KPK. Agar hal itu tidak berdampak lebih buruk,&lt;br&gt;pimpinan KPK harus bekerja ekstra keras. Apalagi, dalam beberapa waktu&lt;br&gt;terakhir, performance KPK cenderung menurun. Dari sejumlah&lt;br&gt;perbincangan di antara sesama penggiat antikorupsi, Antasari dinilai&lt;br&gt;memberikan kontribusi atas penurunan kinerja KPK.&lt;p&gt;Terlepas dari penilaian itu, sebagai bagian dari penyelamatan KPK,&lt;br&gt;pimpinan KPK minus Antasari harus mampu memulihkan kepercayaan publik&lt;br&gt;dengan menuntaskan penyelesaian semua skandal korupsi yang&lt;br&gt;terbengkalai selama ini. Misalnya, kasus aliran dana YPPI Bank&lt;br&gt;Indonesia yang melibatkan sejumlah mantan petinggi BI dan elite&lt;br&gt;politik di DPR. Sejauh ini, KPK seperti kehilangan nyali menyentuh&lt;br&gt;anggota DPR yang terindikasi menerima aliran dana itu. Atau,&lt;br&gt;penyelesaian kasus Agus Condro yang untouchable tidak tentu rimbanya.&lt;p&gt;Sekiranya pimpinan KPK minus Antasari mampu menyelesaikan aneka&lt;br&gt;skandal korupsi yang tidak tuntas karena tebang pilih, harapan dan&lt;br&gt;kepercayaan publik tidak akan pernah pudar kepada KPK.&lt;p&gt;Saldi Isra Dosen Hukum Tata Negara; Direktur Pusat Studi Konstitusi FH&lt;br&gt;Unand, Padang&lt;p&gt;&lt;br&gt;Klipin &lt;a href="http://kompas.com"&gt;kompas.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-4407735303396063706?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/4407735303396063706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=4407735303396063706' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/4407735303396063706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/4407735303396063706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2009/05/kpk-minus-antasari.html' title='KPK Minus Antasari'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/Sf_Arn3syMI/AAAAAAAAAN0/5E7yGnxiCIA/s72-c/antasari_azhar-774147.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-7085236622733757390</id><published>2009-03-13T08:19:00.001+08:00</published><updated>2009-03-13T08:19:04.822+08:00</updated><title type='text'>Megawati Soekarnoputeri, Pemimpin Berkepribadian Kuat</title><content type='html'>Bagi yang baca artikel di bawah ini bisa mendapatkan informasi&lt;br&gt;perjalanan politik dari megawati soekarnoputeri.&lt;p&gt;salam, heri latief&lt;br&gt;amsterdam&lt;p&gt;&lt;p&gt;Megawati Soekarnoputeri&lt;p&gt;Pemimpin Berkepribadian Kuat&lt;p&gt;&lt;br&gt;Majalah&lt;br&gt;Forbes Edisi 4 September 2004 menempatkannya perempuan kedelapan&lt;br&gt;terkuat dunia. Dia pemimpin berkelas dunia. Seorang pendiam&lt;br&gt;berkepribadian emas. Presiden RI ke-5 ini teguh memegang prinsip,&lt;br&gt;konsisten dan visioner. Dia seorang pejuang sekaligus simbol dan&lt;br&gt;inspirasi reformasi. Perjuangannya menegakkan demokrasi (ketika&lt;br&gt;demokrasi terpasung) telah memicu keberanian tokoh-tokoh lainnya ikut&lt;br&gt;dalam gerbong reformasi, yang kemudian melahirkan tokoh-tokoh dan&lt;br&gt;pahlawan reformasi. Jika jujur, harus diakui bahwa tanpa putri pertama&lt;br&gt;Bung Karno, ini reformasi di negeri ini belum tentu terjadi.&lt;p&gt;Pengakuan&lt;br&gt;dunia bahwa Megawati Soekarnoputri seorang pemimpin berkelas dunia,&lt;br&gt;tercermin dari posisinya sebagai salah seorang perempuan terkuat dunia.&lt;br&gt;Sebagaimana dipublikasikan Majalah Forbes edisi 6 September 2004, Calon&lt;br&gt;Presiden yang didukung Koalisi Kebangsaan (PDI-P, Partai Golkar, PPP&lt;br&gt;dan PDS) pada Pemilu Presiden putaran kedua 20 September 2004, ini&lt;br&gt;berada di posisi kedelapan dari 100 wanita terkuat dunia.&lt;br&gt;Dia&lt;br&gt;sejajar dengan perempuan pemimpin berkelas dunia lainnya, seperti Sonia&lt;br&gt;Gandhi (India) urutan ketiga, Presiden Filipina Gloria Arroyo (9),&lt;br&gt;Perdana Menteri Banglades Begum Khaleda Zia (14), Presiden Sri Lanka&lt;br&gt;Chandrika Kumaratunga (44), pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi&lt;br&gt;(45) dan Mantan Perdana Menteri Inggris Margareth Thatcher (21).&lt;p&gt;Pengakuan&lt;br&gt;ini menggambarkan realitas perjuangan dan kepemimpinan Megawati sangat&lt;br&gt;kuat di mata dunia. Dia pemimpin berkelas dunia. Pengakuan dunia ini,&lt;br&gt;jika mau jujur, sepatutnya mencelikkan mata, akal budi, hati dan nurani&lt;br&gt;setiap orang (baik kawan maupun lawan politik) di dalam negeri, untuk&lt;br&gt;melihat dan mengakui gerak perjuangan dan kepemimpinan Presiden&lt;br&gt;Republik Indonesia kelima ini. Terutama sejak ia berani terjun ke dunia&lt;br&gt;politik saat hak-hak politik di negeri ini terkekang.&lt;p&gt;Tanpa&lt;br&gt;bermaksud berorientasi menyalahkan masa-masa lalu bangsa ini, Megawati&lt;br&gt;yang pendiam (tak banyak bicara) itu adalah tokoh perempuan pemberani&lt;br&gt;meretas jalan demokrasi dan reformasi saat tokoh-tokoh lainnya (laki&lt;br&gt;atau perempuan) seperti tak punya nyali berhadapan dengan Pak Harto,&lt;br&gt;penguasa Orde Baru selama 32 tahun.&lt;p&gt;Realitas empirik&lt;br&gt;membuktikan, Megawati yang memiliki kharisma sebagai putri pertama&lt;br&gt;Proklamator Bung Karno, adalah tokoh pemberani yang paling berpengaruh&lt;br&gt;melawan tindakan tidak demokratis dari pemerintah yang cenderung&lt;br&gt;otoriter ketika itu. Saat tokoh-tokoh nasional (termasuk yang kemudian&lt;br&gt;menjadi tokoh dan pahlawan reformasi) masih membungkuk-bungkuk di&lt;br&gt;hadapan Pak Harto, Megawati dengan caranya sendiri, tanpa banyak&lt;br&gt;bicara, secara konsisten telah berani melawan tanpa kekerasan. Dia&lt;br&gt;menempuh jalan demokrasi dan hukum.&lt;p&gt;Saat tokoh yang lain&lt;br&gt;masih membeo atau diam pasif tak berani, Megawati yang dikekang tampil&lt;br&gt;berani menghadapi berbagai tantangan dan risiko memasuki gelanggang&lt;br&gt;politik dengan segala kemampuan dan keterbatasannya. Dia all out dengan&lt;br&gt;keyakinan untuk menegakkan demokrasi dan reformasi di NKRI ini, tanpa&lt;br&gt;kekerasan dan tanpa balas dendam. (Sikap tanpa balas dendamnya telah&lt;br&gt;pula kemudian disalahartikan banyak politisi dan pengamat sebagai&lt;br&gt;kelemahan untuk merongrong kepemimpinannya).&lt;p&gt;Cobalah kita&lt;br&gt;sejenak menoleh ke belakang. Siapa-siapa tokoh yang berani melawan Pak&lt;br&gt;Harto sebelum Megawati memukul genderang perlawanan terbuka pada&lt;br&gt;Kongres Luar Biasa PDI di Surabaya tahun 1993? Hanya sedikit tokoh yang&lt;br&gt;berani bertindak dan bersuara melawan kehendak pemerintah ketika itu.&lt;p&gt;Barulah&lt;br&gt;setelah Megawati mengadakan perlawanan terbuka terhadap kekuasaan yang&lt;br&gt;represif, nyali tokoh-tokoh lainnya mulai bangkit. Sebagian pada&lt;br&gt;mulanya ikut menambangi, mensupport dan membela perjuangan (perlawanan)&lt;br&gt;Megawati. Dia telah menjadi simbol dan inspirasi perlawanan terhadap&lt;br&gt;kekuasaan yang cenderung otoriter ketika itu. Bukan hanya politisi yang&lt;br&gt;mulai terinspirasi dan terpicu keberaniannya ketika itu, tetapi juga&lt;br&gt;para pengamat yang sebelumnya bungkam atau malah memuja-muji, juga para&lt;br&gt;pengacara dan mahasiswa.&lt;p&gt;Mereka&lt;br&gt;yang satu garis perjuangan atau tidak dengan Megawati, terinspirasi&lt;br&gt;untuk bangkit bersama. Mereka berkumpul dan berani berorasi menumpahkan&lt;br&gt;segala kemarahan terhadap penguasa yang represif di Kantor DPP PDI&lt;br&gt;Jalan Diponegoro, Jakarta. Keberanian yang dibayar mahal, karena kantor&lt;br&gt;itu diserang aparat dan orang-orang tertentu atas kehendak penguasa.&lt;br&gt;Peristiwa tahun 1996 itu, kemudian dikenal dengan sebutan Kudatuli&lt;br&gt;(Kasus 27 Juli).&lt;p&gt;Peristiwa itu, tak menyurutkan perlawanan&lt;br&gt;Megawati. Dia sangat sadar bahwa dibutuhkan seorang pemimpin sebagai&lt;br&gt;simbol perlawanan untuk menegakkan demokrasi, keadilan dan&lt;br&gt;kesejahteraan rakyat di negeri ini. Jika dia surut, gerbong perlawanan&lt;br&gt;yang sudah makin membesar di belakangnya itu pun akan berhenti. Jika&lt;br&gt;gerbong perlawanan itu berhenti, maka reformasi pun tidak akan terjadi.&lt;br&gt;Maka dia pun terus berjuang dengan caranya yang tidak banyak bicara,&lt;br&gt;tapi terus melangkah maju ke medan tempur sesengit apa pun dan&lt;br&gt;menghadapi risiko apa pun itu. Dia kuat bahkan sungguh kuat. Dia&lt;br&gt;perempuan keibuan berjiwa emas dan berhati baja.&lt;p&gt;Kongres Surabaya&lt;br&gt;Sebagai&lt;br&gt;suatu gambaran betapa teguh dan kuatnya Megawati dalam menghadapi&lt;br&gt;tekanan penguasa ketika itu, tercermin dari cuplikan perjuangannya pada&lt;br&gt;Kongres Luar Biasa PDI di Surabaya, Desember 1993. Ketika itu,&lt;br&gt;pemerintah menghendaki Budi Hardjono menjadi Ketua Umum DPP PDI&lt;br&gt;menggantikan &amp;quot;si anak yang mulai nakal&amp;quot; Surjadi. Tapi, Megawati yang&lt;br&gt;telah membunyikan genderang menyatakan kesediaan memimpin PDI membuat&lt;br&gt;niat pemerintah mendudukkan boneka di tampuk pimpinan PDI menghadapi&lt;br&gt;perlawanan. Si putri pendiam Megawati mendapat dukungan penuh dari&lt;br&gt;hampir semua cabang dalam pemandangan umum. Resminya, juridis&lt;br&gt;formalnya, hanya tinggal menunggu sidang pemilihan ketua umum.&lt;p&gt;Melihat&lt;br&gt;dukungan mutlak kepada Megawati itu, pemerintah melalui Menteri Dalam&lt;br&gt;Negeri yang berperan sebagai pembina politik dalam negeri bersama&lt;br&gt;Kasospol ABRI dan segenap jajaran Kakan Sospol daerah tingkat I dan II&lt;br&gt;seluruh Indonesia yang juga &amp;quot;mengawal&amp;quot; para peserta kongres ke&lt;br&gt;Surabaya, melakukan manuver mengulur-ulur waktu sidang pemilihan ketua&lt;br&gt;umum sampai masa izin kongres berakhir pukul 24.&lt;p&gt;Suasana di&lt;br&gt;arena kongres ketika itu, sangat tertekan. Aparat keamanan dengan&lt;br&gt;berbagai perlengkapannya sudah lalu lalang dan berjaga-jaga, layaknya&lt;br&gt;siaga mengepung musuh negara. Malam pukul 20.00 saat peserta kongres&lt;br&gt;makin tertekan dan sebagian besar sudah meninggalkan arena kongres,&lt;br&gt;Megawati tetap bertahan di tempat siap mengikuti setiap detik&lt;br&gt;perkembangan. Ketika itu tersiar isu akan terjadi kerusuhan akibat&lt;br&gt;ricuhnya kongres.&lt;p&gt;Tak&lt;br&gt;lama, seorang aparat dengan naik panser menemui Megawati. Dengan&lt;br&gt;bersikap siap dan sigap sebagai seorang prajurit, aparat berpakaian&lt;br&gt;tempur itu menyampaikan pesan atasan kepada Megawati agar keluar dari&lt;br&gt;arena kongres dengan naik panser demi keamanan. Sejenak Megawati&lt;br&gt;menatap aparat itu, lalu dengan suara tegas mempersilahkan keluar&lt;br&gt;sebentar. Aparat itu menurut berdisiplin.&lt;p&gt;`Setelah itu, Megawati&lt;br&gt;menitikkan air mata. Dia menangisi nasib bangsanya. Dia tahu bahwa hal&lt;br&gt;itu hanya taktik busuk penguasa yang tanpa sungkan mengebiri demokrasi.&lt;br&gt;Lalu, setelah menghapus air mata, dia meminta si aparat suruhan itu&lt;br&gt;masuk kembali. Dengan berwibawa, tak terkesan baru menitikkan air mata,&lt;br&gt;dia menyatakan sikapnya dengan tegas bahwa apa pun yang terjadi tak&lt;br&gt;akan meninggalkan arena kongres sampai akhir. &amp;quot;Laporkan kepada&lt;br&gt;atasanmu,&amp;quot; katanya tegas layaknya panglima tertinggi.&lt;p&gt;Kenapa&lt;br&gt;dia menolak &amp;quot;perlindungan&amp;quot; aparat itu? Sebab dia pemberani tanpa&lt;br&gt;kekerasan. Dia siap menanggung segala risiko tanpa melawannya dengan&lt;br&gt;kekerasan. Dia menyadari jika meninggalkan arena kongres maka sekali&lt;br&gt;lagi lonceng kematian demokrasi akan berdentang. Bisa saja penguasa&lt;br&gt;akan melakukan sesuatu untuk menyulut kemarahan massa untuk menciptakan&lt;br&gt;kerusuhan yang akan dijadikan sebagai alasan pembunuhan terhadap&lt;br&gt;demokrasi. Selain itu, dia sadar, jika menuruti &amp;quot;perlindungan&amp;quot; yang&lt;br&gt;ditawarkan aparat, dia akan diteriakkan meninggalkan kongres yang akan&lt;br&gt;dijadikan alasan gagalnya kongres.&lt;p&gt;Sekitar pukul 22.00, dua jam&lt;br&gt;sebelum masa izin kongres berakhir, Megawati bangkit melakukan sesuatu&lt;br&gt;yang tak terduga oleh siapa pun, baik petinggi partai yang loyal&lt;br&gt;kepadanya, maupun yang berlawanan dengannya terutama pemerintah. Dia&lt;br&gt;melakukan konfrensi pers. Saat itu, dia mengeluarkan pernyataan politik&lt;br&gt;yang menegaskan bahwa secara de facto dia telah terpilih menjadi Ketua&lt;br&gt;Umum PDI periode 1993-1998. Kemudian secara de jure akan ditetapkan&lt;br&gt;dalam suatu Munas atau sejenisnya di Jakarta dalam waktu dekat. Kepada&lt;br&gt;semua peserta kongres dan para simpatisan dihimbau untuk pulang ke&lt;br&gt;tempat masing-masing dalam suasana damai, tertib dan tenteram.&lt;p&gt;Pemerintah&lt;br&gt;dan para lawan politiknya terperangah, tak menduga pernyataan politik&lt;br&gt;yang demikian penting dan brilian itu. Tidak ada lagi alasan merekayasa&lt;br&gt;sesuatu untuk dijadikan kambing hitam kerusuhan akibat ricuh dan&lt;br&gt;molornya jadwal kongres itu.&lt;br&gt;Itulah genderang perlawanan terbuka&lt;br&gt;dari Megawati. Genderang itu tidak hanya disambut oleh kader dan&lt;br&gt;simpatisan PDI Mega, tetapi disambut berbagai lapisan, lintas agama,&lt;br&gt;lintas golongan dan lintas partai (termasuk kader Golkar yang progresif&lt;br&gt;dan ingin menegakkan demokrasi secara sungguh-sungguh).&lt;p&gt;Kemudian,&lt;br&gt;Munas PDI di Jakarta tahun 1994 pun terselenggara dan mengukuhkan&lt;br&gt;Megawati sebagai Ketua Umum PDI 1993-1998. Pemerintah yang dipimpin&lt;br&gt;seorang jenderal dan ketika itu menggunakan Golkar sebagai alat politik&lt;br&gt;(perpanjangan tangan militer di arena politik) dan terkenal demikian&lt;br&gt;&amp;quot;apik&amp;quot; membentengi kekuasaannya dengan berbagai cara, tampak merasa&lt;br&gt;kecolongan.&lt;p&gt;Tampak&lt;br&gt;tak menduga si putri pendiam itu akan membunyikan genderang perlawanan.&lt;br&gt;Sehingga kepemimpinan Megawati terus ditekan dan dirongrong. Sampai&lt;br&gt;akhirnya pemerintah berhasil memfasilitasi penyelenggaraan Kongres Luar&lt;br&gt;Biasa PDI di Medan Juni 1996 yang menobatkan kembali Surjadi sebagai&lt;br&gt;Ketua Umum PDI. Namun PDI pimpinan Megawati tak mengakui&lt;br&gt;penyelenggaraan Kongres Luar Biasa di Medan itu. Sehingga timbul&lt;br&gt;kepengurusan ganda PDI di pusat sampai ke daerah.&lt;p&gt;DPP PDI Mega&lt;br&gt;berkantor di Jalan Diponegoro 57, Menteng, Jakarta Pusat, kantor resmi&lt;br&gt;DPP PDI. Sementara DPP PDI Surjadi atas dukungan pemerintah berupaya&lt;br&gt;merebut kantor tersebut. Maka berduyun-duyunlah orang dari berbagai&lt;br&gt;aliran dan golongan berorasi di kantor itu. Tidak hanya kader dan&lt;br&gt;sipatisan PDI Mega tetapi dari berbagai golongan yang sebelumnya merasa&lt;br&gt;tertekan dan kemudian terpicu keberaniannya melakukan perlawanan&lt;br&gt;terbuka kepada penguasa yang represif.&lt;p&gt;Lalu,&lt;br&gt;terjadilah Kasus 27 Juli 1996 yang kemudian dikenal dengan sebutan&lt;br&gt;Kudatuli. Perebutan kantor DPP PDI yang memakan banyak korban dan&lt;br&gt;dikira penguasa akan memadamkan keberanian perlawanan Megawati,&lt;br&gt;ternyata malah menyalakan keberanian sebagian besar rakyat, tokoh dan&lt;br&gt;mahasiswa untuk mengadakan perlawanan bersama.&lt;p&gt;Bangkitlah&lt;br&gt;mahasiswa berdemonstrasi. Hampir seluruh kampus di Indonesia melakukan&lt;br&gt;demonstrasi. Sampai Pemilu 1997, mahasiswa terus demo di dalam kampus.&lt;br&gt;Karena ketika itu, mahasiswa dilarang demonstrasi di luar kampus.&lt;br&gt;Setelah Pemilu 1997, makin banyak pula tokoh yang berani tampil&lt;br&gt;menyuarakan reformasi. Sebagian mereka kemudian digelari sebagai&lt;br&gt;pahlawan reformasi yang bersama mahasiswa memaksa Presiden Soeharto&lt;br&gt;meletakkan jabatan.&lt;p&gt;Apalagi&lt;br&gt;setelah Presiden Soeharto lengser bertaburanlah tokoh-tokoh reformis,&lt;br&gt;termasuk dari kalangan militer yang menjadi tulang punggung kekuasaan&lt;br&gt;Orde Baru yang militeristik. Bahkan sebagian jenderal yang memegang&lt;br&gt;jabatan penting ketika itu, kemudian menyebut diri sebagai pemimpin&lt;br&gt;menuju perubahan. Mereka menyebut diri reformis tulen dan bahkan dengan&lt;br&gt;lantangnya menyebut Megawati dan tokoh reformis sipil lainnya sebagai&lt;br&gt;reformis abu-abu dan reformis palsu.&lt;p&gt;Mereka mengklaim bahwa&lt;br&gt;pemerintahan sipil di bawah pemerintahan Habibie, Abdurrahman Wahid dan&lt;br&gt;Megawati sangat lemah maka dibutuhkan pemimpin dari jajaran militer.&lt;br&gt;Mereka tampak sudah terlatih melakukan rekayasa, ucapan dan tindakan&lt;br&gt;populis untuk mempengaruhi opini publik demi berkuasanya kembali&lt;br&gt;orang-orang militer di negeri ini.&lt;p&gt;Beratnya beban &amp;quot;sampah&amp;quot;&lt;br&gt;(krisis multidimensional) warisan penguasa militeristik masa lalu,&lt;br&gt;telah membuat gerak pemerintahan sipil tak mudah bergerak cepat. Hal&lt;br&gt;ini pula diteriakkan para tokoh rekayasa populis untuk mempengaruhi&lt;br&gt;opini publik bahwa seolah pemerintahan sipil tidak mungkin membawa&lt;br&gt;bangsa ini melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih aman, adil&lt;br&gt;dan sejahtera.&lt;p&gt;Namun,&lt;br&gt;berhasilnya pasangan Mega-Hasyim masuk putaran kedua Pemilihan Presiden&lt;br&gt;20 September 2004 nanti, telah melahirkan kesadaran bahwa masih sangat&lt;br&gt;banyak orang yang tidak mau terkecoh oleh agitasi, tutur kata yang&lt;br&gt;kedengarannya manis-manis, rekayasa populis, untuk mengembalikan&lt;br&gt;dominasi militer di negeri ini. Rupanya mereka pun secara jernih&lt;br&gt;melihat bahwa pemerintahan sipil adalah pilihan terbaik untuk mencegah&lt;br&gt;bangsa ini kembali ke masa lalu, sekaligus membawa bangsa ini menuju&lt;br&gt;zona demokrasi, damai dan sejahtera.&lt;p&gt;Pemimpin Berkarakter&lt;br&gt;Jika&lt;br&gt;makin didalami, Megawati adalah seorang pemimpin berkepribadian kuat.&lt;br&gt;Tak mudah dipengaruhi oleh siapa pun jika tidak sesuai dengan nurani&lt;br&gt;dan visinya tentang cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia&lt;br&gt;(NKRI). Baginya visi dan misi para pemimpin bangsa ini tak bisa lain&lt;br&gt;dari visi dan misi yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Perubahan&lt;br&gt;visi dan misi yang berbeda dengan Pembukaan UUD 1945 justru harus&lt;br&gt;dicegah.&lt;p&gt;Dengan&lt;br&gt;prinsip itu, Megawati tak mau didikte oleh kekuatan mana pun, baik dari&lt;br&gt;dalam negeri apalagi dari luar negeri. Dia dengan lantang menolak&lt;br&gt;tindakan balas dendam Amerika Serikat menyerang Afganistan dan Irak,&lt;br&gt;kendati dia setuju untuk melawan terorisme global.&lt;p&gt;Dia bertekad&lt;br&gt;ingin membangun hubungan bilateral maupun multilateral dengan&lt;br&gt;bangsa-bangsa di dunia dalam kesetaraan. Hubungan internasional,&lt;br&gt;baginya, adalah mutlak tetapi harus dalam kerangka kepentingan nasional&lt;br&gt;masing-masing dalam kesetaraan. Maka tak heran bila kepemimpinannya&lt;br&gt;yang berkarakter kuat tak disukai negara-negara maju, termasuk Amerika&lt;br&gt;Serikat di bawah kepemimpinan Bush, yang secara kasat mata tampak&lt;br&gt;membutuhkan pemimpin boneka di negara lain, seperti di Afganistan dan&lt;br&gt;Irak. Sehingga tak heran bila negara maju itu mengorbitkan bahkan&lt;br&gt;mungkin saja mendanai calon pemimpin alternatif yang kemungkinan lebih&lt;br&gt;mudah dikendalikan.&lt;p&gt;Di&lt;br&gt;dalam negeri, keutuhan NKRI, bagi Megawati merupakan prinsip yang harus&lt;br&gt;dipertahankan para pemimpin bangsa. Dia tidak ingin ada air mata dan&lt;br&gt;satu nyawa pun di negeri ini yang hilang. Sebagaimana terjadi di Aceh,&lt;br&gt;dia ingin tak ada air mata di negeri serambi Mekkah itu. Maka dia pun&lt;br&gt;mengawali penyelesaian Aceh dengan jalan diplomasi damai. Namun, ketika&lt;br&gt;jalan damai itu menemui jalan buntu, dia pun memberlakukan darurat&lt;br&gt;militer. Keputusan yang sesungguhnya sangat berat baginya, tetapi harus&lt;br&gt;ditempuh demi keutuhan NKRI. Itu suatu keputusan seorang perempuan yang&lt;br&gt;kuat.&lt;p&gt;Kepemimpinnya yang berkarakter kuat dan visioner, terlihat&lt;br&gt;juga dari &amp;quot;ketegaannya&amp;quot; menolak grasi para terpidana mati kasus&lt;br&gt;narkoba. Dia mengaku sebagai seorang ibu, hatinya menangis ketika&lt;br&gt;mengambil keputusan menolak grasi itu. Tapi demi masa depan anak-anak&lt;br&gt;bangsa, dia harus mengambil keputusan yang secara nurani kemanusiaan&lt;br&gt;sesungguhnya tak dikehendakinya.&lt;p&gt;Selain&lt;br&gt;itu, kepemimpinnya yang berkarakter kuat, terlihat juga dari beberapa&lt;br&gt;keputusannya yang sangat tidak populis. Keputusan mengenai kenaikan&lt;br&gt;harga BBM, misalnya, yang mengikuti standar harga dunia. Beberapa tokoh&lt;br&gt;dan pengamat yang mengandalkan kebijakan populis menentang kebijakan&lt;br&gt;itu yang kemudian ditambangi demonstrasi beberapa kelompok mahasiswa.&lt;p&gt;Megawati&lt;br&gt;tampak sangat menyadari ketidakpopuleran keputusan soal kenaikan BBM,&lt;br&gt;yang berdampak langsung pada kenaikan harga barang dan jasa lainnya,&lt;br&gt;itu. Tetapi dia kuat dan bersikukuh mengambil keputusan itu untuk&lt;br&gt;membangun kemandirian bangsa ini secara komparatif dan kompetitif&lt;br&gt;dengan bangsa-bangsa di dunia. Baginya, ssudah saatnya subsidi diakhiri&lt;br&gt;dengan mengandalkan pinjaman (utang) luar negeri. Keputusan yang nyaris&lt;br&gt;tak pernah diambil pemerintah sebelumnya, sehingga bangsa ini sulit&lt;br&gt;melepaskan diri dari ketergantungan pada utang luar negeri.&lt;p&gt;Dia&lt;br&gt;juga seorang yang jujur dan tulus. Antara lain terlihat ketika kampanye&lt;br&gt;Pemilu Legislatif berlangsung, PT Telkom mengumumkan kenaikan tarif.&lt;br&gt;Suatu tindakan naif dari kacamata politik, apalagi dari kacamata pihak&lt;br&gt;yang menabukan kata kenaikan tarif dan menggantinya dengan kata&lt;br&gt;penyesuaian. Tapi dia membiarkan jadual kenaikan itu bergulir apa&lt;br&gt;adanya tanpa harus dipolitisir, misalnya menundanya sampai Pemilu&lt;br&gt;selesai. Jika dipandang dari sudut pemimpin yang piawai merekayasa,&lt;br&gt;tentu ini tindakan yang salah.&lt;p&gt;Dia juga seorang pemimpin yang&lt;br&gt;berdedikasi dan memiliki loyalitas tinggi kepada komitmen yang telah&lt;br&gt;disepakati. Lihat saja Kabinet Gotong-Royong yang pelangi dan dibentuk&lt;br&gt;atas komitmen bersama lintas partai. Kendati telah nyata-nyata ada di&lt;br&gt;antara menterinya telah menunjukkan sikap mendukung Capres lain, bahkan&lt;br&gt;mungkin ada yang telah mengkhianati kepercayaannya, dia tetap memegang&lt;br&gt;komitmen mempertahankan kabinet pelanginya. Padahal sebagai presiden&lt;br&gt;yang menggenggam hak prerogatif untuk itu, bisa saja dia dengan mudah&lt;br&gt;mengganti menteri-menteri tersebut. Hanya pemimpin berkepribadian kuat&lt;br&gt;yang mampu bersikap seperti itu terhadap orang (menteri) yang bisa saja&lt;br&gt;merongrong kepemimpinannya.&lt;p&gt;Bukan&lt;br&gt;itu saja! Salah satu keputusannya yang kontroversial dan mengejutkan&lt;br&gt;banyak pihak adalah restunya kepada Sutiyoso untuk terpilih kembali&lt;br&gt;menjabat Gubernur DKI Jakarta. Pada proses pencalonan, Megawati ditekan&lt;br&gt;oleh berbagai pihak agar jangan merestui Sutiyoso yang menjabat Pangdam&lt;br&gt;Jaya saat terjadinya Kasus 27 Juli 1996. Demonstrasi kader dan&lt;br&gt;simpatisan PDI-P marak. Tapi ketika pemilihan berlangsung, demonstrasi&lt;br&gt;simpatisan PDI-P itu berhenti. Mengejutkan para lawan politiknya.&lt;br&gt;Sayang keputusan merestui Sutiyoso ini harus dibayar mahal, sebab&lt;br&gt;Sutiyoso tak tampak berpihak kepada wong cilik. Namun dari kasus ini,&lt;br&gt;sebagai seorang pemimpin, Megawati telah menampakkan sosoknya yang kuat&lt;br&gt;dengan kepribadiannya sendiri.&lt;p&gt;Dengan&lt;br&gt;intensitas kontroversi yang hampir sama, adalah desakan publik agar dia&lt;br&gt;mengganti Jaksa Agung. Namun, dia seperti tidak terpengaruh dengan&lt;br&gt;masih mempertahankannya. Jika ingin mengambil tindakan populis saja,&lt;br&gt;seorang pemimpin sudah akan mengganti Jaksa Agung itu. Namun, tampaknya&lt;br&gt;Megawati melihat bahwa saat ini Jaksa Agung itu bukan satu-satunya&lt;br&gt;titik lemah penegakan hukum di negeri ini. Menurutnya, banyak kasus&lt;br&gt;korupsi yang telah dilimpahkan kejaksaan ke pengadilan, ternyata di&lt;br&gt;pengadilan divonis bebas.&lt;p&gt;Bukti lain kepemimpinnya yang&lt;br&gt;berkarakter kuat adalah kerelaannya menerima keputusan politik SU-MPR&lt;br&gt;2001 yang memenangkan KH Abdurrahman Wahid sebagai presiden dan&lt;br&gt;keikhlasannya menerima jabatan Wakil Presiden, kendati PDIP sebagai&lt;br&gt;pemenang Pemilu. Hanya saja duet &amp;quot;bersaudara&amp;quot; ini tak bertahan lama&lt;br&gt;akibat keteledoran Gus Dur yang tampak terlalu meremehkannya.&lt;p&gt;Bukan&lt;br&gt;saja Gus Dur yang pernah terkesan meremehkan kemampuan kepemimpinan&lt;br&gt;Megawati. Beberapa politisi dan pengamat juga seringkali menganggapnya&lt;br&gt;lemah dan tak punya visi. Padahal jika dicermati secara jujur, dia&lt;br&gt;seorang pemimpin yang kuat, yang berani mengatakan ya atau tidak pada&lt;br&gt;waktunya. Visioner, konsisten dan tidak mencla-mencle.&lt;p&gt;Hanya&lt;br&gt;saja, sifat pendiamnya, yang selain merupakan kekuatan juga menjadi&lt;br&gt;kelemahan. Karena terkesan kurang berkomunikasi dengan rakyat. Sehingga&lt;br&gt;lawan-lawan politiknya memanfaatkan sifat pendiam itu sebagai pertanda&lt;br&gt;kelemahan dan ketidakmampuan.&lt;br&gt;Maka, jika Megawati belakangan ini&lt;br&gt;meningkatkan komunikasi kepada publik adalah suatu bukti pula bahwa dia&lt;br&gt;seorang pemimpin berjiwa besar. Jiwa besarnya, kesabarannya, yang&lt;br&gt;selalu diam tatkala dicaci-maki, makin bercahaya saat dia menyadari&lt;br&gt;kelemahan diamnya, selain merupakan kekuatannya.&lt;p&gt;Kesetaraan Jender&lt;br&gt;Megawati&lt;br&gt;adalah sebuah bukti sejarah di mana perempuan mampu memimpin sebuah&lt;br&gt;negeri. Dia memang bukan satu-satunya perempuan Indonesia yang tampil&lt;br&gt;sebagai pemimpin. Pada abad ke-14 Tribuana Tungga Dewi adalah peletak&lt;br&gt;dasar zaman keemasan Majapahit. Sultanah Saifatuddin Syah di Aceh pada&lt;br&gt;abad ke-16-17, merupakan sultan perempuan pertama di negeri beragama&lt;br&gt;Islam itu yang mampu memegang tampuk pemerintahan hingga 35 tahun.&lt;p&gt;Kini,&lt;br&gt;Megawati diakui dunia sebagai pemimpin perempuan yang kuat dalam ukuran&lt;br&gt;berskala dunia. Bangsa Indonesia, tidak hanya perempuan, patut&lt;br&gt;berbangga. Megawati menunjukkan bahwa perempuan pun berhak dan mampu&lt;br&gt;memimpin suatu negara. Meski isu jender kadang terangkat ke permukaan&lt;br&gt;seiring pencalonannya sebagai presiden, dia menjawab dengan berupaya&lt;br&gt;membuktikan kepemimpinannya mengangkat harkat dan martabat rakyat&lt;br&gt;Indonesia, termasuk kaum perempuan.&lt;p&gt;Seperti&lt;br&gt;pernah dikemukakannya di dalam seminar nasional &amp;#226;€œKepemimpinan Wanita&lt;br&gt;Pada Millenium III&amp;quot; di Universitas Gadjah Mada tahun 1999: &amp;quot;Gerakan&lt;br&gt;penyadaran dan pencerahan akan hak-hak kaum wanita tidak hanya melulu&lt;br&gt;ditujukan kepada masyarakat kaum wanita saja, tetapi lebih jauh lagi&lt;br&gt;justru upaya untuk melakukan pencerahan lebih diintensifkan dan&lt;br&gt;diperlebar ke dalam wilayah kehidupan kaum laki-laki.&lt;p&gt;Menurut,&lt;br&gt;Megawati, kaum perempuan harus dengan penuh arif dan bijak membantu&lt;br&gt;kaum laki-laki agar mereka dapat bebas dan terbatas dari pola pikir&lt;br&gt;lama yang hanya menempatkan kaum lelaki pada suatu tingkat peradaban&lt;br&gt;yang memprihatinkan. &amp;#226;&amp;quot;Dalam melakukan hal ini tidak perlu dijalankan&lt;br&gt;dengan cara-cara yang berdampak melecehkan dan merendahkan martabat&lt;br&gt;kaum laki-laki,&amp;quot; katanya.&lt;p&gt;Megawati menawarkan suatu strategi&lt;br&gt;yang meletakkan dan memosisikan wanita sebagai ibu bangsa, sebagai ibu&lt;br&gt;masyarakat dan sebagai ibu sejati. Dengan pijakan strategi ini,&lt;br&gt;menurutnya, maka tidak ada alasan bagi kaum wanita untuk melakukan&lt;br&gt;tuntutan-tuntutan yang hanya akan menimbulkan reaksi penolakan dari&lt;br&gt;kaum laki-laki yang masih cenderung berpikir dan berpaling ke belakang.&lt;p&gt;Megawati&lt;br&gt;juga menganjurkan agar perempuan lebih percaya diri, karena perempuan&lt;br&gt;yang percaya diri tidak pernah gentar untuk bersaing dan menyaingi kaum&lt;br&gt;laki-laki dalam konteks persaingan yang sehat. Sedangkan pria yang&lt;br&gt;percaya diri tidak akan pernah merasa khawatir bila bersaing dan&lt;br&gt;tersaingi oleh seorang wanita.&lt;p&gt;Keberhasilan Megawati, menurut&lt;br&gt;Rika Saraswati, staf Fakultas Hukum dan anggota Pusat Studi Wanita&lt;br&gt;Unika Soegijapranata Semarang, tidak semata-mata berada di pundaknya,&lt;br&gt;tetapi dipengaruhi juga oleh kinerja orang-orang di sekitarnya, kaum&lt;br&gt;perempuan dan kaum laki-laki.&lt;p&gt;Pilpres Putaran Kedua&lt;br&gt;Sebelum&lt;br&gt;Pilpres (Pemilu Presiden) putaran pertama, 5 Juli 2004, tidak sedikit&lt;br&gt;pengamat politik yang meragukan pasangan Capres-Cawapres Megawati&lt;br&gt;Soekarnoputri dan KH Hasyim Muzadi (Mega-Hasyim) lolos ke putaran&lt;br&gt;kedua. Tapi prakiraan para pengamat itu terbantah. Mega-Hasyim meraih&lt;br&gt;26,65 persen suara, berada di urutan kedua. Urutan pertama diraih&lt;br&gt;pasangan Susilo BY-Jusuf Kalla (keduanya dibesarkan dalam Kabinet&lt;br&gt;Gotong-Royong) dengan 33,5 persen suara.&lt;p&gt;Posisi&lt;br&gt;Susilo BY dan Jusuf Kalla, yang di atas angin sebagai urutan teratas&lt;br&gt;telah membuat Susilo BY terkesan meremehkan mesin politik partai-partai&lt;br&gt;besar. Berbeda dengan Mega-Hasyim yang dianggap berbagai pihak sebagai&lt;br&gt;underdog membuka pintu komunikasi politik lebar-lebar dengan&lt;br&gt;partai-partai politik, sehingga melahirkan Koalisi Kebangsaan.&lt;p&gt;Perihal&lt;br&gt;koalisi ini, Megawati mendasarinya pada prinsip bahwa pemerintahan yang&lt;br&gt;akan datang telah diamanatkan oleh perubahan yang dilakukan dalam&lt;br&gt;konstitusi UUD 1945 melalui amandemen yakni, suatu pemerintahan yang&lt;br&gt;mekanisme antara eksekutif, legislatif dan yudikatif diharapkan&lt;br&gt;mempunyai suatu kemapanan, suatu keseimbangan, sehingga dengan demikian&lt;br&gt;suatu pemerintahan yang solid bisa berjalan dengan baik.&lt;p&gt;Megawati&lt;br&gt;mengungkap bahwa dirinya seringkali berdiskusi dengan Wakil Presiden&lt;br&gt;Hamzah Haz yang juga Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP).&lt;br&gt;&amp;#226;€œPak Hamzah, aneh juga kalau ada orang yang bilang bahwa partai (sistem&lt;br&gt;partai politik) tidak diperlukan, karena yang diperlukan itu dukungan&lt;br&gt;rakyat,&amp;quot; kata Megawati tanpa menyebut nama siapa yang dimaksud.&lt;p&gt;&amp;quot;Bapak&lt;br&gt;bisa endak bayangkan kalau saya dipilih oleh rakyat saja, lalu rakyat&lt;br&gt;suatu saat merasa dukungannya itu tidak diperlukan, lalu mereka&lt;br&gt;lepaskan dukungannya, kan saya tinggal sendirian. Tetapi, kalau saya&lt;br&gt;didukung oleh aspirasi rakyat yang dikumpulkan melalui partai-partai&lt;br&gt;politik, maka, tentunya yang akan menjadi suatu tanggungjawab dan&lt;br&gt;kewajiban dari partai politik itu adalah bagaimana mereka akan&lt;br&gt;memberikan dukungannya dan bagaimana mereka akan menyurutkan&lt;br&gt;dukungannya. Rasanya di seluruh dunia ini, entah saya salah baca apa&lt;br&gt;tidak, tetapi rasanya sistem pemerintahan itu tetap melalui partai&lt;br&gt;politik,&amp;quot; ungkap Megawati tentang percakapannya dengan Hamzah Haz.&lt;p&gt;Dalam&lt;br&gt;hal ini, Megawati memberi pencerahan politik kepada publik. Banyak&lt;br&gt;pihak menangkap makna pernyataan itu. Antara lain, bahwa orang yang&lt;br&gt;ingin meraih dukungan rakyat tanpa melalui mekanisme sistem partai&lt;br&gt;politik suatu saat akan menjalankan kekuasaannya sendirian tanpa&lt;br&gt;mekanisme yang demokratis, sebab tidak mungkin mengumpulkan rakyat&lt;br&gt;setiap saat mengambil keputusan.&lt;p&gt;Tapi kalau seseorang didukung&lt;br&gt;rakyat melalui mekanisme dan sistem kepartaian, dia akan menjalankan&lt;br&gt;kekuasaan dalam sistem yang demokratis melalui partai politik, sehingga&lt;br&gt;dia tidak menjalankan kekuasaan sendirian alias diktator dan otoriter.&lt;p&gt;Kebersediaannya membagi kekuasaan, menunjukkan&lt;br&gt;dirinya tidak berpotensi menjadi seorang diktator yang otoriter. Dia&lt;br&gt;seorang pemimpin yang kuat dengan kepercayaan membagi kewenangan kepada&lt;br&gt;orang lain baik sebagai mitra maupun sebagai pembantu (menteri).&lt;br&gt;Kendati dia telah pernah dikhianati oleh dua-tiga orang menteri&lt;br&gt;(pembantunya), dia tampak tetap pada pendirian untuk mempercayai orang&lt;br&gt;lain.&lt;p&gt;Koalisi Kebangsaan dalam kaitan pembagian kekuasaan adalah&lt;br&gt;wujud dari kemampuan mempercayai orang lain. Ini menunjukkan&lt;br&gt;kepribadian yang kuat dan tidak selalu mencurigai orang lainnya.&lt;br&gt;Berbeda dengan orang yang berkepribadian labil dan tak segan&lt;br&gt;mengkhianati kepercayaan orang lain, dia akan cenderung sangat sulit&lt;br&gt;mempercayai orang lain dan cenderung menggenggam kekuasaan di tangannya&lt;br&gt;sendiri.&lt;p&gt;Bermodalkan Koalisi Kebangsaan yang akan mengggalang&lt;br&gt;dukungan rakyat sampai ke akar rumput, pasangan Mega-Hasyim ini&lt;br&gt;diperkirakan akan memenangkan Pemilu Presiden putaran kedua, 20&lt;br&gt;September 2004. Kemenangan Mega-Hasyim sekaligus akan membuktikan bahwa&lt;br&gt;mesin politik partai benar-benar telah menjadi sistem penyaluran&lt;br&gt;aspirasi rakyat secara efektif dan demokratis.&lt;p&gt;Derap perubahan&lt;br&gt;Perihal&lt;br&gt;masalah pembaruan Indonesia, Megawati sangat yakin bahwa semua&lt;br&gt;menyadari bahwa betapa luasnya lingkup pembaruan yang dicita-citakan&lt;br&gt;itu. &amp;quot;Secara substansi, kita mengelola perubahan yang menyangkut segi&lt;br&gt;kelembagaan dan prosedur dalam keseluruhan tatanan. Sekarang kita&lt;br&gt;ibarat telah berada di tengah derap perubahan ke arah pembaruan itu.&lt;br&gt;Kita gembira, karena betapa pun kecilnya, kita telah memulai langkah&lt;br&gt;yang besar,&amp;quot; papar Megawati.&lt;p&gt;Bagai bola salju, lanjutnya, aura&lt;br&gt;pembaruan atau reformasi tersebut terus menggelinding dan meluas.&lt;br&gt;Memang harus diakui, acapkali kita sendiri tertegun dengan banyaknya&lt;br&gt;akibat sampingan yang timbul dan tidak jarang menimbulkan masalah baru&lt;br&gt;yang bahkan tidak kalah rumit dampaknya. &amp;quot;Berbagai kesulitan yang&lt;br&gt;saat-saat ini kita hadapi bahkan lebih banyak berkaitan dengan masalah&lt;br&gt;baru itu,&amp;quot; ujar Megawati.&lt;p&gt;Semula,&lt;br&gt;papar Megawati, dikatakan bahwa semua itu sekadar eforia yang harus&lt;br&gt;dipahami dan disikapi dengan sabar. Tetapi, ketika waktu terus berlalu,&lt;br&gt;semua kian merasakan berlangsungnya banyak hal yang dianggap kurang&lt;br&gt;menguntungkan. &amp;quot;Di tengah berbagai persoalan dalam gerak perubahan itu&lt;br&gt;sendiri, kita juga harus mengelola ekses-ekses yang mengikutinya. Di&lt;br&gt;antaranya dan yang selama ini sering kita rasakan adalah makin kurang&lt;br&gt;imbangannya sikap dan perilaku kita bila dibandingkan dengan tujuan,&lt;br&gt;langkah perubahan, dan pembaruan yang dihasilkan,&amp;quot; ujarnya.&lt;p&gt;&amp;quot;Kita&lt;br&gt;sering kecewa bahwa langkah perubahan tidak kita laksanakan dalam&lt;br&gt;bentuk dan dengan cara sebagaimana kita harapkan. Begitu pula ketika&lt;br&gt;dalam rangka pembaruan kita mendambakan kehidupan ke arah yang lebih&lt;br&gt;demokratis dan mandiri, yang hadir adalah faham tentang kebebasan yang&lt;br&gt;seolah tanpa batas, dan menyulut pertikaian yang nyaris&lt;br&gt;memorakporandakan kehidupan kebangsaan dan kenegaraan kita. Kita juga&lt;br&gt;menghadapi kegetiran baru karena tampilnya keadaan yang kadangkala&lt;br&gt;dirasa lebih mundur dibandingkan kondisi umum yang pernah kita miliki&lt;br&gt;di masa sebelum era ini,&amp;quot; kata Megawati.&lt;p&gt;Megawati&lt;br&gt;menyadari masih belum cukup waktu untuk melakukan perbaikan dan&lt;br&gt;perubahan berarti di bidang politik dan hukum. Warisan persoalan yang&lt;br&gt;mengakar dari masa lampau akhirnya malah tampak menjerat langkah&lt;br&gt;sendiri. Ketenangan penampilannya sebagai pemimpin tidak selalu&lt;br&gt;menjamin ketenangan di dada masyarakat.&lt;p&gt;Dia menyadari bahwa&lt;br&gt;banyak pihak yang tidak puas terhadap kinerjanya, yang menurut sebagian&lt;br&gt;orang lambat. &amp;quot;Waktu permulaan, ah... Presiden Megawati itu orangnya&lt;br&gt;lambat, tidak mau cepat memutuskan. Tidak mau ngomong. Ya, biar saja.&lt;br&gt;Yang penting, ke depannya lebih berguna, daripada buru-buru,&lt;br&gt;cepat-cepat,&amp;quot; katanya dalam suatu acara. Megawati pun optimis, bila&lt;br&gt;rakyat mempercayainya memimpin bangsa ini lima tahun ke depan, akan&lt;br&gt;melanjutkan pemulihan ekonomi yang sudah tercapai dengan tingkat&lt;br&gt;pertumbuhan yang lebih tinggi. &amp;#226;–&amp;#186;ti/crs&lt;p&gt;*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/m/megawati/biografi/02.shtml"&gt;http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/m/megawati/biografi/02.shtml&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-7085236622733757390?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/7085236622733757390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=7085236622733757390' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/7085236622733757390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/7085236622733757390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2009/03/megawati-soekarnoputeri-pemimpin.html' title='Megawati Soekarnoputeri, Pemimpin Berkepribadian Kuat'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-71451919194717385</id><published>2009-02-20T12:04:00.001+08:00</published><updated>2009-02-20T12:04:53.311+08:00</updated><title type='text'>Hillary: Relasi RI-AS Diperluas</title><content type='html'>Jakarta, Kompas - Ke depan, relasi RI-AS akan diperluas hingga ke&lt;br&gt;segala lapisan, terutama ke lapisan tingkat bawah. Pertemuan dan&lt;br&gt;relasi tidak akan lagi sebatas di tingkat elite, seperti tingkat&lt;br&gt;pemimpin dan menteri. Hal ini menjadi program Pemerintah AS dalam&lt;br&gt;berhubungan dengan Indonesia.&lt;p&gt;Demikian dikatakan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton di Jakarta,&lt;br&gt;Kamis (19/2), dalam wawancara dengan wartawan Indonesia di kediaman&lt;br&gt;Duta Besar AS untuk Indonesia Cameron Hume.&lt;p&gt;Hillary mengatakan hal itu menjawab persepsi bahwa setelah sekian lama&lt;br&gt;memiliki hubungan baik dengan Indonesia, AS terpaku pada hubungan di&lt;br&gt;tingkat elite. Hubungan ini tidak banyak bermanfaat bagi rakyat dari&lt;br&gt;akar rumput, juga tak memberi banyak manfaat soal pemberantasan&lt;br&gt;korupsi, pelanggaran hak asasi manusia, dan lainnya.&lt;p&gt;&amp;quot;Saya kira ini adalah satu hal yang penting,&amp;quot; kata Hillary yang&lt;br&gt;mengatakan siap menerima masukan-masukan. &amp;quot;Ke depan akan lebih banyak&lt;br&gt;kontak yang tidak lagi sebatas di tataran elite, sebagaimana Anda&lt;br&gt;utarakan,&amp;#226;€  kata Hillary yang akan melanjutkan kunjungan ke Korea&lt;br&gt;Selatan, kemudian ke China.&lt;p&gt;&amp;quot;Terus terang, inilah yang akan ditawarkan Pemerintah AS di bawah&lt;br&gt;pemerintahan Presiden Obama bersama saya dalam konteks relasi&lt;br&gt;internasional. Asia dan Asia Tenggara itu penting. Kita tidak hanya&lt;br&gt;akan terpaku pada hubungan dengan China yang pengaruhnya membesar,&amp;quot;&lt;br&gt;kata Hillary seraya menambahkan, perluasan hubungan RI-AS sudah dia&lt;br&gt;bahas juga dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.&lt;p&gt;AS tidak lagi mempertahankan hubungan yang fokus di satu arah, yakni&lt;br&gt;trans-Atlantik (AS-Eropa). &amp;quot;Dalam rangka ini, dengan Indonesia akan&lt;br&gt;banyak program pertukaran, termasuk pertukaran mahasiswa dan kerja&lt;br&gt;sama universitas,&amp;quot; kata Hillary.&lt;p&gt;Akan ada banyak lagi kerja sama di bidang lain yang bertujuan&lt;br&gt;mendorong pembangunan di segala bidang di Indonesia. Pembangunan dan&lt;br&gt;perkembangan Indonesia tidak saja penting dalam hubungan kedua negara.&lt;p&gt;Kemajuan Indonesia sebagai salah satu negara Muslim yang begitu&lt;br&gt;terbuka, di sisi lain akan bisa dijadikan sebagai model bagi negara&lt;br&gt;lain. &amp;quot;Walau demokrasi di Indonesia masih tergolong baru, sudah banyak&lt;br&gt;pencapaian yang didapat,&amp;quot; kata Hillary.&lt;p&gt;&amp;quot;Di sini, kesempatan bagi wanita, misalnya, begitu terbuka di segala&lt;br&gt;bidang. Ini sebuah pencapaian yang bagus, sementara di negara lain&lt;br&gt;kemajuan yang didapat belum seperti Indonesia,&amp;quot; kata Hillary yang&lt;br&gt;senang melihat bahwa dalam setiap pertemuannya, ia selalu melihat&lt;br&gt;keberadaan tokoh-tokoh wanita.&lt;p&gt;Hillary juga menjawab pertanyaan, bagaimana politisi AS yang pernah&lt;br&gt;bersaing, bahkan bertarung keras, di saat pemilu, kemudian malah bisa&lt;br&gt;bekerja sama, bukan terus bertikai. &amp;quot;Kami memiliki demokrasi yang&lt;br&gt;lebih maju. Dengan demokrasi seperti itu, kami menyadari, setelah&lt;br&gt;pertarungan usai, kita harus melangkah maju, termasuk bekerja sama&lt;br&gt;dengan para pesaing,&amp;quot; kata Hillary.&lt;p&gt;Kemitraan komprehensif&lt;p&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga mengatakan pentingnya kemitraan&lt;br&gt;komprehensif antara Indonesia dan AS. Presiden juga meminta AS lebih&lt;br&gt;mendorong penyelesaian konflik antara Palestina dan Israel.&lt;p&gt;Pesan itu disampaikan Presiden Yudhoyono ketika menerima Menlu AS&lt;br&gt;Hillary Clinton di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis.&lt;p&gt;&amp;quot;Presiden Yudhoyono menyebutkan, pertemuan dengan Hillary Clinton&lt;br&gt;sebagai pertemuan yang wonderful dan produktif,&amp;quot; ujar Juru Bicara&lt;br&gt;Kepresidenan Dino Patti Djalal seusai pertemuan Presiden dan Hillary.&lt;p&gt;Gagasan kemitraan ini digulirkan Presiden Yudhoyono pada kunjungannya&lt;br&gt;ke AS, November 2008. &amp;quot;Setelah itu konsep ini menggelinding. Sudah ada&lt;br&gt;pembahasan di tingkat departemen dan ada semacam makalah yang&lt;br&gt;disampaikan kedua belah pihak. Isinya mencoba merinci apa saja elemen&lt;br&gt;dari kemitraan komprehensif ini,&amp;quot; ujar Dino.&lt;p&gt;Dino menegaskan, kemitraan yang akan dibangun tak hanya akan berkaitan&lt;br&gt;dengan satu dimensi kerja sama, tetapi juga mencakup berbagai aspek,&lt;br&gt;seperti ekonomi, pendidikan, teknologi, dan kesehatan.&lt;p&gt;Palestina merdeka&lt;p&gt;Sejumlah isu regional dan internasional juga dibahas Presiden&lt;br&gt;Yudhoyono dengan Hillary. Presiden, antara lain, menekankan perlunya&lt;br&gt;mempercepat upaya untuk mewujudkan negara Palestina yang merdeka dan&lt;br&gt;berdaulat.&lt;p&gt;&amp;quot;Posisi Indonesia mendukung solusi dua negara, Palestina dan Israel,&lt;br&gt;dapat hidup berdampingan dalam kondisi damai. Target berdirinya negara&lt;br&gt;Palestina merdeka ini tahun lalu, tetapi, karena berbagai hal, tidak&lt;br&gt;tercapai. Presiden tentu kecewa. AS perlu memberi perhatian besar&lt;br&gt;terhadap upaya penyelesaian konflik ini,&amp;quot;  ujar Dino.&lt;p&gt;Presiden Yudhoyono menyebutkan, saat ini terbuka momentum untuk&lt;br&gt;menghidupkan kembali perundingan Palestina-Israel. Momentum&lt;br&gt;perundingan, antara lain, muncul dengan adanya pemilihan umum yang&lt;br&gt;akan digelar di Israel, pemerintahan baru di AS, serta gencatan&lt;br&gt;senjata di Gaza meski gencatan ini masih rapuh.&lt;p&gt;Menurut Dino, Hillary menekankan bahwa Pemerintah AS saat ini merasa&lt;br&gt;perlu mendengarkan lebih banyak masukan dari dunia internasional. &amp;quot;Hal&lt;br&gt;ini tecermin sekali dalam pembicaraan Hillary dengan Presiden&lt;br&gt;Yudhoyono,&amp;quot; ujarnya.&lt;p&gt;Dalam pertemuan dengan Hillary, Presiden Yudhoyono kembali mengundang&lt;br&gt;Presiden AS Barack Obama untuk berkunjung ke Indonesia. (mon/nel/DAY)&lt;p&gt;Kliping : &lt;a href="http://kompas.com"&gt;kompas.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-71451919194717385?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/71451919194717385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=71451919194717385' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/71451919194717385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/71451919194717385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2009/02/hillary-relasi-ri-as-diperluas.html' title='Hillary: Relasi RI-AS Diperluas'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-1974542398334445933</id><published>2009-02-19T18:36:00.001+08:00</published><updated>2009-02-19T18:36:16.122+08:00</updated><title type='text'>Megawati "Ikat" Caleg PDI-P dengan Kontrak Politik</title><content type='html'>JAKARTA, KAMIS - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri&lt;br&gt;mendeklarasikan kontrak politik yang mengikat para caleg PDI&lt;br&gt;Perjuangan. Kontrak politik, yang dinamakannya &amp;quot;Kontrak Politik untuk&lt;br&gt;Perubahan itu&amp;quot;, dideklarasikan hari Kamis (19/2), di Mega Institute,&lt;br&gt;Jakarta Pusat.&lt;p&gt;Dalam kontrak politik itu, Mega mengatakan, mengklausulkan larangan&lt;br&gt;untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilu legislatif, jika target&lt;br&gt;perubahan gagal dicapai.&lt;p&gt;&amp;quot;Jika target perubahan gagal dicapai, sesuai kontrak politik, anggota&lt;br&gt;PDI Perjuangan yang terpilih sebagai anggota DPR 2009-2014 dilarang&lt;br&gt;mencalonkan diri kembali pada pemilu legislatif DPR 2014,&amp;quot; demikian&lt;br&gt;Megawati membacakan kontrak politiknya.&lt;p&gt;Selanjutnya, Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung membacakan tiga isu&lt;br&gt;perubahan yang dijanjikan, yaitu sembako murah, menciptakan jutaan&lt;br&gt;lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. &amp;quot;Semua calon&lt;br&gt;legislatif dari Aceh sampai Papua diminta menaati kontrak politik&lt;br&gt;ini,&amp;quot; kata Anung.&lt;p&gt;Saat ditanya mengapa sanksi larangan harus menunggu lima tahun ke&lt;br&gt;depan, Mega mengatakan, kinerja kader PDI Perjuangan di DPR dipantau&lt;br&gt;sesuai dengan aturan partai. Sebab, dalam kontrak politik tak&lt;br&gt;disebutkan rentang waktu untuk mengukur kegagalan.&lt;p&gt;Perwakilan caleg DPR PDI Perjuangan akan menandatangani kontrak&lt;br&gt;politik, disaksikan Megawati.&lt;p&gt;Inggried Dwi Wedhaswary&lt;p&gt;Kliping : &lt;a href="http://kompas.com"&gt;kompas.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-1974542398334445933?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/1974542398334445933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=1974542398334445933' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/1974542398334445933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/1974542398334445933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2009/02/megawati-ikat-caleg-pdi-p-dengan.html' title='Megawati &quot;Ikat&quot; Caleg PDI-P dengan Kontrak Politik'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-2256767533609641498</id><published>2009-02-18T16:53:00.001+08:00</published><updated>2009-02-18T16:53:46.568+08:00</updated><title type='text'>Hillary dan Hubungan RI-AS</title><content type='html'>Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton hari Rabu (18/2) ini&lt;br&gt;dijadwalkan tiba di Jakarta untuk lawatan singkat hingga Kamis esok.&lt;p&gt;Meski singkat, kita yakin ada banyak makna dari lawatan ini. Bahkan&lt;br&gt;lebih dari sekadar makna, lawatan Menlu AS ini kiranya juga&lt;br&gt;mendatangkan manfaat bagi kedua negara.&lt;p&gt;Pertama-tama harus kita katakan, tamu kita kali ini adalah sosok yang&lt;br&gt;istimewa. Selain dikenal sebagai sosok cerdas, Hillary adalah mantan&lt;br&gt;Ibu Negara AS, dan tahun silam adalah salah satu calon presiden&lt;br&gt;tangguh yang, kalau saja tidak muncul fenomena Barack Obama, boleh&lt;br&gt;jadi juga bisa menjadi Presiden AS.&lt;p&gt;Sebagai menlu, Hillary jelas merupakan salah satu pilar utama dalam&lt;br&gt;pemerintahan Obama, yang &amp;quot;oleh berbagai kalangan di dunia&amp;#226;&amp;quot; diharapkan&lt;br&gt;bisa membawa perbaikan. Oleh Presiden Obama diyakini ia mendapat tugas&lt;br&gt;untuk tidak saja memperbaiki citra AS yang selama beberapa tahun&lt;br&gt;terakhir terpuruk, tetapi juga untuk meningkatkan hubungan AS dengan&lt;br&gt;banyak negara di dunia.&lt;p&gt;Pilihan untuk melawat ke Asia lebih dulu, dan bukannya Eropa,&lt;br&gt;menyiratkan adanya pergeseran prioritas di pemerintahan AS. Tidak&lt;br&gt;sedikit kalangan yang ingin melihat, pemerintahan Obama juga tidak&lt;br&gt;lagi terpaku pada perang melawan terorisme.&lt;p&gt;Dimasukkannya Indonesia dalam lawatan pertama, selain ke Jepang, Korea&lt;br&gt;Selatan, dan China, ini diyakini terkait dengan keinginan AS untuk&lt;br&gt;meningkatkan hubungan dengan negara-negara Muslim. Indonesia sebagai&lt;br&gt;negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia jelas diakui potensinya&lt;br&gt;oleh AS. Terpulang kepada Indonesia sendiri, seberapa besar antusiasme&lt;br&gt;kita untuk ambil peranan sebagai komunikator antara AS dan&lt;br&gt;negara-negara Islam.&lt;p&gt;Ketika hingga sekarang persoalan Palestina belum terselesaikan,&lt;br&gt;peluang Indonesia untuk berkontribusi bagi upaya penyelesaian konflik&lt;br&gt;ini terbuka lebar. Namun jelas, semua upaya diplomasi hanya akan&lt;br&gt;berpeluang efektif kalau kita terbuka dan berkolaborasi dengan AS.&lt;p&gt;Pada sisi lain, kita juga melihat, AS punya kepentingan sendiri untuk&lt;br&gt;menguatkan kembali pengaruh dan peranannya di kawasan ini. Tentu ini&lt;br&gt;terkait dengan semakin kuatnya pengaruh China dalam beberapa tahun&lt;br&gt;terakhir. Hillary tentu akan mendapatkan penjelasan soal China ke&lt;br&gt;depan saat berada di Beijing nanti.&lt;p&gt;Menjadi keinginan kita, harapan yang tumbuh seiring dengan naiknya&lt;br&gt;pemerintahan Obama bisa berbuah dalam wujud terciptanya saling&lt;br&gt;pengertian baru antara AS dan bangsa-bangsa Asia, termasuk Indonesia.&lt;br&gt;Sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia, AS masih bisa&lt;br&gt;berperan banyak untuk membantu mengurai kekusutan ekonomi yang kini&lt;br&gt;merebak di dunia.&lt;p&gt;Lawatan Hillary kita harapkan juga membuka peluang bagi Indonesia&lt;br&gt;untuk memberikan kontribusi di panggung internasional dan mendapatkan&lt;br&gt;mitra berpengaruh untuk membantu meredam krisis ekonomi saat ini.&lt;p&gt;Kliping :  tajuk &lt;a href="http://kompas.com"&gt;kompas.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-2256767533609641498?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/2256767533609641498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=2256767533609641498' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/2256767533609641498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/2256767533609641498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2009/02/hillary-dan-hubungan-ri-as.html' title='Hillary dan Hubungan RI-AS'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-1645596448256671415</id><published>2009-02-18T16:41:00.001+08:00</published><updated>2009-02-18T16:41:14.491+08:00</updated><title type='text'>Q &amp; A dan Kemiskinan</title><content type='html'>by Fauzan S.&lt;p&gt;Seseorang berkata kepada juru cerita itu, &amp;quot;Ceritakanlah padaku&lt;br&gt;tentang kemiskinan....&amp;quot;&lt;br&gt;Lalu sang juru cerita berkisah tentang kuis Who Wants To Be A&lt;br&gt;Millionaire.&lt;p&gt;Ungkapan &amp;quot;pengalaman adalah guru yang paling berharga&amp;quot; nyata betul&lt;br&gt;dalam novel Q &amp;amp; A karangan Vikas Swarup. Ram Mohammad Thomas adalah&lt;br&gt;nama yang ganjil karena campuran nama dari tiga agama: Hindu, Islam&lt;br&gt;dan&lt;br&gt;Kristen. Hidupnya memang penuh warna dan liku-liku. Sejak bayi sudah&lt;br&gt;yatim piatu dan hidup di sebuah panti karena ibu yang tak pernah&lt;br&gt;dikenalnya meninggalkannya di pintu sebuah gereja. Lalu hidupnya pun&lt;br&gt;mengalami banyak pengalaman berharga sejak dia diasuh oleh seorang&lt;br&gt;Pastur bernama Romo Timothy, lalu hidup bersama seorang sahabat dekat,&lt;br&gt;Salim, dari satu lingkungan kumuh ke lingkungan kumuh lainnya.&lt;br&gt;Membunuh&lt;br&gt;perampok di kereta ekspres, jatuh cinta kepada pelacur, bekerja&lt;br&gt;sebagai&lt;br&gt;bartender, menggagalkan sebuah perampokan di rumah majikannya, tinggal&lt;br&gt;dengan seorang bintang film yang pamornya sudah pudar, bekerja sebagai&lt;br&gt;pramu-wisata di Taj Mahal.&lt;p&gt;Pengalaman-pengalaman sepanjang sembilan belas tahun itulah yang&lt;br&gt;memungkinkan Ram Mohammad Thomas, yang di film Slumdog Billionaire&lt;br&gt;bernama Jamal Malik, menjawab 12 bahkan 13 pertanyaan yang diajukan&lt;br&gt;dalam sebuah kuis yang mirip kuis Who Wants to be a Millionaire dan&lt;br&gt;memenangkan satu miliar Rupee. Namun pihak penyelengara kuis W3B (Who&lt;br&gt;Will Win a Billion) tidak senang atas kemenangan Ram, mereka memaksa&lt;br&gt;Ram menandatangani pernyataan bahwa dirinya berlaku curang dalam kuis&lt;br&gt;itu. Di tengah penyiksaan agar Ram mengaku, muncullah bidadari&lt;br&gt;penyelamat, seorang pengacara perempuan yang mencoba mendampingi kasus&lt;br&gt;Ram.&lt;p&gt;Lantas pengacara tersebut meminta Ram menceritakan segala hal tentang&lt;br&gt;kasus tersebut. Apakah Ram memang menyewa seseorang yag memberinya&lt;br&gt;kode&lt;br&gt;untuk jawaban-jawaban tersebut? Apakah Ram menjawab sekenanya dan&lt;br&gt;hanya&lt;br&gt;beruntung saja? Ternyata Ram menjawab bahwa dia memang beruntung.&lt;br&gt;Namun&lt;br&gt;bukan beruntung karena menjawab sekenanya, melainkan beruntung bahwa&lt;br&gt;pertanyaan yang diajukan itu semuanya dia ketahui jawabannya. Dan&lt;br&gt;jawaban-jawaban pertanyaan itu didapat melalui serangkaian pengalaman&lt;br&gt;yang telah dia lewati sepanjang sebelas tahun hidupnya. Pertanyaan&lt;br&gt;tentang pemukul kritet yang berhasil memukul sekian pukulan bisa&lt;br&gt;dijawab karena sobatnya pernah tinggal bersama pembunuh bayaran yang&lt;br&gt;gila olahraga kriket. Jawaban tentang penemu pistol diperoleh saat dia&lt;br&gt;terpaksa membunuh seorang perampok yang telah menggasak duitnya&lt;br&gt;sebanyak 50 ribu Ruppe. Pertanyaan tentang sejarah Taj Mahal juga dia&lt;br&gt;tahu karena pernah menjadi pramu wisata selama dua tahun . Pertanyaan&lt;br&gt;tentang aktris yang pernah memenangi pernghargaan juga dengan mudah&lt;br&gt;dia&lt;br&gt;jawab lantaran Ram pernah menjadi pembantu aktris tersebut.&lt;p&gt;Seluruh lembar hidup yang dia lewati dari lingkungan kumuh ke&lt;br&gt;lingkungan kumuh lainnya, dengan berbagai pekerjaan kelas rendah ke&lt;br&gt;pekerjaan keals rendah lainnya membuahkan sebuah pengalaman yang kaya&lt;br&gt;warna. Dalam novel tersebut Ram pun berkata, &amp;quot;Bagi orang sepertiku,&lt;br&gt;otak tak dibutuhkan. Hanya tangan dan kaki yang diperlukan untuk&lt;br&gt;memperoleh sejumlah hal&amp;quot;. Vikas memaparkan sebuah gambaran kemiskinan&lt;br&gt;di salah satu sudut India, mulai dari Mumbai, Agra, Delhi dan kota&lt;br&gt;lain. Yang ternyata tidak begitu berbeda jauh dengan Indonesia dan&lt;br&gt;Jakarta. Di kisah itu ada juga potongan cerita tentang seorang mafia&lt;br&gt;anak-anak jalanan yang membuat sejumlah anak menjadi cacat agar bisa&lt;br&gt;menjadi pengemis yang menghasilkan banyak uang. Seorang anak yang&lt;br&gt;memiliki suara merdu dibuat buta lalu dilepas di gerbong-gerbong&lt;br&gt;kereta&lt;br&gt;untuk menangguk belas kasihan orang-orang.&lt;p&gt;Kuis semacam Who Wants To Be a Millionaire memang membuat air liur&lt;br&gt;siapa saja menetes karena gambaran uang yang begitu besar menumbuhkan&lt;br&gt;berbagai impian. Terlebih rakyat miskin yang bahkan memegang uang&lt;br&gt;seratus ribu rupiah saja belum pernah. Wajah kemiskinan yang&lt;br&gt;disandingkan dengan tayangan kuis yang nilai hadiahnya berjuta-juta&lt;br&gt;itu&lt;br&gt;tergolong ironis. Vikas dan sutradara Danny Boyle kemudian mengemas&lt;br&gt;kondisi ironis itu dengan pas. Lewat novel Q &amp;amp; A kita diperhadapkan&lt;br&gt;pada sebuah gambaran kemiskinan yang cukup detail lengkap dengan darah&lt;br&gt;dan air mata. Sedangkan dalam Slumdog Billionaire, kita disuguhkan&lt;br&gt;kisah&lt;br&gt;cinta yang harus terkatung-katung sekian lama lantaran kemiskinan&lt;br&gt;memisahkan dua hati yang terpaut itu yang akhirnya disatukan kembali&lt;br&gt;melalui kuis Who Wants to be A Millionaire yang di India disebut Kaun&lt;br&gt;Banega Crorepati.&lt;p&gt;Tentu saja tidak akan pernah ada kuis Who Wants To Be a Slumdog.&lt;br&gt;Siapa Ingin Menjadi Miskin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-1645596448256671415?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/1645596448256671415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=1645596448256671415' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/1645596448256671415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/1645596448256671415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2009/02/q-dan-kemiskinan.html' title='Q &amp; A dan Kemiskinan'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-5306793257461365983</id><published>2009-02-17T10:26:00.001+08:00</published><updated>2009-02-17T10:26:43.741+08:00</updated><title type='text'>Gubernur Boleh Langsung!</title><content type='html'>Oleh Adhie M Massardi&lt;p&gt;BELOK kiri boleh langsung! Ini bunyi rambu lalu lintas yang dipasang&lt;br&gt;di banyak perempatan di seluruh Indonesia di zaman Orba. Ahli bahasa&lt;br&gt;Indonesia Yus Badudu (almarhum) yang dikenal kritis, karena sering&lt;br&gt;juga mengeritik cara berbahasa para pejabat negara, termasuk Presiden&lt;br&gt;Soeharto yang hobi mengubah akhiran &amp;quot;kan&amp;quot; menjadi &amp;quot;ken&amp;quot;, kemudian&lt;br&gt;meluruskan kalimat di rambu lalu lintas itu.&lt;br&gt;Kata Yus Badudu, sekitar 20 tahun lalu, kalimat yang benar dan efektif&lt;br&gt;untuk rambu itu adalah: &amp;quot;Belok kiri langsung&amp;quot;. Bila pembenarannya&lt;br&gt;&amp;quot;yang belok kiri boleh langsung&amp;quot;, menjadi terlalu bertele-tele.&lt;br&gt;Padahal agar mudah dipahami, rambu harus sederhana. Koreksian ini&lt;br&gt;kemudian memang menjadi acuan instansi pembuat rambu lalu-lintas,&lt;br&gt;DLLAJR&lt;br&gt;Tapi pasti bukan gara-gara petunjuk &amp;quot;jalan ke kiri lebih cepat&amp;quot; karena&lt;br&gt;tidak dihambat, bila di zaman &amp;#39;kegelapan&amp;quot; itu, anak-anak muda di&lt;br&gt;kampus-kampus,seperti Budiman Sudjatmiko dkk, memilih &amp;quot;jalan kiri&amp;quot;.&lt;br&gt;Juga bukan ekses rambu itu bila sekarang banyak orang mau serba&lt;br&gt;langsung. Langsung kaya, langsung presiden, langsung gubernur,&lt;br&gt;langsung bupati, langsung wali kota, langsung anggota DPR, langsung…!&lt;br&gt;Baru ketika &amp;quot;jalan gubernur&amp;quot; mandeg di Jawa Timur hingga&lt;br&gt;berbulan-bulan dan menghabiskan uang jajan begitu besar, kita&lt;br&gt;terperanjat. Cuma bagi Mendagri Mardiyanto yang di masa lalu pernah&lt;br&gt;menjadi anggota ABRI – kekuatan utama penopang rezim Orba – cara&lt;br&gt;memecahkan kebuntuan itu mudah saja. Bikin rambu baru: Gubernur tidak&lt;br&gt;langsung. Seperti di masa kegelapan demokrasi itu!&lt;br&gt;Maksudnya, untuk gubernur mending ditunjuk presiden saja. Murah&lt;br&gt;meriah. Tidak ruwet. Gubernur kan kepanjangan tangan pemerintah,&lt;br&gt;begitu alasannya. Lho, memangnya bupati, walikota, camat, kepala desa,&lt;br&gt;bukan kepanjangan tangan pemerintah? Kalau bukan kepanjangan tangan&lt;br&gt;pemerintah, lalu kepanjangan tangan siapa?&lt;br&gt;Padahal kita tahu, yang bikin jalan menuju bupati macet, jalan ke wali&lt;br&gt;kota crowded, jalan masuk legislatif stagnan, bukan gara-gara rambunya&lt;br&gt;yang salah. Tapi akibat jalannya berlubang-lubang, becek, banyak&lt;br&gt;preman pengutip uang semaunya. Tidak sedikit juga bergajulan yang&lt;br&gt;menebar &amp;quot;ranjau paku&amp;quot; hingga bikin ban kempes sehingga dia harus&lt;br&gt;berhenti di tengah jalan.&lt;br&gt;Makanya, kata para sopir taksi yang pernah saya ajak ngobrol, kalau&lt;br&gt;jalannya diperbaiki, rambu-rambunya dikontrol dengan benar oleh&lt;br&gt;petugas yang andal dan kredibel, dan hanya yang punya SIM (surat ijin&lt;br&gt;menjadi) legislatif, bupati, wali kota, gubernur, presiden, yang boleh&lt;br&gt;lewat situ, niscaya semua akan lancar dan bermanfaat karena memang&lt;br&gt;bermartabat.&lt;br&gt;Jadi bukan menutup jalan itu, lalu memerintahkan kita untuk balik&lt;br&gt;arah, kembali ke zaman kegelapan!&lt;br&gt;Demokrasi memang butuh proses. Dan kita tidak boleh meningalkan&lt;br&gt;demokrasi hanya karena prosesnya yang menyakitkan. Bukankah kita&lt;br&gt;sekarang bisa berjalan, bisa berlari, karena ketika balita dulu, saat&lt;br&gt;belajar berjalan, juga jatuh bangun dengan lutut berdarah-darah?&lt;br&gt;Bayangkan bila orangtua kita dulu menyetop proses berjalan kita hanya&lt;br&gt;karena anak kesayangannya tidak ingin terluka?&lt;br&gt;Saya sepakat dengan karib saya Wimar Witoelar. Demokrasi itu ibarat&lt;br&gt;mesin pompa air. Pada mulanya, yang keluar memang lumpur, lalu air&lt;br&gt;campur lumpur. Setelah itu baru air jernih. Di tempat-tempat tertentu,&lt;br&gt;ada yang airnya bisa langsung diminum karena mengandung mineral.&lt;br&gt;Benar, dalam menempuh jalan demokrasi, kita memang terlalu&lt;br&gt;tergesa-gesa. Bayangkan, hanya dengan modal pengalaman &amp;quot;milih langsung&lt;br&gt;pemimpin tingkat kelurahan&amp;quot;, kita pakai untuk memilih presiden&lt;br&gt;langsung. Setelah itu baru milih langsung bupati, wali kota, gubernur.&lt;br&gt;Jadi jangan kaget bila semua yang terpilih sekarang ini masih&lt;br&gt;berlumuran lumpur. Munculnya &amp;quot;kuala lumpur&amp;quot; di Sidoarjo, bisa jadi,&lt;br&gt;untuk menandai semua itu.&lt;p&gt;Kliping : Forum Pembaca Kompas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-5306793257461365983?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/5306793257461365983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=5306793257461365983' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/5306793257461365983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/5306793257461365983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2009/02/gubernur-boleh-langsung.html' title='Gubernur Boleh Langsung!'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-394553329592489604</id><published>2009-02-17T08:33:00.001+08:00</published><updated>2009-02-17T08:33:52.318+08:00</updated><title type='text'>Ponari, dukun (?) di era fesbuk</title><content type='html'>By Budi Dharma&lt;p&gt;Selama sepekan&lt;br&gt;belakangan ini, wajah utama program berita tv tak lain soal gambar&lt;br&gt;kerumunan&lt;br&gt;orang yang tengah antre di sebuah desa. Bukan soal BLT, kelangkaan&lt;br&gt;minyak&lt;br&gt;tanah, apalagi nyari gas elpiji. Rata2 mereka yang antre tuch&lt;br&gt;terkesima dengan&lt;br&gt;rumor kehebatan Ponari, si dukun cilik yang justru tenar gara2&lt;br&gt;diliput terus&lt;br&gt;media massa. Dukun ? Bukankah itu profesi yang sering dikonotasikan&lt;br&gt;dengan&lt;br&gt;musyrik ? Tapi tampaknya suara pemuka agama kalah bunyi dalam&lt;br&gt;menyikapi&lt;br&gt;keirasionalitasan masyarakat saat ini. Bagaimana mungkin hanya&lt;br&gt;sekedar air yang&lt;br&gt;dicelupkan dengan perantaraan batu bisa diklaim menyembuhkan banyak&lt;br&gt;penyakit ?&lt;p&gt;Di tengah&lt;br&gt;keramaian tersebut secara tak langsung sebenarnya menampar muka&lt;br&gt;pemerintah&lt;br&gt;dalam hal pelayanan kesehatan bagi rakyat. Bukannya petugas puskesmas&lt;br&gt;atau&lt;br&gt;pejabat kelurahan membuka pos pendaftaran kartu askeskin, eh malah&lt;br&gt;aparat&lt;br&gt;keamanan yang didatangkan. Lha gimana sich, orang pengen sembuh, tapi&lt;br&gt;yang&lt;br&gt;disodorkan malah petugas hukum. Nggak nyambung.&lt;p&gt;Jangan percaya&lt;br&gt;mistik, begitu kata MetroTV. Tokh pekerjaan sebagai paranormal dengan&lt;br&gt;leluasanya beriklan di media massa, bahkan beberapa diantaranya&lt;br&gt;menjadi&lt;br&gt;&amp;quot;selebritis infotainment&amp;quot;. Beberapa tempat &amp;quot;alam gaib&amp;quot;&lt;br&gt;seperti di Gunung Kawi&lt;br&gt;bukannya ditutup dengan alasan musyrik tadi, eh malah dibiarkan&lt;br&gt;dengan alasan&lt;br&gt;sebagai lumbung pendapatan asli daerah.&lt;p&gt;Wah, seandainya&lt;br&gt;serial &amp;quot;The X-files&amp;quot; masih ada, mungkin kisah Ponari ini bisa&lt;br&gt;jadi bahan cerita&lt;br&gt;yang bagus. Benarkah karena kesamber petir bisa menghasilkan efek&lt;br&gt;mujizat yang&lt;br&gt;tak terjelaskan dunia medis ? Terus sugesti apa yang menyebabkan&lt;br&gt;orang2 jadi&lt;br&gt;kalap dengan mengambil tanah maupun air di sekitar rumah Ponari yang&lt;br&gt;gubuk itu&lt;br&gt;? Btw, selama ini kok orang yang mengaku sembuh karena praktek&lt;br&gt;&amp;quot;pengobatan&amp;quot;&lt;br&gt;seperti itu tidak ada yang bersaksi di depan publik atau ini semata&lt;br&gt;omong&lt;br&gt;kosong doank ?&lt;p&gt;Kliping : Forum Pembaca Kompas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-394553329592489604?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/394553329592489604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=394553329592489604' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/394553329592489604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/394553329592489604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2009/02/ponari-dukun-di-era-fesbuk.html' title='Ponari, dukun (?) di era fesbuk'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-4889782895531221538</id><published>2009-02-17T07:28:00.001+08:00</published><updated>2009-02-17T07:28:03.949+08:00</updated><title type='text'>Anggaran Pemilu 2009 Honorarium Peliputan Media Rp 1 Miliar</title><content type='html'>Arfi Bambani Amri, Suryanta Bakti Susila&lt;p&gt;VIVAnews - Komisi Pemilihan menganggarkan Rp 1,09 miliar untuk&lt;br&gt;honorarium peliputan media. Pos itu menjadi bagian dari mata anggaran&lt;br&gt;peliputan dan dokumentasi pemilu 2009 sebesar Rp 4,7 miliar.&lt;p&gt;Koordinator Politik Anggaran Forum Indonesia untuk Transparansi&lt;br&gt;Anggaran, Roy Salam, menilai anggaran itu perlu direvisi. Menurut&lt;br&gt;dia, nilainya terlalu besar untuk pos kegiatan itu sehingga&lt;br&gt;berpotensi pemborosan.&lt;br&gt;&amp;quot;Honorarium peliputan sebesar 1,09 miliar itu untuk siapa. Kalau&lt;br&gt;untuk wartawan, tidak perlu. Karena media sudah punya alokasi&lt;br&gt;sendiri,&amp;quot; kata Roy dalam jumpa pers di Media Center KPU, Jalan Imam&lt;br&gt;Bonjol, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2009.&lt;p&gt;Roy juga sangsi anggaran sebesar itu untuk optimalisasi pelayanan di&lt;br&gt;media center. Buktinya, selama ini media center tidak menjadi garda&lt;br&gt;depan penyebaran informasi pemilu. &amp;quot;Malah, beberapa waktu lalu akses&lt;br&gt;masyarakat ke media center dibatasi,&amp;quot; katanya.&lt;br&gt;Kliping : VIVAnews&lt;p&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;erensdh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-4889782895531221538?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/4889782895531221538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=4889782895531221538' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/4889782895531221538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/4889782895531221538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2009/02/anggaran-pemilu-2009-honorarium.html' title='Anggaran Pemilu 2009 Honorarium Peliputan Media Rp 1 Miliar'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-462400837349889498</id><published>2008-12-15T02:39:00.001+08:00</published><updated>2008-12-15T02:39:19.030+08:00</updated><title type='text'>Brin, Pengetahuan, dan Pencerahan</title><content type='html'>Oleh NINOK LEKSONO&lt;p&gt;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/10/02433689/brin.pengetahuan.dan.pencer\"&gt;http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/10/02433689/brin.pengetahuan.dan.pencer\&lt;/a&gt;&lt;br&gt;ahan&lt;p&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Sergey Brin, salah satu pendiri Google, yakin bahwa pengetahuan&lt;br&gt;selalu merupakan hal baik dan (karena itu) mestinya ada lebih banyak&lt;br&gt;lagi pengetahuan yang bisa dibagi.&amp;quot; (The Economist, Enlightenment Man,&lt;br&gt;6-12/12)&lt;p&gt;Sebagai salah satu pendiri perusahaan internet terbesar di dunia&lt;br&gt;(Google), Sergey Brin adalah sosok yang besar pengaruhnya, selain&lt;br&gt;sebagai salah seorang terkaya Amerika.&lt;p&gt;Belum lama ini muncul kisah tentang sosok kelahiran Moskwa 35 tahun&lt;br&gt;silam yang ahli matematika ini. Tanggal 18 September 2008 ia&lt;br&gt;meluncurkan blog pribadi di &lt;a href="http://too.blogspot.com"&gt;too.blogspot.com&lt;/a&gt;. Dalam posting pertama,&lt;br&gt;Brin�seperti dilaporkan Michael Arrington di situs Techcrunch�tampak&lt;br&gt;bercanda. Namun, dalam posting kedua, ia terdengar serius. Ia bicara&lt;br&gt;tentang perusahaan 23andMe (yang salah satu pendirinya adalah&lt;br&gt;istrinya, Anne Wojcicki). Menurut perusahaan yang bergerak dalam riset&lt;br&gt;DNA ini, ia punya mutasi gen yang terkait dengan penyakit parkinson&lt;br&gt;(G2019S). Dengan itu, Brin termasuk orang yang bisa terkena penyakit&lt;br&gt;parkinson.&lt;p&gt;Tetapi, laporan kali ini bukan untuk membahas kemungkinan Brin terkena&lt;br&gt;parkinson, melainkan untuk mengupas sikap dan pandangannya tentang&lt;br&gt;keterbukaan informasi dan pengetahuan. Hal ini ia sampaikan dalam&lt;br&gt;Konferensi Zeitgeist yang diselenggarakan Google. Inilah pertemuan&lt;br&gt;eksklusif bagi kaum inteligensia. (Zeitgeist, dari Bahasa Jerman, zeit&lt;br&gt;&amp;#39;waktu&amp;#39; dan geist &amp;#39;semangat&amp;#39;. Selain harfiah berarti &amp;quot;semangat zaman&amp;quot;,&lt;br&gt;ungkapan ini menguraikan suasana keintelektualan, keberbudayaan,&lt;br&gt;moral, etik, iklim politik satu zaman.)&lt;p&gt;Di forum ini, mereka yang dikenal sebagai &amp;quot;pemimpin pemikiran&amp;quot;&lt;br&gt;(thought leaders) dunia berkumpul selama dua hari untuk membicarakan&lt;br&gt;upaya menemukan jalan keluar bagi problem dunia paling berat dengan&lt;br&gt;menerapkan nilai-nilai penalaran dan sains pencerahan yang didukung&lt;br&gt;oleh Google.&lt;p&gt;Dalam kaitan penemuan 23andMe, salah seorang hadirin Pertemuan&lt;br&gt;Zeitgeist menanyakan, apakah mengetahui dirinya berpotensi terkena&lt;br&gt;parkinson baik atau tidak bagi Brin. Dalam satu hal, orang mengatakan&lt;br&gt;&amp;quot;Tidak tahu itu merupakan berkah&amp;quot;. Bukankah setelah Brin tahu tentang&lt;br&gt;gen parkinson, ia akan hidup dilanda kecemasan?&lt;p&gt;Mendapat pertanyaan itu, Brin pertama-tama menyampaikan, &amp;quot;Siapa yang&lt;br&gt;cemas?&amp;quot; Toh yang ia sampaikan hanyalah statistik bahwa untuk orang&lt;br&gt;seperti dirinya, peluang mendapat parkinson adalah 20 persen hingga 80&lt;br&gt;persen. Itu saja.&lt;p&gt;Selebihnya, dengan mengetahui adanya kans sebesar itu, ia justru lalu&lt;br&gt;mengambil langkah agar bisa terhindar dari penyakit tersebut. Ia,&lt;br&gt;seperti dikutip The Economist di atas, menyebutkan bahwa olahraga&lt;br&gt;membantu (mencegah parkinson).&lt;p&gt;Arti pengetahuan&lt;p&gt;Dengan uraiannya tentang peluang terkena parkinson, baik di blog&lt;br&gt;pribadinya maupun di Konferensi Zeitgeist, Sergey Brin ingin&lt;br&gt;menegaskan bahwa pengetahuan itu baik dan selalu lebih baik dari&lt;br&gt;ketidaktahuan.&lt;p&gt;Berbekal pandangan itu, Brin lalu mendanai dan mendorong dilakukannya&lt;br&gt;riset terhadap mutasi gen yang juga disebut dengan nama LRRK2 dan juga&lt;br&gt;terhadap penyakit parkinson.&lt;p&gt;Sebagai tokoh internet terkemuka, Brin lalu memperlakukan gen tadi&lt;br&gt;sebagai penyakit (bug) pada kode personalnya, jadi tidak ada bedanya&lt;br&gt;dengan bug di komputer yang setiap hari dibereskan oleh teknisi&lt;br&gt;Google. Brin�selain melakukan upaya mendahului (pre-emptive)�juga&lt;br&gt;mengembangkan semangat berbagi. Dengan menolong dirinya sendiri, ia&lt;br&gt;lalu bisa menolong orang lain.&lt;p&gt;Selain menjunjung pengetahuan, dalam sikap Brin juga terkandung&lt;br&gt;pencerahan, hal yang tecermin dari visi yang kemudian juga dijadikan&lt;br&gt;moto Google, yakni membuat semua informasi di dunia ini &amp;quot;bisa diakses&lt;br&gt;dan dimanfaatkan secara universal&amp;quot;. Bersama dengan mitranya, pendiri&lt;br&gt;Google lainnya, Larry Page, kedua tokoh ini terus berupaya membawa&lt;br&gt;semua informasi ke internet.&lt;p&gt;Daya transformatif&lt;p&gt;Dalam hidup, kita juga pernah mendengar kalimat bijak yang&lt;br&gt;menyebutkan, &amp;quot;berbeda dengan uang, ilmu yang dibagikan tak akan habis,&lt;br&gt;tapi malah bertambah&amp;quot;. Dengan caranya, Brin tampak meyakini makna&lt;br&gt;penyebaran pengetahuan.&lt;p&gt;Kisah Google sendiri sebelum ini telah ditulis oleh David Vise dan&lt;br&gt;Mark Malseed dalam buku The Google Story (2006).&lt;p&gt;Dari kesehatan, Google dan kedua pendirinya juga mencoba berbuat untuk&lt;br&gt;kebajikan lain. Di China mereka sepakat untuk menyensor hasil&lt;br&gt;pencarian melalui mesin pencari Google. Mungkin itu untuk menyenangkan&lt;br&gt;pihak Komunis, tetapi mereka berpandangan hal itu dilakukan dengan&lt;br&gt;keyakinan bahwa di luar informasi yang disensor, warga China akan bisa&lt;br&gt;mendapatkan informasi lebih banyak, dan itu akan membuat mereka lebih&lt;br&gt;sejahtera.&lt;p&gt;Dalam Konferensi Zeitgeist, Brin mengumumkan, biarkan setiap orang&lt;br&gt;menemukan genomnya masing-masing, lalu nyamanlah untuk berbagi kode&lt;br&gt;yang diperoleh tadi agar pihak lain�pasien, dokter, dan&lt;br&gt;peneliti�bekerja memecahkan sandi dan menemukan biang kerok (bug).&lt;p&gt;Semangat zaman yang diusung Brin bercorak keterbukaan informasi, yang&lt;br&gt;diharapkan bisa memacu terbentuknya masyarakat berbasis pengetahuan.&lt;br&gt;Untuk tujuan pragmatis, hal itu dimaksudkan agar masyarakat tersebut&lt;br&gt;lebih berdaya saing. Namun, Brin tak menyinggung soal ini. The&lt;br&gt;Economist juga mengaitkan Zeitgeist ala Brin lebih dalam konteks&lt;br&gt;pencerahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-462400837349889498?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/462400837349889498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=462400837349889498' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/462400837349889498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/462400837349889498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/12/brin-pengetahuan-dan-pencerahan.html' title='Brin, Pengetahuan, dan Pencerahan'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-2113266725848513944</id><published>2008-12-14T20:34:00.003+08:00</published><updated>2008-12-14T20:48:23.830+08:00</updated><title type='text'>Google Terjemahan Sekarang Bisa 'Berbahasa' Indonesia</title><content type='html'>Google sejak empat hari lalu (10 December 2008) telah mengumumkan peluncuran situs penerjemahan bahasa Indonesia dan 34 bahasa lainnya di&lt;br&gt;&lt;a href="http://translate.google.co.id"&gt;http://translate.google.co.id&lt;/a&gt; .  Sekarang pengguna bahasa Indonesia di&lt;br&gt;seluruh dunia dapat mencari dan membaca konten internet berbahasa&lt;br&gt;asing dalam bahasa mereka sendiri dengan layanan Google Terjemahan™.&lt;br&gt;Dengan layanan web gratis ini, pengguna bahasa Indonesia dapat&lt;br&gt;menerjemahkan teks frase atau halaman web tertentu dari dan ke bahasa&lt;br&gt;Indonesia. Mereka juga dapat menggunakan kata-kata kunci dalam bahasa&lt;br&gt;Indonesia untuk mencari halaman web yang diterbitkan dalam 34 bahasa&lt;br&gt;dan hasilnya  diterjemahkan secara otomatis ke dalam bahasa Indonesia.&lt;br&gt;  Selain itu, Google juga menyediakan sebuah&lt;br&gt;alat (atau gadget) yang&lt;br&gt;dapat digunakan oleh pemilik situs berbahasa Indonesia untuk&lt;br&gt;menerjemahkan secara instan halaman web mereka ke 34 bahasa lainnya.&lt;p&gt;&amp;quot;Di Google kami percaya bahwa Internet bisa meningkatkan akses ke&lt;br&gt;semua sumber informasi dunia tanpa memandang bahasa,&amp;quot; ungkap Google&lt;br&gt;Southeast Asia Marketing Manager Derek Callow.  &amp;quot;Peluncuran Google&lt;br&gt;Terjemahan™ dalam bahasa Indonesia akan memudahkan jutaan pengguna&lt;br&gt;Internet berbahasa Indonesia di seluruh dunia untuk mencari dan&lt;br&gt;mengakses lebih banyak konten web dalam bahasa mereka sendiri.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Google Terjemahan™ juga memungkinkan pengguna Internet untuk&lt;br&gt;menyumbang dalam upaya membantu meningkatkan hasil terjemahan dari dan&lt;br&gt;ke bahasa Indonesia.  Apabila pengguna Internet mendapati sebuah&lt;br&gt;terjemahan yang tidak akurat, fitur ini memungkinkan mereka untuk&lt;br&gt;menyarankan terjemahan yang lebih baik dibandingkan dengan mesin&lt;br&gt;penerjemahan,&amp;quot; kata Callow.&lt;p&gt;Gunakan Google Terjemahan™ untuk membaca teks dan halaman web berbahasa asing&lt;br&gt;Anda ingin mencari mitra bisnis di Timur Tengah, tetapi tidak bisa&lt;br&gt;membaca bahasa Arab?  Anda tinggal copy and paste teks Arab ke dalam&lt;br&gt;kotak berlabel &amp;quot;Teks asli&amp;quot; pada &lt;a href="http://translate.google.co.id"&gt;http://translate.google.co.id&lt;/a&gt; dan&lt;br&gt;pilih Bahasa Indonesia untuk menerjemahkannya.  Google juga bisa&lt;br&gt;secara otomatis mendeteksi bahasa teks yang Anda sisipkan ke dalam&lt;br&gt;kotak &amp;quot;Teks asli&amp;quot;.  Cukup pilih &amp;quot;Deteksi Bahasa&amp;quot; pada sisi kiri-menu&lt;br&gt;drop-down.&lt;p&gt;Untuk menerjemahkan seluruh isi sebuah halaman web, seperti misalnya&lt;br&gt;situs berbahasa Perancis tentang berita selebritis terbaru dari negeri&lt;br&gt;menara Eiffel itu, masukkan URL atau alamat web ke dalam kotak&lt;br&gt;&amp;quot;Terjemahkan laman web&amp;quot; dan pilih Bahasa Indonesia sebagai tujuan&lt;br&gt;bahasa yang Anda ingin terjemahkan.  Dalam beberapa detik, Google&lt;br&gt;mampu menganalisa isi dari halaman web itu dan menghasilkan konten&lt;br&gt;dalam bahasa Indonesia atau salah satu dari 34 bahasa yang dapat&lt;br&gt;dipilih.&lt;p&gt;Gunakan pencarian dalam bahasa sendiri untuk memperluas wawasan Anda&lt;br&gt;Mengambil contoh seorang mahasiswa Indonesia yang harus melakukan&lt;br&gt;riset tentang sejarah Berlin secara mendalam.  Jika ia menggunakan&lt;br&gt;bahasa Indonesia, informasi ini akan sangat terbatas karena tentunya&lt;br&gt;sebagian besar informasi mengenai hal ini menggunakan bahasa Jerman.&lt;br&gt;Tetapi bagaimana jika ia dapat menerima hasil web tentang sejarah&lt;br&gt;Berlin dalam bahasa Jerman yang langsung diterjemahkan ke dalam bahasa&lt;br&gt;Indonesia?&lt;p&gt;Google Terjemahan™ dapat menjadi solusinya.  Di bawah tab &amp;quot;Penelusuran&lt;br&gt;Diterjemahkan&amp;quot;, Anda dapat mengetik topik pencarian dalam bahasa&lt;br&gt;Indonesia dan memilih bahasa yang diinginkan dari situs-situs dunia.&lt;br&gt;Dalam beberapa detik, Google akan menerjemahkan permintaan Anda,&lt;br&gt;melakukan pencarian web, dan menerjemahkan hasil pencarian ke dalam&lt;br&gt;bahasa Indonesia.  Jika Anda klik link hasil pencarian, halaman web&lt;br&gt;tersebut akan diterjemahkan juga.&lt;p&gt;Bahasa Tidak Lagi Menghalangi Komunikasi Web atau Blog&lt;br&gt;&amp;quot;Google Gadget&amp;quot; dapat membantu membuat situs web konten lokal lebih&lt;br&gt;mudah diakses oleh pengguna Internet di luar negeri - hanya dengan&lt;br&gt;menambahkan satu baris kode HTML di situs Anda.  Misalnya, jika Anda&lt;br&gt;mempunyai situs atau blog berbahasa Indonesia, dengan menambahkan&lt;br&gt;gadget Google Terjemahan™, Anda dapat meningkatkan lalu lintas&lt;br&gt;(traffic) situs Anda karena memudahkan pengguna Internet dari seluruh&lt;br&gt;dunia untuk menerjemahkan halaman web Anda ke salah satu dari 34&lt;br&gt;bahasa pilihan yang mereka pahami.&lt;p&gt;Gadget untuk menerjemahan situs web ini dapat digunakan dengan gratis&lt;br&gt;dan dapat dilekatkan (embed) ke dalam situs anda secara mudah.&lt;br&gt;Kunjungi &amp;quot;Peralatan&amp;quot; pada Google Terjemahan™, lalu pilih bahasa&lt;br&gt;Indonesia untuk bahasa halaman web Anda, dan kemudian cut and paste&lt;br&gt;kode HTML yang dihasilkan secara otomatis untuk dimasukan ke situs&lt;br&gt;Anda. Kini, pengguna Internet yang mengunjungi situs web berbahasa&lt;br&gt;Indonesia dapat menerjemahkan situs web tersebut secara otomatis ke&lt;br&gt;salah satu dari 34 bahasa yang tersedia dengan menggunakan menu&lt;br&gt;drop-down yang terdapat pada gadget Google Terjemahan™. Pengguna akan&lt;br&gt;dibawa secara otomatis ke versi situs anda yang telah diterjemahkan.&lt;p&gt;Tentang Google Terjemahan™&lt;br&gt;Aplikasi penerjemahan atau terjemahan bahasa otomatis merupakan alat&lt;br&gt;yang sangat berguna  bagi pengguna Internet untuk segera mendapatkan&lt;br&gt;akses dan gambaran web konten dalam bahasa yang mereka tidak ketahui&lt;br&gt;dengan baik.  Meskipun mesin terjemahan tidak sempurna, para pengguna&lt;br&gt;yang sebelumnya tidak mampu membaca situs web Anda, kini bisa&lt;br&gt;mendapatkan pemahaman dasar tentang konten Anda. Selain itu, Google&lt;br&gt;juga memiliki fungsi untuk menyarankan terjemahan yang lebih baik bagi&lt;br&gt;pengguna jika mereka menemukan terjemahan yang aneh atau tidak tepat.&lt;br&gt;Google menggunakan masukan ini untuk membantu meningkatkan kualitas&lt;br&gt;terjemahan di masa mendatang.&lt;p&gt;Google Terjemahan™ saat ini mendukung bahasa-bahasa: Arab, Indonesia,&lt;br&gt;Bulgaria, Catalan, Cina, Kroasia, Ceko, Denmark, Belanda, Inggris,&lt;br&gt;Filipina, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Yahudi, Hindi, Italia,&lt;br&gt;Jepang, Korea, Latvia , Lithuania, Norwegia, Polandia, Portugis,&lt;br&gt;Rumania, Rusia, Serbia, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Ukraina&lt;br&gt;dan Vietnam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-2113266725848513944?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/2113266725848513944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=2113266725848513944' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/2113266725848513944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/2113266725848513944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/12/google-terjemahan-sekarang-bisa.html' title='Google Terjemahan Sekarang Bisa &apos;Berbahasa&apos; Indonesia'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-160543975336876007</id><published>2008-12-14T10:10:00.001+08:00</published><updated>2008-12-14T10:24:16.688+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='siaran pers'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bi'/><title type='text'>Siaran Pers  Bank Indonesia Mencabut dan Menarik 4 (empat) Pecahan Uang Kertas dari Peredaran</title><content type='html'>Siaran Pers &lt;br /&gt;Bank Indonesia Mencabut dan Menarik 4 (empat) Pecahan Uang Kertas&lt;br /&gt; dari Peredaran  &lt;br /&gt;Sumber Data  Biro Hubungan Masyarakat  Tanggal  26-11-2008  &lt;br /&gt;Contact  Biro Humas, Telp : (62-21) 381-7187 Fax : (62-21) 350-1867, E-mail&lt;br /&gt;: humasbi@bi.go.id  &lt;br /&gt;Lampiran  Gambar uang(82 Kbytes)  &lt;br /&gt;No. 10/ 61 /PSHM/Humas &lt;br /&gt; Bank Indonesia terhitung mulai tanggal 31 Desember 2008, melalui Peraturan&lt;br /&gt; Bank Indonesia (PBI) No. 10/33/PBI/2008 secara resmi mencabut dan menarik 4&lt;br /&gt; (empat) pecahan uang kertas dari peredaran. Pecahan uang kertas yang dicabut&lt;br /&gt; dan ditarik adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;i.  Rp10.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan&lt;br /&gt; Nasional Cut Nyak Dhien),&lt;br /&gt;ii.  Rp20.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan&lt;br /&gt; Nasional Ki Hajar Dewantara),&lt;br /&gt;iii. Rp50.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan&lt;br /&gt; Nasional WR. Soepratman), dan&lt;br /&gt;iv.  Rp100.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka:&lt;br /&gt; Pahlawan Proklamator Dr.Ir.Soekarno dan Dr. H. Mohammad Hatta, berbahan&lt;br /&gt; polymer). &lt;br /&gt;“Bank Indonesia secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah.&lt;br /&gt;Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara lain masa edar yang cukup&lt;br /&gt; lama dan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada&lt;br /&gt; uang”, demikian disampaikan S. Budi Rochadi, Deputi Gubernur bidang&lt;br /&gt; Pengedaran Uang. &lt;br /&gt; Dengan pencabutan dan penarikan uang rupiah dari peredaran maka terhitung&lt;br /&gt; mulai tanggal 31 Desember 2008, empat pecahan uang tersebut tidak berlaku&lt;br /&gt; lagi sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender). &lt;br /&gt;Namun demikian, bagi masyarakat yang masih memegang uang pecahan-pecahan&lt;br /&gt; tersebut dapat melakukan penukaran dengan uang rupiah pecahan yang sama atau&lt;br /&gt; pecahan lainnya yang masih berlaku di kantor-kantor Bank Indonesia atau bank&lt;br /&gt; umum terdekat. Â Batas waktu penukaran empat uang pecahan tersebut di bank&lt;br /&gt; umum adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2013 atau 5 (lima) tahun sejak&lt;br /&gt; pencabutan dan penarikan uang tersebut. Sementara itu, batas waktu penukaran&lt;br /&gt; di Bank Indonesia adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2018 atau selama&lt;br /&gt; 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal pencabutan. Hak untuk menuntut penukaran&lt;br /&gt; empat pecahan uang rupiah yang dicabut dan ditarik tersebut tidak berlaku&lt;br /&gt; lagi setelah 10 (sepuluh) tahun terhitung tanggal 31 Desember 2018. Â  &lt;br /&gt; Jakarta, 26 November 2008&lt;br /&gt;BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filianingsih Hendarta&lt;br /&gt;Kepala Biro &lt;br /&gt;http://www.bi.go.id/web/id/Ruang+Media/Siaran+Pers/sp_106108.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampiran:&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/9F69CE27-99E1-4A54-8AE9-71DA54A4A4D2/15085/siaran_pers_uang.jpg" alt="siaran pers uang" width="800" height="261" border="0" longdesc="http://www.bi.go.id/" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-160543975336876007?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/160543975336876007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=160543975336876007' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/160543975336876007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/160543975336876007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/12/siaran-pers-bank-indonesia-mencabut-dan.html' title='Siaran Pers  Bank Indonesia Mencabut dan Menarik 4 (empat) Pecahan Uang Kertas dari Peredaran'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-26251058810511748</id><published>2008-12-05T10:53:00.000+08:00</published><updated>2008-12-05T10:54:00.383+08:00</updated><title type='text'>Maulana Balita Perokok</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/STiXyNlIpFI/AAAAAAAAAMY/uKSROF-vs3E/s1600-h/Foto+Rio4-740388.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/STiXyNlIpFI/AAAAAAAAAMY/uKSROF-vs3E/s320/Foto+Rio4-740388.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276133852359205970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Mungkin ini menjadi pertimbangan MUI untuk mengeluarkan fatwa haram&lt;br&gt;merokok bagi anak-anak, atau cuma kebetulan?&lt;p&gt;&lt;br&gt;Lalu untuk orang dewasa apa pertimbangannya?&lt;br&gt;Tapi itu persoalan lain, berikut ini sebuah kisah menarik seputar&lt;br&gt;rokok yang dimuat &amp;lt;a&lt;br&gt;href=&amp;quot;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/27/14031189/siang.sedot.rokok.malam.sedot.susu"&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/27/14031189/siang.sedot.rokok.malam.sedot.susu&lt;/a&gt;&amp;quot;&amp;gt;Kompas.com&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;br&gt;kemarin.&lt;p&gt;&lt;br&gt;MALANG, RABU — Gara-gara mencoba rokok milik kakeknya ketika berusia 2,5&lt;br&gt;tahun, Maulana, balita usia empat tahun ini jadi ketagihan merokok. Warga&lt;br&gt;Dusun Sonosari, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, ini&lt;br&gt;sehari bisa menghabiskan tiga batang.&lt;p&gt;Tidak ada yang beda dengan penampilan Maulana, bocah lucu itu. Ia juga masih&lt;br&gt;tetap bermain dengan teman sebayanya di rumah neneknya, Painah (48), yang&lt;br&gt;berada di Jalan Cokroaminoto RT 46 RW 08, Dusun Sonosari, Desa Kebonagung,&lt;br&gt;Kecamatan Pakisaji.&lt;p&gt;Namun, yang membuatnya beda, Maulana sudah doyan merokok. Padahal, biasanya&lt;br&gt;merokok baru dilakukan oleh pria dewasa minimal usianya 17 tahun ke atas.&lt;br&gt;Ikhwal kesukaan merokok ternyata dari coba-coba rokok milik kakeknya,&lt;br&gt;Kusyanto (55).&lt;p&gt;&amp;quot;Katanya waktu itu hanya mencoba. Namun, ternyata sampai sekarang. Kalau&lt;br&gt;saya pribadi, kasihan melihatnya masih kecil sudah merokok. Saya ingin cucu&lt;br&gt;saya bisa sembuh dari kebiasaan itu,&amp;quot; kata Painah, nenek yang mengasuh&lt;br&gt;Maulana karena ibunya, Lastri (35), sedang bekerja di PR Penamas, Pakisaji,&lt;br&gt;ketika ditemui di rumahnya, Rabu (26/11).&lt;p&gt;Karena sudah kecanduan merokok, gerak tubuh Maulana sudah seperti orang yang&lt;br&gt;mahir merokok. Ini bisa dilihat bagaimana cara dia membawa pak rokok berikut&lt;br&gt;korek di atasnya. Begitu juga cara menghidupkan rokok, cara mengisap rokok&lt;br&gt;dan menghembuskannya.&lt;br&gt;Ia bahkan bisa menghembuskan rokok dari hidungnya dengan piawai sehingga&lt;br&gt;orang dewasa yang melihat hanya bertanya-tanya, kok bisa ya? Bagaimana nanti&lt;br&gt;kesehatannya? Menurut Painah, cucunya sudah pernah diperiksakan ke Puskesmas&lt;br&gt;Pakisaji. Namun, sejauh ini tidak ada gangguan apa-apa. Katanya, cucunya&lt;br&gt;meski sudah merokok lagaknya orang dewasa, kalau sudah datang malam hari dan&lt;br&gt;hendak tidur, ia juga mencari dot susu miliknya.&lt;p&gt;Tiap malam, sebelum tidur Maulana mengonsumsi salah satu merek susu&lt;br&gt;terkenal. Namun, begitu bangun tidur ia sudah mulai bermain dengan rokoknya.&lt;br&gt;Setelah mandi dan makan, Maulana, bungsu dari tiga bersaudara ini, sudah&lt;br&gt;mulai menghidupkan rokoknya seperti orang dewasa.&lt;p&gt;&amp;quot;Namun, kalau sudah asyik bermain, ia seharian bisa tidak merokok,&amp;quot; ungkap&lt;br&gt;Painah. Ia berharap ketika aktivitasnya mulai banyak, seperti ketika&lt;br&gt;memasuki dunia sekolah (TK), cucunya tidak berpikiran lagi tentang merokok.&lt;p&gt;Lucunya, Maulana enggan mengonsumsi rokok dari merek-merek yang beredar. Ia&lt;br&gt;hanya doyan rokok putih merek BMW produksi PT Gandum, Malang. Jika&lt;br&gt;persediaan rokoknya habis, ia biasanya membeli di toko tetangganya.&lt;p&gt;Maulana sendiri ketika ditanya bagaimana rasa rokok yang dihisapnya, ia&lt;br&gt;hanya bilang enak. Ketika merokok di kamar salah satu kakaknya, satu&lt;br&gt;tangannya membawa rokok, satu tangan lainnya mencandai seorang anak kecil&lt;br&gt;tetanggannya. Ya, layaknya ia main seperti balita lainnya. Bedanya, ada&lt;br&gt;rokok di tangannya.&lt;p&gt;Painah menambahkan, ia dan anggota keluarga lainnya sudah berusaha agar&lt;br&gt;Maulana tidak merokok lagi dengan cara melarangnya. &amp;quot;Namun, ya itu. Dia&lt;br&gt;pasti akan membanting semua barang yang ada di rumah sehingga ia bisa&lt;br&gt;merokok lagi,&amp;quot; ungkapnya. Ayah kandung Maulana, Suwarno, katanya tidak&lt;br&gt;mengetahui kelakuan anaknya karena sudah berpisah dengan ibu Maulana.&lt;br&gt;Suwarno dikabarkan sudah menikah lagi dan tinggal di Wagir, Kabupaten&lt;br&gt;Malang.&lt;p&gt;Sementara itu, dr Susanto Adijono, Kepala Puskesmas Pakisaji, mengatakan,&lt;br&gt;meski secara fisik si anak tidak mengalami kelainan/keluhan apa-apa, kondisi&lt;br&gt;ini sudah patut diwaspadai karena anak sudah memasuki fase kecanduan. &amp;quot;Apa&lt;br&gt;yang dilakukan si anak juga tidak lepas dari kesalahan orangtua. Namanya&lt;br&gt;anak, begitu mencoba ternyata tidak dilarang, ya akan terus,&amp;quot; kata dr&lt;br&gt;Susanto ketika dihubungi terpisah.&lt;p&gt;Karena itu, orangtuanya harus segera mengalihkan aktivitas si anak pada&lt;br&gt;kesibukan dan melakukan pengawasan agar tidak melakukan kebiasaan merokok&lt;br&gt;lagi. Apalagi, seperti dituturkan Painah, jika cucunya Maulana dilarang&lt;br&gt;merokok justru marah-marah. Selain itu, ia berharap Maulana bisa diarahkan&lt;br&gt;ke psikiater anak.&lt;p&gt;&amp;quot;Karena mungkin dia mengalami kondisi broken home, tetapi tidak terlihat&lt;br&gt;karena masih anak-anak,&amp;quot; ujarnya. Menurutnya, yang jelas dari aktivitas&lt;br&gt;merokok sejak dini, dari sisi kesehatan sangat mengkhawatirkan karena bisa&lt;br&gt;mengancam jantung, pembuluh darah, dan paru-parunya. &amp;quot;Kalau si anak tidak&lt;br&gt;bisa dituturi (dinasihatinya), ya butuh pengawasan ketat orangtua,&amp;quot;&lt;br&gt;pungkasnya.&lt;p&gt;Sumber:&lt;br&gt;&amp;lt;a href=&amp;quot;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/27/14031189/siang.sedot.rokok.malam.sedot.susu"&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/27/14031189/siang.sedot.rokok.malam.sedot.susu&lt;/a&gt;&amp;quot;&amp;gt;Kompas.com&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-26251058810511748?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/26251058810511748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=26251058810511748' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/26251058810511748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/26251058810511748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/12/maulana-balita-perokok.html' title='Maulana Balita Perokok'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/STiXyNlIpFI/AAAAAAAAAMY/uKSROF-vs3E/s72-c/Foto+Rio4-740388.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-8741135222978336972</id><published>2008-12-05T10:04:00.001+08:00</published><updated>2008-12-05T10:04:09.778+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/STiMGSHIA6I/AAAAAAAAAMQ/JzOpu86qsC8/s1600-h/Foto+megawati-sukarnoputri-749781.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/STiMGSHIA6I/AAAAAAAAAMQ/JzOpu86qsC8/s320/Foto+megawati-sukarnoputri-749781.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276121003033363362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Erensdh&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;erensdh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-8741135222978336972?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/8741135222978336972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=8741135222978336972' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/8741135222978336972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/8741135222978336972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/12/erensdh-erensdh.html' title=''/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/STiMGSHIA6I/AAAAAAAAAMQ/JzOpu86qsC8/s72-c/Foto+megawati-sukarnoputri-749781.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-4503386636859473268</id><published>2008-10-22T17:53:00.000+08:00</published><updated>2008-10-22T17:58:33.134+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dpr'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ruu pornografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>RUU Pornoan, Andalah Penentunya!</title><content type='html'>Barusan ini aku mendapat beberapa e-mail yang berhubungan dengan RUU Pornografi, mungkin anda membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo aku, kagak perduli untuk soal yang satu ini, apalagi sudah ada beberapa rujukan uu yang bisa digunakan oleh pengadilan, kalau mereka mau. &lt;br /&gt;Sejauh apa manfaatnya, tergantung dari moral perangkat hukum kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau katanya negara ini berdasarkan hukum, kenyataannya banyak oknum yang sok benar dengan tindakan main hakimnya, ironisnya itu bisa terjadi didepan aparat yang berwenang, bukti hukum tidak berjalan, anda tau juga kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal RUU PORNOGRAFI disahkan atau tidak itu juga bukan urusanku, bagiku yang penting para anggota DPR sudah berupaya duduk manis dan jalan-jalan demi  memanfaatkan kedudukannya selalu Wakil Rakyat, sekalipun itu untuk sekedar sidang yang tidak cukup bermanfaat, yang penting kan dananya terpakai habis oleh mereka, ya nggak?&lt;br /&gt;Itu baru namanya pintar cari proyek dengan memanfaatkan aji mumpung.&lt;br /&gt;Ya, memang pintar mereka ya?&lt;br /&gt;berikut kutipan paste-nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-mail pertama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: i_a &lt;br /&gt;&lt;@yahoo.com&gt;&lt;br /&gt;Date: Wed, 22 Oct 2008 01:55:57 -0000&lt;br /&gt;Subject: [Forum-PK] RUU Pornografi Hampir pasti batal disahkan&lt;br /&gt;To: Forum-P-K@yahoogroups.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ada kabar gembira buat mereka yang menentang RUU Pornografi.&lt;br /&gt;Hampir pasti, RUU Pornografi tak akan disahkan pada 24 Oktober.&lt;br /&gt;Jadi akan dibahas lagi sesudah masa reses, yakni November.&lt;br /&gt;Menurut kalkulasi politik, pada November pun DPR tak akan mensahkannya &lt;br /&gt;mengingat tekanan keras Bali, media massa dan, terutama, PDIP dan PDS, &lt;br /&gt;tak akan membuat DPR berani ambil risiko.&lt;br /&gt;Jadi, diduga RUU tidak akan lolos sampai terbentuknya pemerintah dan &lt;br /&gt;parlemen baru.&lt;br /&gt;Jadi, have fun, ya guys!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a a&lt;br /&gt;PS. Supaya jangan ada yang menuduh posting saya ini bagian dari akal-&lt;br /&gt;akalan politik, saya tetap menyarankan para penentang RUU Pornografi &lt;br /&gt;terus bicara sampai terbukti bahwa RUU ini betul-betul batal disahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-mail yang kedua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: i &lt;br /&gt;&lt;i@gmail.com&gt;&lt;br /&gt;Date: Wed, 22 Oct 2008 05:18:35 +0700&lt;br /&gt;Subject: Anda tidak menyetujui RUU Porno?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To: Forum-...@yahoogroups.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Bos A, tolong lolosin ya. Thanks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Milisers,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini saya dapat dari milis. Agar argumen penolakan dapat didengar&lt;br /&gt;Pansus RUU 'porno'. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak menyetujui RUU Porno?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirimkan surat/pernyataan menolak RUU PORNOGRAFI&lt;br /&gt;melalui FAX. Dikabarkan teman2 di DPR sekarang tersudut dengan banyaknya&lt;br /&gt;surat2 yang MENOLAK RUU PORNOGRAFI tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No. Fax Pansus RUU PORNOGRAFI d.a DPR-RI Senayan Jakarta = 021-57115512&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dapat di Fax ke &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKS 021-5756471 (Ibu Yoyoh Yusroh) &lt;br /&gt;Golkar 021-5735304 &lt;br /&gt;Demokrat 021-5755134 &lt;br /&gt;PKB 021-5755624 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau juga bisa kirimkan ke sms center : 081380123450&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketik : RUU&lt;spasi&gt;alasan tidak perlunya RUU, nama, alamat domisili&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB; nama-nama aku inisialkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-4503386636859473268?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/4503386636859473268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=4503386636859473268' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/4503386636859473268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/4503386636859473268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/10/ruu-pornoan-andalah-penentunya.html' title='RUU Pornoan, Andalah Penentunya!'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-713236583509874752</id><published>2008-10-22T17:51:00.000+08:00</published><updated>2008-10-22T17:52:53.210+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='atambua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='timor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ntt'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belu'/><title type='text'>Hari Ini Kabupaten Belu Memasuki Hari Pencoblosan</title><content type='html'>Atambua, Selasa (22/10), hari ini Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, memasuki hari pencoblosan, sebagai rangkaian dari proses Pilkada, di Kabupaten tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab pertanyaan Kami, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Belu, A, Marthin Bara Lay, yang dihubungi lewat handphone dari Kefamenanu menyebutkan hari ini mulai jam 07.00 Wita hingga 13.00, sebanyak 217.460 pemilih sah di Kabupaten itu akan melakukan pencoblosan di 530 TPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan memberikan suaranya pada satu pilihan dari empat paket kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati, yakni:&lt;br /&gt;Paket 1 (Gemar) &lt;br /&gt;drg. Gregorius Mau Bili. F, DDPH &amp; Drs. Berchmans Mau Bria, Msc&lt;br /&gt;Paket 2 (Sera)&lt;br /&gt;Drs. J. T. Ose Luan &amp; drg. Falentinus Pareira&lt;br /&gt;Paket 3 (Brita)&lt;br /&gt;Drs. Petrus Bria Seran &amp; DR. Damianus Talok, MA&lt;br /&gt;Paket 4 (Jalin)&lt;br /&gt;Drs. Joachim Lopez &amp; Ludovikus Taolin BA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket 2 (Sera)&lt;br /&gt;Drs. J. T. Ose Luan &amp; drg. Falentinus Pareira, merupakan paket independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=28&amp;dn=20081022091002"&gt;&lt;img src="http://kabarindonesia.com/files/hoki_logo.gif" alt="KabarIndonesia.Com" width="367" height="77" border="0" longdesc="http://kabarindonesia.com/" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-713236583509874752?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/713236583509874752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=713236583509874752' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/713236583509874752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/713236583509874752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/10/hari-ini-kabupaten-belu-memasuki-hari.html' title='Hari Ini Kabupaten Belu Memasuki Hari Pencoblosan'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-2599239440810891165</id><published>2008-10-21T12:19:00.000+08:00</published><updated>2008-10-21T12:23:45.258+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ahmadiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nurani'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tirani'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembunuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fpi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gus Dur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='protestan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kristen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akkbb'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ham'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='katolik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hindu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keyakinan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teroris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekerasan'/><title type='text'>BUNUH  BUNUH  BUNUH  BUNUUUUHH....!!! Bunuh Ahmadiyah dimanapun merekah berada</title><content type='html'>Bunuh Ahmadiyah dimanapun merekah berada, saudara!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar (Allahu Akbar)....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUNUH  BUNUH  BUNUH  BUNUUUUHH....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadiyah halal darahnya untuk ditumpahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya Allah...&lt;br /&gt;Mengapa ada seperti ini, ya Allah?&lt;br /&gt;Kata bathinku pilu, saat membaca &lt;a href="http://ariefmas.wordpress.com/2008/08/26/bunuh-ahmadiyah-bubarkan-ahmadiyah-dan-nu-ketakutan/#comment-104"&gt;blog ini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedih sekali hatiku, oleh karena itu aku titip komentarku disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut isi komentarku itu, mohon maaf kalau aku salah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Iii..serem juga nih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk direnungi:&lt;br /&gt;Mulut kita berteriak: Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!, tapi hati kita mengobarkan kebencian, apakah itu bukan menghina Kesucian Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang baik mana mungkin mengobarkan kebencian pada orang lain, apalagi Allah? TIDAK LOGIS KALAU ALLAH YANG MAHA KASIH ITU MEMBUAT HATI DAN PERBUATANMU PENUH KEBENCIAN APALAGI PEMBUNUHAN.&lt;br /&gt;Maaf,&lt;br /&gt;Tapi aku yakin ariefmas cuma bercanda.&lt;br /&gt;Dalam sanubari, ariefmas tau kalo iblis itu mau menghalalkan apa saja demi membunuh manusia, kenapa? Karna iblis dengki pada Allah yang selalu hendak menyelamatkan ciptaannya sendiri.&lt;br /&gt;Iblis? Hehehe.., dia tidak bisa menciptakan apa-apa, dia hanya bisa mengadu domba manusia agar timbul kebencian lalu gelap mata, lalu membunuh. Segala daya upaya mengobarkan kebencian akan dia lakukan, dengan memakai apa saja, apapun akan dia halalkan demi satu tujuan. Dengan demikian siapa saja yang berlaku jahat pada sesama ciptaan Allah maka dia (sadari atau tidak) tengah mengemban perintah iblis, iblis tengah merasuki hatinya. &lt;br /&gt;Mengapa aku berkata demikian? Karena kita Semua tau Allah itu Maha Suci dan Tiada Tercela.Kebenaran Allah bukan kebenaran yang mengada-ada, atau karena maunya sendiri.&lt;br /&gt;Kebenaran Allah adalah Kebenaran Sejati bukan karena kebenaran yang dibuat-buat, dipaksakan, dikondisikan. Kebenaran Allah bukan kebenaran abu-abu.&lt;br /&gt;Kebenaran Allah tidak akan disangkal siapapun karena memang demikian, contohnya 'mengasih'&lt;br /&gt;Bukan kebenaran sejati kalau kita manusia saja sudah paling bertolak belakang dalam menilai.&lt;br /&gt;"Membunuh sesama manusia" apakah itu kehendak Allah atau kehendak iblis? Bawalah ini kehati nurani untuk merenung, ingat, jangan terlambat karena dikuatirkan kita duluan mati selagi hati kita penuh dendam kesumat si Iblis akibatnya kita masuk neraka, mau? &lt;br /&gt;Ingat PEMBUNUH = IBLIS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-2599239440810891165?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/2599239440810891165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=2599239440810891165' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/2599239440810891165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/2599239440810891165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/10/bunuh-bunuh-bunuh-bunuuuuhh-bunuh.html' title='BUNUH  BUNUH  BUNUH  BUNUUUUHH....!!! Bunuh Ahmadiyah dimanapun merekah berada'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-4618246844142369897</id><published>2008-10-19T08:09:00.000+08:00</published><updated>2008-10-19T08:13:07.460+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='polisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reskrim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='atambua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kriminal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehutanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perampokan bersenjata'/><title type='text'>Perampokan Persenjata Menggondol Brankas Dinas Kehutanan Kabupaten Belu</title><content type='html'>Atambua, Sabtu 18/10, Subuh dinihari tadi telah terjadi perampokan di Kantor Dinas Kehutanan Kabupaten Belu. Menurut keterangan yang kami himpun, para perampok itu  berjumlah belasan orang dan menggunakan senjata api. Mereka berhasil menggondol satu buah brankas setelah melumpuhkan dua orang penjaga malam kantor tersebut, lalu kabur dengan menggunakan kendaraan jenis pick up.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasat Reskrim Polres Belu, M. Muchdori, SiK, yang berhasil kami temui belum mau memberikan keterangan secara terperinci, namun ia membenarkan adanya perampokan itu.&lt;br /&gt;"Pak Kapolres langsung memimpin ke TKP,  bersama saya dan beberapa personil, tadi, sekitar jam 04.00," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat diklarifikasi tentang perampokan bersenjata, ia hanya mengatakan bahwa masih dalam penyelidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa brankas tersebut telah berhasil ditemukan di Loloa, arah timur, sekitar tiga kilometer dari TKP.&lt;br /&gt;Dugaan para perampok itu sengaja membuangnya setelah berhasil membongkar dan menguras isinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-4618246844142369897?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/4618246844142369897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=4618246844142369897' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/4618246844142369897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/4618246844142369897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/10/perampokan-persenjata-menggondol.html' title='Perampokan Persenjata Menggondol Brankas Dinas Kehutanan Kabupaten Belu'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-9136683689932428378</id><published>2008-10-18T10:18:00.000+08:00</published><updated>2008-10-18T10:19:56.143+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampanye'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='atambua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='timor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ntt'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belu'/><title type='text'>Masa Kampanye Pilkada Kabupaten Belu Berakhir</title><content type='html'>Atambua, Kamis (17/10), Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, hari ini memasuki putaran terakhir kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten, yang diikuti empat paket calon, yakni: &lt;br /&gt;Paket 1 (Gemar) &lt;br /&gt;drg. Gregorius Mau Bili. F, DDPH &amp; Drs. Berchmans Mau Bria, Msc&lt;br /&gt;Paket 2 (Sera)&lt;br /&gt;Drs. J. T. Ose Luan &amp; drg. Falentinus Pareira&lt;br /&gt;Paket 3 (Brita)&lt;br /&gt;Drs. Petrus Bria Seran &amp; DR. Damianus Talok, MA&lt;br /&gt;Paket 4 (Jalin)&lt;br /&gt;Drs. Joachim Lopez &amp; Ludovikus Taolin BA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Belu, Adreas Marthin Bara Lay, kepada Harian Online Kabar Indonesia, menjelaskan, bahwa selama masa kampanye tidak ada kendala yang prinsipil selain masalah-masalah kecil, seperti molornya jadwal kampanye di tempat terbuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi itupun hanya beberapa menit dari batas waktu yang telah menjadi kesepakatan bersama, dan itu bisa dimaklumi semua pihak yang terkait." katanya, saat ditemui di ruang kerjanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya besok, Jumat (18/10) ke empat paket calon akan menurunkan segala astribut yang dipasang selama masa kampanye. &lt;br /&gt;Tiga hari berikutnya (tanggal 19-21) merupakan masa-masa tenang. &lt;br /&gt;Hari Rabu, (22/10) adalah hari pemilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=26&amp;dn=20081017194544"&gt;&lt;img src="http://kabarindonesia.com/files/hoki_logo.gif" alt="KabarIndonesia.Com" width="367" height="77" border="0" longdesc="http://kabarindonesia.com/" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-9136683689932428378?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/9136683689932428378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=9136683689932428378' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/9136683689932428378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/9136683689932428378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/10/masa-kampanye-pilkada-kabupaten-belu.html' title='Masa Kampanye Pilkada Kabupaten Belu Berakhir'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-2058238862016781898</id><published>2008-10-16T05:55:00.000+08:00</published><updated>2008-10-16T05:59:22.032+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syarat islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arab saudi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukuman mati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penggal kepala'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ham'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengadilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amnesty internasional'/><title type='text'>Setahun Terakhir Arab Saudi Penggal Mati 71 Orang</title><content type='html'>Organisasi HAM internasional, Amnesty, kemarin, Selasa (14/10), mengeluarkan pernyataan, sehubungan dengan apa yang mereka anggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia di Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rilisan tersebut mengatakan dalam 8 bulan terakhir, pemerintah Arab Saudi telah melakukan eksekusi mati terhadap 71 orang teridana, termasuk perempuan dan anak-anak, atau rata-rata 2 orang perminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan terakhir itu mereka mengaku telah mendokumentasikan berbagai bukti pelanggaran HAM atas para terpidana yang telah maupun akan dieksekusi mati, yang umumnya merupakan kaum imigran miskin yang datang dari berbagai negara berkembang untuk mendapatkan pekerjaan di negara Arab tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amnesty mencatat, sekalipun pemerintah Arab Saudi telah tegas mengatakan pengadilan itu adil, namun mereka mendapati berbagai fakta dilapangan bahwa pengadilan  berat sebelah telah terjadi atas para terdakwa, yang diadili secara rahasia, tidak adil dan dalam bahasa yang sulit dipahami oleh para terpidana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi HAM ini menguatirkan keadaan ini akan semakin sering berjalan. Sebagai perbandingan, pada tahun 2006, tercatat 39 orang dieksekusi mati.&lt;br /&gt;Oleh karena itu mereka meminta kepada Pemerintah Arab Saudi untuk segera melakukan penangguhan sementara terhadap pelaksanaan hukuman mati, yang biasanya dilakukan dengan pemenggalan kepala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arab Saudi merupakan salah satu negara yang menjalankan penafsiran yang ketat hukum Islam, dimana orang-orang  yang dinyatakan bersalah karena melakukan pembunuhan, pemerkosaan,  penyeludupan narkoba dan perampokan bersenjata dipancung di muka umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amnesty mengklaim, telah melakukan pengamatan dan dokumentasi HAM terhadap pemerintah Arab Saudi dalam seperempat dasawarsa terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: www.amnesty.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-2058238862016781898?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/2058238862016781898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=2058238862016781898' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/2058238862016781898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/2058238862016781898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/10/setahun-terakhir-arab-saudi-penggal.html' title='Setahun Terakhir Arab Saudi Penggal Mati 71 Orang'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-335565711584836691</id><published>2008-10-15T01:31:00.000+08:00</published><updated>2008-10-15T01:36:14.901+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dpr'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sulut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='protestan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kristen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ruu pornografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kupang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='katolik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hindu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='denpasar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manado'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ntt'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><title type='text'>Pernyataan Ketua Panja Bernuansa Sara Saat Uji Publik RUU Pornografi DI Yogyakarta</title><content type='html'>Tim Panitia Kerja DPR RI yang diketuai oleh Balkan Kaplele mengadakan kunjungan kerja ke propinsi DIY dalam rangka Uji Publik RUU Pornografi, yang berlangsung di Kantor Gubernur DIY, kemarin, senin (13/10), berakhir tanpa keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara uji publik, yang dimulai pukul 09.45 ini sempat  memanas, sesaat setelah Albert - perwakilan masyarakat Papua- menyatakan keberatan atas beberapa pasal dalam RUU ini.&lt;br /&gt;Entah emosi apa yang mendasari pikirannya, pernyataan bernuansa SARA pun dilontarkan oleh Ketua Tim Panja RUU Pornograf ini,katanya, "Adik Albert kita sama-sama orang Timur, Belajarlah dari orang Jawa biar jadi beradab, dan menikah dengan orang Solo saja agar memperbaiki keturunan," lanjut Balkan selaku ketua tim.&lt;br /&gt;Seminggu sebelumnya, selasa (7/10), diberitakan Balkan langsung marah-marah dalam bahasa yang tak jelas bahasa apa,&lt;br /&gt; ketika oleh wartawan  disebutkan daerah-daerah yang menolak adalah Denpasar, Kupang, Jayapura, dan Manado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak ah, mana ada yang menolak. Saya menerima 267 SMS, 99 persen menerima, setuju-setuju saja," kata Balkan seusai&lt;br /&gt;bertemu Ketua DPR Agung Laksono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara uji publik yang berlangsung terbuka dengan mengundang tokoh masyarakat, akademisi, LSM/NGO, agamawan, mahasiswa, dan lapisan masyarakat lainnya ini akhirnya berakhir setelah Forum YuK! melakukan aksi walkout. &lt;br /&gt;Forum yang terdiri dari berbagai komunitas dan lembaga masyarakat di Yogyakarta ini, dengan berbagai pertimbangan, melalui juru bicaranya, Antariksa, memutuskan menolak RUU pornografi saat itu juga melalui pers conference.&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://kabarindonesia.com/berita.php?pil=26&amp;dn=20081014195225"&gt;&lt;img src="http://kabarindonesia.com/files/hoki_logo.gif" alt="KabarIndonesia.Com" width="367" height="77" border="0" longdesc="http://kabarindonesia.com/" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-335565711584836691?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/335565711584836691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=335565711584836691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/335565711584836691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/335565711584836691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/10/pernyataan-ketua-panja-bernuansa-sara.html' title='Pernyataan Ketua Panja Bernuansa Sara Saat Uji Publik RUU Pornografi DI Yogyakarta'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-8361486177337452737</id><published>2008-10-14T21:58:00.001+08:00</published><updated>2008-10-14T21:58:44.896+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='afrika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunat perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='burkina faso'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='afrika barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konferensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sunat'/><title type='text'>Tujuh Kepala Negara Perempuan Menghadiri Konferensi Anti Sunat Perempuan Se-Afrika</title><content type='html'>Konferensi anti sunat perempuan resmi dimulai kemarin, senin (13/10), di Burkina Faso, Afrika Barat. &lt;br /&gt;Konferensi yang dijadwalkan selama tiga hari itu, dihadiri oleh sekitar 30 kepala negara, tujuh diantaranya merupakan kepala negara perempuan.&lt;br /&gt;Seperti diketahui, rakyat diberbagai negara-negara Afrika merupakan pelaksana sunat perempuan yang konsisten dan telah membudaya, diduga terpicu oleh kepercayaan dalam agama yang dianut.&lt;br /&gt;Berbagai LSM serta Lembaga Dunia dibawah PBB, melaporkan, sekalipun dalam dua dasawarsa terakhir telah dimulai kampanya besar-besaran dengan diberlakukan ancaman hukuman penjara hingga lima tahun, oleh pemerintah setempat, namun disinyalir, praktek itu terus berlanjut, terutama di desa-desa.&lt;br /&gt;Beberapa sumber bahkan meyebutkan perempuan yang disunat diberbagai negara masih cukup tinggi. &lt;br /&gt;Sebagai perbandingan, di Afrika Barat saja ada lebih dari lima puluh persen, padahal negara tersebut telah melaksanakan kampanye intensif serta hukuman bagi pelaku sejak pertengahan 90an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber: &lt;a href="http://kabarindonesia.com/berita.php?pil=1&amp;dn=20081014012746"&gt;KabarIndonesia Com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kabarindonesia.com/"&gt;&lt;img src="http://kabarindonesia.com/files/hoki_logo.gif" alt="KabarIndonesia.Com" width="367" height="77" border="0" longdesc="http://kabarindonesia.com/" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-8361486177337452737?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/8361486177337452737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=8361486177337452737' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/8361486177337452737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/8361486177337452737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/10/tujuh-kepala-negara-perempuan.html' title='Tujuh Kepala Negara Perempuan Menghadiri Konferensi Anti Sunat Perempuan Se-Afrika'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-9084895516923774752</id><published>2008-10-13T23:32:00.001+08:00</published><updated>2008-10-13T23:32:27.626+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toleransi'/><title type='text'>Belajar dari Muhibah Budaya Emha-KiaiKanjeng di Deventer, Belanda</title><content type='html'>Belakangan ini kita di&lt;br /&gt;jejali dengan parade pemberitaan sepak terjang FPI oleh berbagai media massa di tanah air, terlebih setelah insiden monas 1 Juni lalu, yang menimbulkan gelombang reaksi pro maupun kontra, yang akhirnya, langsung maupun tidak langsung, telah mempengaruhi kemajemukan kehidupan berbangsa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan tak mau kalah garangnya dari itu, RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP) yang kini menjadi RUU Pornografi juga merangsek maju, setelah tertidur beberapa tahun terakhir di Senayan. Oleh Pansus Pornografi, DPR, kini sedang dalam taraf upaya uji publik, ditengah ancaman beberapa daerah yang akan memisahkan diri dari NKRI, apabila RUU itu nekat disahkan DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu jauh dari hingar-bingar sepak terjang FPI maupun pro kontra RUU Pornografi, mungkin bangsa kita perlu belajar dari masyarakat Belanda, pada laporan berikut (e-mail from jemekmime) : &lt;br /&gt;Emha Ainun Najib  &amp; Kiai&lt;br /&gt; Kanjeng diundang Hendrik Kraemer Institute &amp;&lt;br /&gt; Bezinningscentrum Protestantse&lt;br /&gt; in Nederland, ICCO &amp; KERK IN ACTIE, untuk melawat di tujuh&lt;br /&gt; kota&lt;br /&gt; (Amsterdam,Rotterdam, Zwolle, Leeuwarden, Deventer,&lt;br /&gt; Nijmegen, Etten Leur Den&lt;br /&gt; Haag).&lt;br /&gt;Ian L. Betts yang mengikuti&lt;br /&gt; lawatan ini melaporkan pada hari ke empat dari Deventer, Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deventer merupakan kota&lt;br /&gt;kecil terletak di  bagian timur Negeri&lt;br /&gt;Belanda, hampir berbatasan dengan negara jerman. Jarak dari&lt;br /&gt; Amsterdam sekitar 110 KM, ini aktifitas hari&lt;br /&gt; ke empat Emha dan Kiaikanjeng lawatan di negeri Belanda.&lt;br /&gt;Emha Ainun Najib atau yang lebih sering disapa dengan Cak Nun dan Kiai Kanjeng dijadwalkan&lt;br /&gt; oleh penyelenggara ke Deventer&lt;br /&gt;untuk menunjukkan suatu susunan dan pola pergaulan&lt;br /&gt;masyarakat yang penuh&lt;br /&gt;kerjasama dan kerukunan antara manusia apapun yang berbeda,&lt;br /&gt; kaya miskinnya,&lt;br /&gt; agamanya, kebangsaannya. "Di sini kita&lt;br /&gt;akan menemukan secara nyata bahwa kebanyakan orang Islam&lt;br /&gt; bukanlah teroris,&lt;br /&gt; sekaligus menunjukkan bahwa kebanyakan rakyat Belanda tidak&lt;br /&gt; mendukung sikap&lt;br /&gt; Geert Wilders yang barusan berusaha meributkan dunia dengan&lt;br /&gt; film 'Fitna'nya",&lt;br /&gt;kata Pendetan Jan kepada Emha. Pendeta Jan melanjutkan&lt;br /&gt; bicara "Ini rumah saya…silahkan dienakkan berada di&lt;br /&gt; sini", sambil memperkenalkan Emha kepada Orsan Arslam,&lt;br /&gt;ketua Takmir&lt;br /&gt; Masjid masyarakat Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu&lt;br /&gt; diketahui bahwa diseluruh Negeri Belanda masyarakat Turki&lt;br /&gt; sudah membangun 160&lt;br /&gt; Masjid di antara 300 lebih Masjid di seluruh Nederland.&lt;br /&gt;Selebihnya dibangun&lt;br /&gt;oleh Kaum Muslimin asal Indonesia,&lt;br /&gt; Marokko, atau Ummat Islam Belanda sendiri. Masjid&lt;br /&gt;"Merkez" (Arabnya: Al-Markaz,&lt;br /&gt; Indonesianya: Markas) itu sendiri berdiri sangat indah&lt;br /&gt; megah dengan menara&lt;br /&gt; tinggi artistik dan gabungan arsitektur Turki dan Belanda.&lt;br /&gt;Malam hari 10&lt;br /&gt;Oktober itu di salah satu hall Masjid, KiaiKanjeng akan&lt;br /&gt;berjumpa dengan&lt;br /&gt;campuran masyarakat yang berbeda-beda kebangsaan dan&lt;br /&gt;Agamanya.&lt;br /&gt; Penduduk  Deventer bukan hanya sangat ramah dan terbuka,&lt;br /&gt; tapi juga selalu berusaha untuk mendekat dan menyapa orang&lt;br /&gt; lain terlebih&lt;br /&gt; dahulu. Terkadang mereka saling menyapa dan berkomunikasi&lt;br /&gt; tanpa saling mengerti&lt;br /&gt; bahasa yang dipakai, namun  memang benar&lt;br /&gt; bahwa keikhlasan hati dan semangat persaudaraan mengatasi&lt;br /&gt;segala kendala&lt;br /&gt; bahasa. Bahkan sesekali terdengar suara tertawa sangat&lt;br /&gt;tinggi di antara mereka,&lt;br /&gt;padahal mungkin pemahaman masing-masing berbeda atas apa&lt;br /&gt; yang ditertawakan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sementara Emha dan isterinya&lt;br /&gt; Novia Kolopaking mengunjungi dua komunitas, salah satunya Promo yakni kumpulan kaum perempuan&lt;br /&gt; Muslim dan perempuan Protestan. Mereka memiliki&lt;br /&gt; program-program bersama untuk&lt;br /&gt;saling belajar mengembangkan kehidupan, ketrampilan kerja,&lt;br /&gt; pertukaran idiom&lt;br /&gt;budaya, makanan, lagu, bahkan bersama-sama melaksanakan&lt;br /&gt; program bantuan kepada&lt;br /&gt; siapapun saja yang secara sosial perlu mendapat support.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada&lt;br /&gt; tingkat komunitas, apa yang berlangsung di kalangan&lt;br /&gt; masyarakat Deventer&lt;br /&gt; mencerminkan konsep yang di Indonesia disebut&lt;br /&gt; Masyarakat Madani, di mana&lt;br /&gt; berbagai kelompok manusia yang berbeda-beda bangsa dan&lt;br /&gt; Agamanya menyusun&lt;br /&gt; semacam kode etik bersama untuk saling bersaudara, tidak&lt;br /&gt; mengganggu keyakinan&lt;br /&gt;orang lain, bekerjasama secara kebudayaan dan sosial&lt;br /&gt; ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://kabarindonesia.com/berita.php?pil=20&amp;dn=20081013163913"&gt;KabarIndonesia Com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-9084895516923774752?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/9084895516923774752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=9084895516923774752' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/9084895516923774752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/9084895516923774752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/10/belajar-dari-muhibah-budaya-emha.html' title='Belajar dari Muhibah Budaya Emha-KiaiKanjeng di Deventer, Belanda'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-3889790717676238235</id><published>2008-10-08T10:47:00.000+08:00</published><updated>2008-10-08T10:49:10.447+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dpr'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='eropa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kkn'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belanda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppi'/><title type='text'>Mahasiswa RI di Belanda Tolak Kunjungan Anggota DPR</title><content type='html'>DEN HAAG, SELASA - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda&lt;br /&gt;mengeluarkan sikap keperihatinan terkait rencana 12 anggota DPR yang&lt;br /&gt;akan melawat ke Eropa tanggal 9 hingga 13 Oktober. Pernyataan itu&lt;br /&gt;dikeluarkan Anggota Presidium PPI Belanda Yohanes Widodo kepada Persda&lt;br /&gt;Network, Selasa (8/10) di Den Haag, Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yohanes mengatakan, sebanyak 12 orang anggota DPR akan ke  Eropa&lt;br /&gt;dengan rute Jakarta, Frankfurt, Berlin, Milan, dan kembali ke Jakarta.&lt;br /&gt;Untuk itu PPI Belanda khawatir lawatan tersebut hanya untuk membalut&lt;br /&gt;agenda jalan-jalan dengan alasan studi banding ke Bank Sentral Jerman&lt;br /&gt;mengenai Peran dan Kewenangan Bank Sentral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PPI Belanda mendapat informasi bahwa perjalanan yang dibiayai dengan&lt;br /&gt;uang rakyat itu hanya resmi bekerja 1 jam untuk bertemu mitra di Bank&lt;br /&gt;Sentral Jerman. Sisanya merupakan agenda city tour dan sightseeing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi tersebut, maka PPI Belanda menyatakan sikap.&lt;br /&gt;Pertama, memboikot dan menolak kunjungan anggota DPR RI yang melakukan&lt;br /&gt;aji mumpung dengan plesiran ke luar negeri dengan kamuflase studi banding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, penolakan ini didasarkan pada pertimbangan DPR tidak memiliki&lt;br /&gt;sense of crisis di tengah kemiskinan dan utang Indonesia yang masih&lt;br /&gt;banyak. Jika sekadar studi banding dan pengumpulan data, maka tugas&lt;br /&gt;itu bisa dilakukan dan diwakilkan oleh para mahasiswa Indonesia yang&lt;br /&gt;berada di negara yang akan dikunjungi, dengan berkoordinasi dengan&lt;br /&gt;Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Atau jika tujuannya untuk belajar&lt;br /&gt;bisa dilakukan dengan cara mengundang pejabat Bank Sentral Jerman ke&lt;br /&gt;Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menyerukan para mahasiswa di Jakarta untuk menahan&lt;br /&gt;keberangkatan rombongan anggota DPR di bandara. Dan keempat,&lt;br /&gt;menyerukan para mahasiswa di Jerman untuk memboikot dan menolak&lt;br /&gt;kedatangan rombongan anggota DPR tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kegiatan plesiran anggota DPR yang dibungkus sebagai studi banding,&lt;br /&gt;menunjukkan bahwa anggota DPR sangat kebal terhadap kritik dan&lt;br /&gt;lagi-lagi menunjukkan perilaku memalukan," ujar Yohanes mewakili&lt;br /&gt;Presidium PPI Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Yon Daryono)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Persda Network&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://kompas.com/read/xml/2008/10/07/09192617/mahasiswa.ri.di.belanda.tolak.kunjungan.anggota.dpr&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-3889790717676238235?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://erensdh.wordpress.com' title='Mahasiswa RI di Belanda Tolak Kunjungan Anggota DPR'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/3889790717676238235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=3889790717676238235' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/3889790717676238235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/3889790717676238235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/10/mahasiswa-ri-di-belanda-tolak-kunjungan.html' title='Mahasiswa RI di Belanda Tolak Kunjungan Anggota DPR'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-4972094286839950584</id><published>2008-10-07T21:08:00.001+08:00</published><updated>2008-10-07T21:08:27.784+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='denpasar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manado'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kupang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ruu anti pornografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jayapura'/><title type='text'>Ketua Pansus RUU Pornografi Marah-marah</title><content type='html'>Email From: &lt;br /&gt;Agus Hamonangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, SELASA - Ketua Panitia Khusus RUU Pornografi Balkan Kaplale&lt;br /&gt;langsung 'naik darah' tanpa sebab yang jelas, saat dikonfirmasi&lt;br /&gt;tentang rencana Pansus RUU Pornografi melakukan uji publik di empat&lt;br /&gt;daerah yang kecenderungannya menolak RUU tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balkan langsung marah-marah dalam bahasa yang tak jelas bahasa apa,&lt;br /&gt;ketika disebutkan daerah-daerah yang disebut menolak. Daerah-daerah&lt;br /&gt;tersebut adalah Denpasar, Kupang, Jayapura, dan Manado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak ah, mana ada yang menolak. Saya menerima 267 SMS (pesan&lt;br /&gt;singkat), 99 persen menerima, setuju-setuju saja," kata Balkan seusai&lt;br /&gt;bertemu Ketua DPR Agung Laksono, Selasa (7/10) siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, dengan nada suara tinggi dan berteriak dia berkata, "Jangan&lt;br /&gt;apa-apa Papua, apa-apa Papua. Saya ini orang Papua!," ujarnya sambil&lt;br /&gt;terus mengomel dan masuk ke dalam lift meninggalkan wartawan. Padahal,&lt;br /&gt;sesaat sebelumnya Wakil Ketua Pansus RUU Pornografi Agung Sasongko&lt;br /&gt;mengatakan, selain di empat daerah yang mendukung, uji publik juga&lt;br /&gt;akan dilakukan di Denpasar, Kupang, Jayapura, dan Manado, daerah yang&lt;br /&gt;selama ini menolak keras lahirnya RUU Pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan adanya uji di daerah yang menolak akan menjadi pembanding,&lt;br /&gt;yang menerima dan menolak masukannya gimana, sehingga proses draftnya&lt;br /&gt;lebih bagus. Kalau sekarang kan hanya di daerah-daerah yang cenderung&lt;br /&gt;menerima," kata Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan uji publik akan dilakukan, Agung menyatakan belum ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/07/14505116/ketua.pansus.ruu.pornografi.marah-marah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-4972094286839950584?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/4972094286839950584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=4972094286839950584' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/4972094286839950584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/4972094286839950584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/10/ketua-pansus-ruu-pornografi-marah-marah.html' title='Ketua Pansus RUU Pornografi Marah-marah'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-510855853908666008</id><published>2008-10-01T05:19:00.000+08:00</published><updated>2008-10-01T05:21:40.105+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fpi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gus Dur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teror'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teroris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekerasan'/><title type='text'>Mengapa FPI Memakai Jubah Agama Dalam Gerakan-Gerakan Yang Berbau Kekerasan?</title><content type='html'>Hanya sebuah pertanyaan&lt;br /&gt;di:&lt;br /&gt;http://pormadi.wordpress.com/2008/09/26/aksi-pelemparan-batu-oleh-fpi/#comment-12384&lt;br /&gt;Sangat disayangkan, fpi seakan-akan ingin terdepan dalam mencitrakan Islam sebagai agama yang berlandaskan kekerasan. Apakah fpi ini sebuah fenomena gerakan penghancuran Islam dengan cara menggunting dalam lipatan? Ataukah mereka demikian karena berharap mendapat publikasi gratis, tanpa biaya sepersen pun? Atau berharap mendapat kucuran dana dari lembaga-lembaga anti damai yang hanya bisa eksis dengan gerakan-gerakan teror? Sayangnya mengapa agama yang dipakai? Sayangnya mengapa gerakan-gerakan kekerasan fpi justru mendapat simpati yang luas? Apakah ini pribadi, watak dan impian kita?&lt;br /&gt;Orang-orang seperti Gus Dur yang membuat wangi semerbak Islam justru selalu dicurigai, selalu dituduh anti Islam, mengapa?&lt;br /&gt;Dulu ada propaganda anti PKI, karena gerakan-gerakan mereka penuh kekerasan, penuh pemaksaan, pembunuhan dan sebagainya, apakah fpi terinspirasi dari itu?&lt;br /&gt;Sekali-lagi, mengapa agama yang dipakai?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-510855853908666008?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/510855853908666008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=510855853908666008' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/510855853908666008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/510855853908666008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/10/mengapa-fpi-memakai-jubah-agama-dalam.html' title='Mengapa FPI Memakai Jubah Agama Dalam Gerakan-Gerakan Yang Berbau Kekerasan?'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-2432580571698930032</id><published>2008-09-28T06:13:00.000+08:00</published><updated>2008-09-28T06:15:10.879+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ria'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='atambua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meninggal dunia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='malpraktek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kabupaten belu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diare'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puskesmas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='paramedis'/><title type='text'>In Memorial Ria</title><content type='html'>28 September 2007, setahun yang lalu, seseorang yang paling aku sayangi, dia pergi untuk selamanya, meninggalkan aku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ria..&lt;br /&gt;Setahun yang lalu, kamu berjuang, gigih melawan penderitaan, sakit, yang mungkin teramat sepele. Namun karena kelalaian dokter dalam mengdiagnosa, plus, juga karena kelalaian petugas puskesmas dalam memberikan obat, akhirnya membuat dirimu, seorang diri harus melawan penyakit itu. Aku tau, kamu bahkan,  juga terpaksa harus berhadapan dengan kesalahan obat yang diberikan oleh dokter, yang turut menyulitkan perjuanganmu. &lt;br /&gt;Memang, akhirnya kamu kalah, setelah empat hari berjuang dengan kegigihan yang luar biasa. &lt;br /&gt;Ria, walaupun baru sembilan bulan kurang dua hari, umurmu saat itu, namun kamu hebat dalam mempertahankan dirimu dari kekejaman diare, serta komplikasi hebat karena kesalahan dokter itu. &lt;br /&gt;Ria, aku kagum, melihat betapa gigihnya kamu, yang mau terus menetek pada ibumu, bahkan yang mau terus saja menerima suapan air gula garam yang disuapkan padamu, bahkan marah, protes, tanpa tangis saat ibumu melepaskan teteknya. Kamu seakan-akan mengerti, bahwa tubuhmu membutuhkan cairan yang banyak demi menggantikan cairan tubuh akibat dehidrasi karena diare.&lt;br /&gt;Bahkan saat-saat tubuhmu megalami kekejangan pun, kamu masih terus kuat menghisap asi, sekalipun tubuhmu,dan mulutmu mengalami kekejangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu memang luar biasa, dalam mempertahankan hidupmu, seakan-akan kamu memahami, bahwa kami sangat membutuhkanmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ria andai kamu bisa mengontrol gerak detak jantungmu, walaupun sedikit saja, kamu pasti tidak akan pernah kalah melawan diare dan komplikasi karena obat yang laknat itu, walaupun nanti,  perjalanan rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah Atambua, yang membutuhkan perjalanan yang melelahkan, lebih kurang empat jam lamanya. &lt;br /&gt;Namun saat dalam perjalanan, dengan ambulance, tanpa bantuan infus, yang baru sejam itu, saat itulah saat penghabisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamamu berceritera, diakhir hembusan nafasmu pun kamu masih angkat tangan dan mengayunkan seperti biasa saat kamu melambaikan salam pada orang yang menggodamu, kamu masih memanggil mama-papa.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Ria..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila bisa, jagalah mamamu, papamu, kakak-kakakmu serta saudara kembarmu, Rio, dalam perjuangan hidup ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ria, maafkan kami yang tidak mampu membantumu. &lt;br /&gt;Juga dokter, perawat, petugas puskesmas, maupun kepala puskesmas kecamatan Sasi Tamean, Kabupaten Belu, yang tidak cepat tanggap dan salah dalam menanganimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan, kamu akan menjadi kenangan indah kami, karena kamu cerdas, sabar dan selalu penuh canda-ceria..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan, kamu akan tetap hidup di hati ini..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-2432580571698930032?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/2432580571698930032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=2432580571698930032' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/2432580571698930032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/2432580571698930032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/09/in-memorial-ria.html' title='In Memorial Ria'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-6610721528725265265</id><published>2008-09-26T12:35:00.000+08:00</published><updated>2008-09-26T12:41:55.789+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pameran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembangunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kefamenanu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karnaval'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='noetoko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Onder af deeling Noord Midden Timor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gabriel manek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ttu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bupati'/><title type='text'>Karnaval, Ikrar Dan Peluncuran Logo Emas Mewarnai Penutupan Pameran Pembangunan Kefamenanu</title><content type='html'>Kefamenanu, pameran pembangunan, seni dan budaya, dalam rangka memperingati 86 tahun lahirnya Kota Kefamenanu dan 100 tahun terbentuknya Kabupaten Timor Tengah Utara (Onder af deeling Noord Midden Timor), akhirnya berakhir, setelah semalam, Selasa (22/9), ditutup oleh Bupati Timor Tengah Utara, Gabriel Manek.&lt;br /&gt;Penutupan pameran pembangunan yang telah berlangsung sepanjang 12 hari, sejak 10 September itu dihadiri oleh para undangan dan ribuan masyarakat Timor Tengah Utara, yang memadati lapangan Oemanu.&lt;br /&gt;Penutupan yang sekaligus juga ditandai dengan  peluncuran Logo Emas Kabupaten Timor Tengah Utara dan pembacaan naskah Ikrar Emas Kabupaten Timor Tengah Utara oleh Gabriel Manek yang merupakan tekad dan janji dari perumusan kehendak masyarakat Timor Tengah Utara, untuk menjadikan Kabupaten Timor Tengah Utara  sebagai rumah tinggal bersama   bagi semua etnis yang berada di dalamnya. &lt;br /&gt;Prosesi penutupan itu dimulai dengan pelepasan karnaval seni dan budaya oleh Gabriel Manek, dari depan rumah jabatan bupati, sederet disisinya juga masih tegak berdiri bangunan bersejarah peninggalan Belanda, yakni kantor Onder afdeeling Noord Midden Timor, yang dibangun pada tahun 1923, setahun setelah berpindahnya pusat pemerintahan Belanda, Onder af deeling Noord Midden Timor, yang sebelumya, sejak 1908 beribukota Noetoko.   &lt;br /&gt;Karnaval yang diperkirakan, diikuti oleh hampir dua ribuan masyarakat sekabupaten Timor Tengah Utara dengan berbagai kelengkapan seni dan budaya itu, melewati ruas jalan Kartini, El Tari, A. yani dan P. B. Sudirman dan berakhir di lapangan Oemanu, depan kantor Bupati Timor Tengah Utara.&lt;br /&gt;Pantauan kami, sepanjang jalan yang dilalui karnaval, ribuan masyarakat telah  berdiri menanti  dengan sabar, penuh antusias untuk  menikmati berbagai atraksi, suguhan-suguhan yang cukup memikat dari keberagaman seni dan budaya, yang ditampikan dalam pakaian adat, seni musik maupun tarian, dari berbagai etnis di Indonesia, yang mendiami Kabupaten Timor Tengah Utara. &lt;br /&gt;Etnis Ende, misalnya, sangat memukau dengan tarian Ja'i-nya, etnis Alor dengan tarian semangat perangnya, maupun etnis Bali dengan Legong topeng-nya. Demikian juga suku-suku lainnya, seperti Sabu, Belu, Rote, Batak, Jawa maupun suku-suku asli sekabupaten Timor Tengah Utara, juga turut menyemarakan parade seni budaya tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-6610721528725265265?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/6610721528725265265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=6610721528725265265' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/6610721528725265265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/6610721528725265265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/09/karnaval-ikrar-dan-peluncuran-logo-emas.html' title='Karnaval, Ikrar Dan Peluncuran Logo Emas Mewarnai Penutupan Pameran Pembangunan Kefamenanu'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-4307699827655600435</id><published>2008-09-26T03:17:00.000+08:00</published><updated>2008-09-26T03:21:37.284+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='simbol agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kristen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='padang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='busana muslim'/><title type='text'>Tanggapan atas laporan dari Padang: Siswi-Siwi Kristen Pun Terpaksa Pakai Jilbab.</title><content type='html'>Tanggapan atas laporan dari Padang: Siswi-Siwi Kristen Pun Terpaksa Pakai Jilbab.&lt;br /&gt;http://guntur.name/2008/04/12/laporan-dari-padang-siswi-siswi-kristen-pun-terpaksa-pakai-jilbab/#comment-3119&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir, memakai jilbab apa salahnya? Bila umat Muslim bisa, mengapa umat Kristen tidak? Apa persoalannya? Apakah iman seseorang itu tertuang pada busana yang ia kenakan? Busana hanyalah busana, bukan hati. &lt;br /&gt;Cobalah umat Kristen memahami, apapun seperti apa busana itu-adalah tetap busana.&lt;br /&gt;Apakah saya salah ketika mencermati isi injil-ajaran Kristus, lalu menyimpulkan bahwa Kristus mengajarkan pada Umat manusia untuk melaksanakan kehendak Allah dengan ROH dan KEBENARAN?Jadi bukan pada ritual, gedung gereja maupun busana.&lt;br /&gt;Tidak lucu kalau anda yang mengaku Kristen tapi justru menjadi batu sandungan bagi orang lain (menimbulkan dosa bagi orang lain), antara lain dengan busana.&lt;br /&gt;Tanks atas kesempatannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-4307699827655600435?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://guntur.name/2008/04/12/laporan-dari-padang-siswi-siswi-kristen-pun-terpaksa-pakai-jilbab/#comment-3119' title='Tanggapan atas laporan dari Padang: Siswi-Siwi Kristen Pun Terpaksa Pakai Jilbab.'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/4307699827655600435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=4307699827655600435' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/4307699827655600435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/4307699827655600435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/09/tanggapan-atas-laporan-dari-padang.html' title='Tanggapan atas laporan dari Padang: Siswi-Siwi Kristen Pun Terpaksa Pakai Jilbab.'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-103034480348199280</id><published>2008-09-25T20:11:00.000+08:00</published><updated>2008-09-25T20:17:09.607+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fpi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='banser'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akkbb'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teroris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekerasan'/><title type='text'>Aksi pelemparan batu oleh FPI</title><content type='html'>Rekan AKKBB,&lt;br /&gt;Hari ini, Kamis 25 September 2008, terjadi aksi pelemparan batu oleh FPI&lt;br /&gt;kepada para aktivis AKKBB.&lt;br /&gt;Peristiwa diawali dengan penolakan AKKBB untuk melanjutkan persidangan&lt;br /&gt;karena tidak adanya jaminan keamanan kepada para saksi.  Untuk menegaskan&lt;br /&gt;sikap ini, kami melakukan Konferensi Pers. Setelah konfpress selesai dan&lt;br /&gt;kami beranjak meninggalkan pengadilan, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul&lt;br /&gt;segerombolan FPI berlari dan melakukan aksi pelemparan batu.  Sebagian rekan&lt;br /&gt;AKKBB masuk dan berlindung di Gedung PELNI yang lokasinya tidak jauh dari&lt;br /&gt;pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANSER NU yang bertugas menjaga keamanan AKKBB, mencoba bertahan.  Namun&lt;br /&gt;karena FPI terus melakukan pelemparan batu, akhirnya Banserp pun membalas&lt;br /&gt;sehingga terjadi baku lempar antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi tidak bertindak tegas, padalah keadaan sudah genting. Akibatnya,&lt;br /&gt;salah seorang anggota Banser yang bernama Hardi mengalami luka kepala&lt;br /&gt;bocor.  Santri Gus Nuril tersebut dilarikan ke R.S Tarakan oleh Hendrik dari&lt;br /&gt;PBHI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sekilas info AKKBB&lt;br /&gt;Mohon dukungan rekan-rekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;ICRP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-103034480348199280?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/103034480348199280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=103034480348199280' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/103034480348199280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/103034480348199280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/09/aksi-pelemparan-batu-oleh-fpi.html' title='Aksi pelemparan batu oleh FPI'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-3423792450340625999</id><published>2008-09-21T06:38:00.001+08:00</published><updated>2008-09-23T12:28:33.630+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uu no. 40 thn. 99'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makasar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pers'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sulawesi selatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pidana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kriminal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebebasan pers'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aji'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jurnalis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kapolda'/><title type='text'>Himbauan kriminalisasikan pers, Kapolda Sulsel mempolisikan wartawan di kantornya.</title><content type='html'>Email yang saya terima hari ini, sabtu (20/9), juga seperti yang diberitakan  koran daerah Tribun dan beberapa media lainnya, di Makasar, bahwa pemeriksaan terhadap Upi Asmaradhana telah dilakukan di Markas Polda Sulselbar, yang berlokasi di jalan Perintis Kemerdekaan, sekitar km 16, Makasar, Rabu (17/9).&lt;br /&gt;Pemeriksaan yang berlangsung sekitar lebih dari 6 jam itu, dimulai sekitar pukul 11.00 wita hingga saat menjelang detik-detik berbuka puasa.&lt;br /&gt;Dilaporkan bahwa pemeriksaan terhadap Ketua Koordinator Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalisasi, yang dilakukan pada salah satu ruangan di lantai satu gedung Reskrim Polda Sulsel itu di dampingi sejumlah advokat dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Makasar, yang sehari sebelumnya bersama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (16/9), telah menggelar jumpa pers dengan pernyataan tekad dan kesediaan siap membantu, mulai dari pemeriksaan kepolisian hingga putusan pengadilan.&lt;br /&gt;Pemeriksaan yang hanya diberi kesempatan istirahat saat waktu salat lohor dan asar itu, juga didampingi sejumlah jurnalis dari berbagai media cetak dan elektronik yang tergabung dalam Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalisasi Pers Makassar.&lt;br /&gt;Upi, yang juga tercatat sebagai anggota Aliansi Jurnalis Indepen (AJI), masih diperiksa sebagai saksi terkait konflik jurnalis Makassar dengan Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Polisi Sisno Adiwinoto, yang telah telah melaporkan Upi atas  tuduhan penghasutan dan pemfitnahan sebagaimana yang diatur dalam KUHP, pasal 160, pasal 311 ayat 1 dan pasal 317 ayat 1.&lt;br /&gt;Seperti diberitakan bahwa pelaporan itu sendiri berawal dari aksi-aksi Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalisasi Pers Makassar yang aktif menggelar demo dan membuat pernyataan sikap menentang atas pernyataan Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Polisi Sisno Adiwinoto, yang dalam beberapa kesempatan didepan umum, mengatakan bahwa jika publik merasa dirugikan oleh pemberitaan media massa, tak perlu dibalas dengan surat pembaca, melainkan bisa langsung dilaporkan ke polisi dan dipidana. &lt;br /&gt;Sedangkan tuntutan aksi perlawanan koalisi itu sendiri berdasar pada&lt;br /&gt;UU No. 40 thn. 99 tentang Pers, yang telah mengatur tentang ketentuan pidana, hak tolak, koreksi maupun hak jawab, yang lalu melaporkan Sisno ke Kompolnas, DPR RI, Komnas HAM, Dewan Pers, dan ke Presiden RI SBY melalui juru bicaranya Andi Alifian Mallarangeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(diolah dari berbagai sumber dan email mohon dukungan forum Komnas HAM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://kabarindonesia.com/berita.php?pil=14&amp;dn=20080920111221&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-3423792450340625999?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/3423792450340625999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=3423792450340625999' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/3423792450340625999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/3423792450340625999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/09/himbauan-kriminalisasikan-pers-kapolda.html' title='Himbauan kriminalisasikan pers, Kapolda Sulsel mempolisikan wartawan di kantornya.'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-3902593311666160896</id><published>2008-09-20T13:17:00.001+08:00</published><updated>2008-09-20T13:17:57.274+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keadilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mayoritas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='minoritas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kristen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pinang Ranti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ham'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DKI Jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskriminasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wali kota jakarta timur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komentar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stt setia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jakarta Timur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampung Pulo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sara'/><title type='text'>walikota Jakarta Timur: warga minoritas agar tau keberadaannya</title><content type='html'>Mengomentari&lt;br /&gt;http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/08/07/walikota-jaktim-harus-pelajari-lagi-pancasila/&lt;br /&gt;Berkaitan dengan penyataan Wali Kota Jakarta Timur:  warga minoritas agar tau keberadaannya.&lt;br /&gt;Buntut dari penyerbuan masyarakat sekitar Kampung Pulo, Pinang Ranti, Jakarta Timur, DKI Jakarta terhadap Sekolah Tingi Teologia SETIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi hati nurani, memang patut disesali apabila walikota Jakarta Timur,  H. Murdhani bersikap demikian. &lt;br /&gt;Nuansa berpolitiknya jelas menunjukan kerendahan martabatnya sebagai manusia yang bernurani. Dari sisi HAM, jelas ia melanggar kaidah, tapi apalah gunanya kalau memang ia dan mayoritas menghendaki demikian. &lt;br /&gt;Andai  pak  H. Murdhani tengah mencoba memasuki ranah politik dengan memanfaatkan situasi,  ya, jelas ia tidak salah, sebab dalam demokrasi, kita, yang dilegitimasi adalah mayoritas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bahwa banyak para politisi kita, sepeti (lagi-lagi) pak  H. Murdhani, sepertinya menyadari betul bagaimana kondisi mayarakat sekitarnya, (lalu) mau memanfaatkan itu, sekali lagi, apa salahnya?&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya (kembali ke hati nurani) masyarakat kita sebenarnya butuh bimbingan yang benar (HAM). Mungkin seperti tanggung jawab kepala rumah tangga terhadap isteri maupun anak-anaknya, demi kebaikan mereka, adalah bermoral bila kita memarahi atau bahkan menghukum bila mereka (isteri atau anak-anak) melakukan kesalahan, ya, tentu saja bila kita tidak terlibat atau merekayasa  kesalahan itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekali lagi, apalah artinya,  PANCASILA, HAM, HATI NURANI dan moralitas-moralitas universal lainnya apabila watak kita telah terjebak dalam prinsip; lu-lu beta-beta, asal beta suka, asal kita untung, yang penting kita menang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah artinya kalau ego kita telah menjadi allah dalam segala hal? &lt;br /&gt;Apalah artinya lagi NKRI kalau agama telah menjadi Allah itu sendiri? Apa pedulinya?&lt;br /&gt;Saya mau tutup komentar ini hanya dengan kalimat: masih lebih baik HAM menjadi agama atau Allah, karena masih bisa lebih adil bagi semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: HAM (Hak  asasi manusia) adalah hak-hak yang telah dimiliki seseorang sejak ia lahir dan merupakan pemberian dari Tuhan. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh hak asasi manusia (HAM):&lt;br /&gt;* Hak untuk hidup.&lt;br /&gt;* Hak untuk memperoleh pendidikan.&lt;br /&gt;* Hak untuk hidup bersama-sama seperti orang lain.&lt;br /&gt;* Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama.&lt;br /&gt;* Hak untuk mendapatkan pekerjaan.&lt;br /&gt;(http://id.wikipedia.org/wiki/HAM)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-3902593311666160896?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/3902593311666160896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=3902593311666160896' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/3902593311666160896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/3902593311666160896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/09/walikota-jakarta-timur-warga-minoritas.html' title='walikota Jakarta Timur: warga minoritas agar tau keberadaannya'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-7671692802672173422</id><published>2008-09-17T05:59:00.000+08:00</published><updated>2008-09-17T06:02:07.286+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengetahuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ponsel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gprs'/><title type='text'>Ponsel, dunia dalam genggaman!</title><content type='html'>Orang bilang,  sekarang, dunia dalam genggaman, itu kata-kata yang cukup sering kita dengar.&lt;br /&gt;Dunia dalam genggaman... Bila itu dimaksudkan dengan  informasi dan telekomunikasi, rasanya tidak ada salahnya, sangat benar bahkan! Bagaimana tidak, dengan sebuah perangkat mungil yang dikenal sebagai telephon genggam alias handphone, yang disingkat  hp, atau lain orang bilang telephon seluler, yang lagi-lagi disingkat menjadi ponsel,  kita bisa melakukan berbagai aktifitas. Misalnya kita bisa saling berkomunikasi dua arah, bahkan bisa saling bertatap  muka! &lt;br /&gt;Misalnya lainnya, kita bisa mentransfer uang dari satu rekening ke rekening lainnnya, tanpa mendatangi dan antre di bank, ada lagi, kita bisa membaca harian Kompas, Suara Pembaharuan atau majalah Tempo, hanya dengan mengotak-atik perangkat digital yang sudah tertanam berbagai fungsi komputer itu. Mau misal yang lain lagi? Ada, banyak lagi kok, dengar musik, noton film, noton tv, dengar radio, dengar lagu, main game. Jangan lupa, buat film juga oke, jadikan album photo, lagu, film juga oke banget. Ponsel juga bisa dijadikan kamus bahasa, Qur'an, Injil, bahkan degan ponsel kita bisa melakukan pemetaan atau memandang permukaan bumi dari suatu ketinggian dengan cukup terperinci. Hebat yaa! &lt;br /&gt;Belum cukup disitu, karena kemampuannya masih seabrek-abrek banyaknya yang teramat panjang untuk dibilang.&lt;br /&gt;Sudah ya, aku capek  ketik, maklum pake ponsel nih!&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya aku hanya mau jelaskan cara seting gprs pada ponsel, sebab gprs adalah persyaratan mutlak untuk berinternet.&lt;br /&gt;Ini buat &lt;br /&gt;+6285339009460, yang telah bertanya lewat sms, tentang bagaimana cara mennyeting internet pada ponsel, cara mudahnya adalah dengan on the air.&lt;br /&gt;Untuk im3 dan mentari, buatkan sms dengan contoh konsep: GPRS NOKIA N70, kirim ke 3939 atau 3000 (NOKIA N70 adalah contoh yang aku pakai) selanjutnya tunggu perintah operator.&lt;br /&gt;Simpati dan As, buatkan sms: S NOKIA N70, kirim ke 5432 (NOKIA N70 adalah contoh yang aku pakai), selanjutnya tunggu perintah operator.&lt;br /&gt;Udah ya, semoga bisa!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-7671692802672173422?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/7671692802672173422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=7671692802672173422' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/7671692802672173422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/7671692802672173422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/09/ponsel-dunia-dalam-genggaman.html' title='Ponsel, dunia dalam genggaman!'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-8920703613439219627</id><published>2008-09-12T00:03:00.000+08:00</published><updated>2008-09-12T00:07:41.067+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pameran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembangunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kefamenanu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><title type='text'>Pameran Pembangunan, Seni dan Budaya Kefamenanu</title><content type='html'>Kefamenanu, kamis (11/9). Antusiasme masyarakat Kota Kefamenanu dan sekitarnya untuk mengunjungi pameran pembangunan, seni dan kebudayaan benar-benar sangat luar biasa.&lt;br /&gt;Seperti yang penulis saksikan, malam kedua, di lapangan Oemanu, depan alun-alun kantor Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara, benar-benar tumpah ruah oleh pengunjung dari berbagai kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, Rabu (10/9), Bupati Timor Tangah Utara, Gabriel Manek, telah menyatakan dengan resmi dimulainya pameran pembangunan, seni, dan kebudayaan, dalam rangka menyambut hari ulang tahun Kota Kefamenanu (22/9),  yang di tandai dengan pemukulan gong dan pembakaran kembang api bersama  para Muspida Kabupaten Timor Tengah Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran akan berlangsung selama hampir dua pekan hingga 22 September, nanti, yang bertepatan dengan hut kota Kefamenanu, yang ke 86.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-8920703613439219627?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/8920703613439219627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=8920703613439219627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/8920703613439219627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/8920703613439219627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/09/pameran-pembangunan-seni-dan-budaya.html' title='Pameran Pembangunan, Seni dan Budaya Kefamenanu'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-3891260755344299499</id><published>2008-09-11T12:10:00.000+08:00</published><updated>2008-09-11T12:14:04.760+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korban kecelakaan kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='upah pekerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kefamenanu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nakertrans'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jamsostek'/><title type='text'>Korban Kecelakaan Kerja, Niko Kono, lebih 18 tahun bekerja, cuma digaji  Rp. 350.000, per bulan</title><content type='html'>Kefamenanu, Rabu (10/9).&lt;br /&gt;Niko Kono (51), Asal desa Nian kecamatan Miomaffo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, karyawan CV Remaja Karya, kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, yang tewas dalam kecelakaan kerja,  tenyata hanya digaji sebesar Rp.350.000, per bulan, padahal ia telah bekerja diatas delapan belas tahun.  Hal itu diungkap Kresensia Kono, anak pertama korban saat melaporkan kejadian kecelakaan kerja tersebut bersama Kepala Desa setempat, kepada Drs. Burhan Venansius, Kasi Informasi Pasar Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Nakertrans Kabupaten Timor Tengah Utara, kemaren, Selasa (9/9).&lt;br /&gt;Seperti yang diberitakan Koran Online Kabar Indonesia, kamis (6/9), menyebutkan bahwa, korban tewas  saat ia sedang memperbaiki  sistem hidrolik pengangkat bak  truk Toyota Diesel, ketika tiba-tiba saja sistim hidroliknya loss, seketika saja bak truk besi itu jatuh menimpa tubuhnya sehingga ia tergencet antara bak dan casis truk, yang menyebabkan korban tewas seketika itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venansius mengatakan bahwa Perusahan Tersebut kemungkinan tidak mengikut sertakan tenaga kerjanya  sesuai amanah Undang-undang Republik Indonesia No. 3 Thn 1992, Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja, sehingga peristiwa kecelakaan kerja pada lokasi proyek tersebut tidak dilaporkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara data yang berhasil dihimpun lewat wawancara terhadap beberapa orang yang mengenal korban menyebutkan bahwa korban telah bekerja lebih dari 18 tahun pada pemilik perusahan tersebut sebagai sopir sekaligus sebagai teknisi mesin untuk setiap kendaraan yang disopirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sumber menyebutkan beberapa tahun terakhir almarhum sekaligus menangani 3 truk Toyota diesel yang selama ini dipercayakan oleh majikannya, yang ditempatkan di rumah almarhum.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;seperti yang wartawan saksikan, di samping rumahnya memang tergeletak satu buah rangka sasis bus pabrikan Mercedes, lengkap mesin dan ban-bannya, namun tanpa body. Menurut berbagai sumber yang di temui, almarhum telah menjadi sopir bus ini sejak tahun 1990. Sedangkan di  depan rumahnya ada satu unit truk Toyota Diesel, dua yang lainnya ada di lokasi proyek, salah satunya adalah penyebab kecelakaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu Kresensia juga menceriterakan bahwa pimpinan perusahan tersebut telah meberikan satu buah peti mati untuk penguburan ayahnya, selain dua karung beras dan uang Rp. 100.000,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=14&amp;dn=20080910210506&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-3891260755344299499?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/3891260755344299499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=3891260755344299499' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/3891260755344299499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/3891260755344299499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/09/korban-kecelakaan-kerja-niko-kono-lebih.html' title='Korban Kecelakaan Kerja, Niko Kono, lebih 18 tahun bekerja, cuma digaji  Rp. 350.000, per bulan'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-4840011072739568362</id><published>2008-09-10T05:17:00.000+08:00</published><updated>2008-09-10T05:20:34.156+08:00</updated><title type='text'>Frasa atau Frase</title><content type='html'>Artikel ini ku pastekan dari Wikipedia buat Titi dkk (sma dua kefamenanu), yang lagi bingung ngerjakan pr-nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frasa atau frase adalah sebuah istilah linguistik. Lebih tepatnya, frase merupakan satuan linguistik yang lebih besar dari kata dan lebih kecil dari klausa dan kalimat. Frase adalah kumpulan kata nonpredikatif. Artinya frase tidak memiliki predikat dalam strukturnya. Itu yang membedakan frase dari klausa dan kalimat. Simak beberapa contoh frase di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* ayam hitam saya&lt;br /&gt;* ayam hitam&lt;br /&gt;* ayam saya&lt;br /&gt;* rumah besar itu&lt;br /&gt;* rumah besar putih itu&lt;br /&gt;* rumah besar di atas puncak gunung itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konstruksi frase-frase di atas, tidak ada predikat. Lihat perbedaannya dibandingkan dengan beberapa klausa di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* ayam saya hitam&lt;br /&gt;* rumah itu besar&lt;br /&gt;* rumah besar itu putih&lt;br /&gt;* rumah putih itu besar&lt;br /&gt;* rumah besar itu di atas puncak gunung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konstruksi-konstruksi klausa di atas, hitam, besar, putih, besar, dan di atas puncak gunung adalah predikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FRASE DAN KATA MAJEMUK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frase kerap dibedakan dengan kata majemuk. Makna frase tidak berbeda dengan makna kata yang menjadi kepala/inti frase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meja hitam tetaplah bermakna meja, tetapi ditambahkan pewatas sifat hitam.&lt;br /&gt;Meja kayu juga tetap meja, tetapi ditambahkan makna pewatas kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, kata majemuk memiliki makna yang sangat jauh berbeda dengan makna kata-kata yang menjadi unsur-unsurnya, sehingga kata majemuk kerap disebut memiliki makna idiomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meja hijau dalam bahasa Indonesia lebih bermakna 'sidang atau pengadilan', bukan semata-mata meja yang berwarna hijau.&lt;br /&gt;Tangan besi lebih bermakna kepemimpinan yang keras alih-alih tangan yang terbuat dari besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis frasa:&lt;br /&gt;1 ... adverbial&lt;br /&gt;2 ... adjektival&lt;br /&gt;3 ... apositif&lt;br /&gt;4 ... ekosentris&lt;br /&gt;5 ... endosentris&lt;br /&gt;6 ... nominal&lt;br /&gt;7 ... parataktis&lt;br /&gt;8 ... preposisional&lt;br /&gt;9 ... verbal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Frasa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-4840011072739568362?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/4840011072739568362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=4840011072739568362' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/4840011072739568362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/4840011072739568362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/09/frasa-atau-frase.html' title='Frasa atau Frase'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-3353725877266015694</id><published>2008-09-06T07:31:00.000+08:00</published><updated>2008-09-06T07:36:39.618+08:00</updated><title type='text'>Tergencet bak truk, sopir mati menggenaskan.</title><content type='html'>Kefamenanu, jumat (5/9)  Kecelakaan tragis kembali menimpa karyawan CV Remaja Karya, Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, sekitar jam 07.00 wita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Niko Kono (51), Asal desa Nian kecamatan Miomaffo Tengah,  yang telah menjadi karyawan (sopir) selama 20an tahun ini mengalami nasib tragis, saat ia sedang memperbaiki selang pada sistem hidrolik pengangkat bak truk Toyota Diesel, ketika tiba-tiba saja sistim hidroliknya loss, seketika saja bak truk besi itu jatuh menimpa tubuhnya sehingga ia tergencet antara bak dan casis truk. Diduga korban mati seketika itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi datang setelah lebih kurang dua jam kemudian di lokasi,  Desa Tubu, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara, lalu bersama-sama masyarakat sekitar berhasil melepaskan korban dari jepitan bak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rumah duka, yang juga milik korban, diperoleh informasi bahwa istri korban baru saja meninggal dunia empat bulan yang lalu. Sementara anak-anaknya yang berjumlah lima orang, semuanya masih bersekolah, yang bungsu masih menduduki sekolah dasar. &lt;br /&gt;Beberapa tetangga korban yang tidak bersedia menyebut namanya, mengatakan bahwa kondisi truk Toyota Diesel tesebut sudah kurang layak jalan, sehingga sering diperbaiki oleh korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan CV. Remaja Karya, saat hendak dikonfirmasi, nampaknya enggan untuk ditemui, bahkan salah seorang karyawan yang hendak ditanya pun dipanggil masuk.&lt;br /&gt;Klop dengan cerita tetangga korban yang mengatakan bos (pemilik CV. remaja Karya, red) meminta supaya ini jangan diungkap dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://www.kabarindonesia.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-3353725877266015694?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/3353725877266015694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=3353725877266015694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/3353725877266015694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/3353725877266015694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/09/tergencet-bak-truk-sopir-mati.html' title='Tergencet bak truk, sopir mati menggenaskan.'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-5691857493335709258</id><published>2008-09-06T07:08:00.001+08:00</published><updated>2008-09-06T07:08:52.470+08:00</updated><title type='text'>Peristiwa Rengasdengklok</title><content type='html'>Artikel ini aku copy paste kan dari Wikipedia untuk Raffly yang katanya gak mau ribet-ribet mencari artikel untuk pr sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Rengasdengklok, adalah peristiwa dimulai dari penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda a.l. Adam Malik dan Chaerul Saleh dari Menteng 31 terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.30. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa atau lebih tepatnya diamankan ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan  sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Akhmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi desakan tersebut, Soekarno dan Hatta tetap tidak berubah pendirian. Sementara itu di Jakarta, Chairul dan kawan-kawan telah menyusun rencana untuk merebut kekuasaan. Tetapi apa yang telah direncanakan tidak berhasil dijalankan karena tidak semua anggota PETA mendukung rencana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Bung Karno dan Bung Hatta pada hari Kamis, 16 Agustus 1945 di Rengasdengklok, di rumah Djiaw Kie Siong. Naskah teks proklamasi sudah ditulis di rumah itu. Bendera Merah Putih sudah dikibarkan para pejuang Rengasdengklok pada Rabu tanggal 15 Agustus, karena mereka tahu esok harinya Indonesia akan merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak mendapat berita dari Jakarta, maka Jusuf Kunto dikirim untuk berunding dengan pemuda-pemuda yang ada di Jakarta. Namun sesampainya di Jakarta, Kunto hanya menemui Mr. Achmad Soebardjo, kemudian Kunto dan Achmad Soebardjo ke Rangasdengklok untuk menjemput Soekarno, Hatta, Fatmawati dan Guntur. Achmad Soebardjo mengundang Bung Karno dan Hatta berangkat ke Jakarta untuk membacakan proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56. Pada tanggal 16 tengah malam rombongan tersebut sampai di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 pernyataan proklamasi dikumandangkan dengan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diketik oleh Sayuti Melik menggunakan mesin ketik yang dipinjam (tepatnya sebetulnya diambil) dari kantor Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jerman, Mayor Laut Dr. Kandeler.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Latar belakang &lt;br /&gt;Pada waktu itu Soekarno dan Moh. Hatta, tokoh-tokoh menginginkan agar proklamasi dilakukan melalui PPKI, sementara golongan pemuda menginginkan agar proklamasi dilakukan secepatnya tanpa melalui PPKI yang dianggap sebagai badan buatan Jepang. Selain itu, hal tersebut dilakukan agar Soekarno dan Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Para golongan pemuda khawatir apabila kemerdekaan yang sebenarnya merupakan hasil dari perjuangan bangsa Indonesia, menjadi seolah-olah merupakan pemberian dari Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya golongan pemuda telah mengadakan suatu perundingan di salah satu lembaga bakteriologi di Pegangsaan Timur Jakarta, pada tanggal 15 Agustus. Dalam pertemuan ini diputuskan agar pelaksanaan kemerdekaan dilepaskan segala ikatan dan hubungan dengan janji kemerdekaan dari Jepang. Hasil keputusan disampaikan kepada Ir. Soekarno pada malam harinya tetapi ditolak Soekarno karena merasa bertanggung jawab sebagai ketua PPKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Para Pemuda Pejuang di Rengasdengklok &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang pemuda yang terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok ini antara lain:&lt;br /&gt;* Soekarno&lt;br /&gt;* Jusuf Kunto&lt;br /&gt;* Chaerul Saleh&lt;br /&gt;* Shodancho Singgih, perwira PETA dari Daidan I Jakarta sebagai pimpinan rombongan penculikan.&lt;br /&gt;* Shodancho Sulaiman&lt;br /&gt;* Chudancho Dr. Soetjipto&lt;br /&gt;* Chudancho Subeno sebagai pemimpin Cudan Rengasdengklok (setingkat kompi). Chudan Rengasdengklok memiliki 3 buah Shodan (setingkat pleton) yaitu Shodan 1 dipimpin Shodancho Suharjana, Shodan 2 dimpimpin Shodancho Oemar Bahsan dan Shodan 3 dipimpin Shodancho Affan.&lt;br /&gt;* Honbu (staf) yang dipimpin oleh Budancho Martono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pranala luar &lt;br /&gt;* http://www.kebudayaan.depdiknas.go.id/BudayaOnline/SeniBudaya/Sejarah/PERANG/n_jabar.htm Peristiwa Rengasdengklok&lt;br /&gt;* http://sejarahkita.blogspot.com/2006/08/sekitar-proklamasi-3.html Sekitar Proklamasi 3 oleh Rushdy Hoesein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Referensi &lt;br /&gt;http://www.bogor.indo.net.id/indonesia.tuguperingatanjerman/ Kronik tentang akhir Perang Pasifik di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_Rengasdengklok&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-5691857493335709258?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/5691857493335709258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=5691857493335709258' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/5691857493335709258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/5691857493335709258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/09/peristiwa-rengasdengklok.html' title='Peristiwa Rengasdengklok'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-9023202911689941247</id><published>2008-08-25T08:47:00.000+08:00</published><updated>2008-08-25T08:49:54.953+08:00</updated><title type='text'>Meriah, Pesta Rakyat Simpedes di Kefamenanu</title><content type='html'>Kefamenanu, sabtu (23/8/08).&lt;br /&gt;Sebagai wujud apresiasi dan terimakasih BRI kepada masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan yang selama ini telah menjadi nasabah setia tabungan Simpedes, maka BRI Cabang Kefamenanu selama 2 hari ini, (22-23/8/08) telah menggelar  Pesta Rakyat Simpedes (PRS), dengan 4 segmen kegiatan outdoor, yang berpusat di lapangan umum Oe Manu, depan alun-alun Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang oleh BRI pusat telah dijadikan sebagai kalender tetap Nasional  per semester ini, pada Kanca BRI Kefamenanu juga telah melibatkan pengusaha mitra setempat, kecil maupun besar. Antara lain dengan membuka stand-stand penjualan produk mereka, baik sandang-pangan, warung, maupun produk elektronika,  dalam segmen Pasar PRS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pada segmen Panggung PRS, Kanca BRI Kefamenanu telah mendatangkan dua orang artis dari Bandung, serta mengundang berbagai kelompok masyarakat baik sanggar seni maupun sekolah-sekolah, untuk turut serta mementaskan kesenian lokal, pada dua malam berturut-turut, yang disaksikan ribuan masyarakat seputar kota Kefamenanu.&lt;br /&gt;Sedangkan siang hari segmen ini juga telah dilakukan kegiatan panjat pinang, baik untuk laki-laki maupun perempuan, lomba melukis, serta lomba balap sepeda anak-anak usia sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada segmen Pawai PRS, yang juga secara spontan mendapat apresiasi hangat masyarakat pemilik kendaraan roda dua maupun empat, seputar kota Kefamenanu, dengan turutnya mereka  berpartisipasi saat pawai keliling kota. Sedangkan Kanca BRI  Kefamenanu, dalam pawai itu, telah memakai 2 unit mobil tronton untuk memajangkan semua hadiah-hadiah yang akan diperebutkan nasabah Simpedes lewat penarikan undian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada segmen Panen PRS, Kanca BRI Kefamenanu, dalam dua malam kegiatan itu telah membagi-bagi hadiah lewat penarikan undian serta pemberian beasiswa kepada 15 siswa-siswi berprestasi dari berbagai sekolah di Kabupaten Timor Tengah Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pelipuan, wartawan juga sempat menemui ketua panitia,  Ket. Tadeus Dari, serta pimpinan Kanca BRI Kefamenanu, Edward Manik, di tengah kesibukan mempersiapkan acara Pesta Rakyat Simpedes, Sabtu (23/8), untuk mengonfirmasi seputar kontribusi tabungan Simpedes, namun keduanya tidak dapat memberikan jawaban yang jelas dengan alasan tidak dapat mengingat persis datanya. Demikian juga seputar seluk-beluk dana PRS, baik kegiatannya pestanya, serta jumlah belanja hadiah, lagi-lagi keduanya tidak bersedia menjawabnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-9023202911689941247?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/9023202911689941247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=9023202911689941247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/9023202911689941247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/9023202911689941247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/08/meriah-pesta-rakyat-simpedes-di.html' title='Meriah, Pesta Rakyat Simpedes di Kefamenanu'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-1763854065438348372</id><published>2008-08-13T09:15:00.000+08:00</published><updated>2008-08-13T09:16:44.221+08:00</updated><title type='text'>Jangan remehkan Jurnalis Warga</title><content type='html'>Pada selasa, 12 Agustus 2008, kemarin, Kompas pada versi online-nya memuat pernyataan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bidang Multimedia, Priyambodo RH, seusai diskusi tentang Jurnalisme Warga, di Jakarta, Selasa (12/8), mengatakan bahwa jangan pernah menganggap Jurnalis Warga itu tidak profesional, sebab menurut beliau yang memberi contoh bahwa ada kalangan profesi seperti dokter, geolog atau mereka yang kecewa dengan media masa serta kalangan profesional  yang menggunakan gaya wartawan yang  karena tidak mempunyai akses ke media masa lalu membikin blog.&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu juga beliau mengingatkan agar berpegang pada etika jurnalis dalam menyebarkan berita, serta jargon 'kata-kata di balas dengan kata-kata', sehingga tidak berujung di pengadilan.&lt;br /&gt;Klik; http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/12/17202927/jurnalis.warga.belum.tentu.tak.profesional  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat anda? Saya yakin banyak dari anda yang sependapat dengan pak Priyambodo.&lt;br /&gt;Demikian juga saya, sependapat, kenyataan bahwa banyak bloger yang memang adalah dari  kalangan profesional, dan dalam pengungkapan ide-idenyapun sangat luar biasa baiknya, sangat profesional!&lt;br /&gt;Saya benar-benar menikmati tulisan mereka, atau bahkan tulisan anda juga sangat enak-gurih untuk di santap sesuai dengan mood saya.&lt;br /&gt;Bahkan bagi saya para bloger yang adalah Jurnali Warga telah menjadi pahlawan-pahlawan tanpa pamrih dalam pencerahan bangsa.&lt;br /&gt;Setuju?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-1763854065438348372?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/1763854065438348372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=1763854065438348372' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/1763854065438348372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/1763854065438348372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/08/jangan-remehkan-jurnalis-warga.html' title='Jangan remehkan Jurnalis Warga'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-191960353718273991</id><published>2008-08-13T05:21:00.001+08:00</published><updated>2008-08-13T05:21:56.275+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al qaeda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teroris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengetahuan'/><title type='text'>Tentang Abu-Khabaal al-Marsi dan Al Qaeda</title><content type='html'>Seorang teman mengirim pertanyaan via sms tentang Abu-Khabaal al-Marsi. Bila ku jawab via sms, jadi kemahalan, maka ku jawab via blog ini. Nanti ku perbaiki lagi, atau bila ada yang tau lebih banyak silahkan sumbang pengetahuannya demi sahabatku itu. Tanks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu-Khabaal al-Marsi, adalah seorang pakar kimia dan senjata biologis dari jaringan Al Qaeda, telah dinyatakan tewas bersama tiga rekannya, akibat serangan roket ke dua, 28 Juli 2008 yang lalu. Serangan roket itu diduga dilakukan oleh pasukan kendali AS, di perbatasan Pakistan.&lt;br /&gt;Abu-Khabaal al-Marsi yang juga di kenal dengan nama Midhat Mursi al-Sayid Umar yang sepanjang ini di kenal sebagai pembantu dekat Osama bin Laden  dan berada di jaringan dalam Al Qaeda. Adalah seorang kimiawan kelahiran Mesir, 29 April 1953, adalah merupakan salah satu target pemerintah AS, yang selama ini di cari dan diburu secara intensif oleh pasukan AS.&lt;br /&gt;Al Qaeda yang berarti pondasi atau dasar, dari bahasa Arab itu merupakan suatu organisasi paramiliter yang berawal dari gerakan fundamentalis Islam Sunni, yang oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, Britania Raya, Kanada, Australia dan PBB di tambah beberapa negara lain telah dinyatakan sebagai organisasi teroris internasional,  sebenarnya bertujuan membendung pengaruh luar terhadap kepentingan Islam ini merupakan pengikut - setidaknya sangat di pengaruhi oleh mashab Salafi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-191960353718273991?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/191960353718273991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=191960353718273991' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/191960353718273991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/191960353718273991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/08/tentang-abu-khabaal-al-marsi-dan-al.html' title='Tentang Abu-Khabaal al-Marsi dan Al Qaeda'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-7318096363529483003</id><published>2008-08-07T09:00:00.000+08:00</published><updated>2008-08-07T09:04:00.696+08:00</updated><title type='text'>Ajeng 'Mama Mia' , demi membantu sang ayah saat sakit, harus stop sekolah.</title><content type='html'>Kehidupan Ajeng 'Mama Mia' Astiani, memang penuh dinamika, yang mengesankan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ia dan ke dua orang tuanya mengamen, tak jarang ia di hina, di maki, bahkan hingga mulai bersinar di ajang Mama Mia show-pun perlakuan itu masih ada, tapi semuanya ia serahkan pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ajeng juga sempat menceritakan kalau Ajeng pernah keluar dari sekolah karena mereka tidak mampu menanggung biaya sekolahnya.  Bahkan, lebih dari itu, Ajeng harus mengamen demi hidupnya dan demi membantu ke dua orang tua beserta adik-adiknya.&lt;br /&gt;"Dia pernah berhenti di kelas tiga, untuk mengamen".&lt;br /&gt;Selanjutnya, di kisahlan bahwa saat itu Ajeng berumur sembilan tahun.&lt;br /&gt;"Dia mesti membantu keluarga, apalagi saat itu saya sakit paru-paru, TBC dan harus berobat secara intensif" &lt;br /&gt;Saat di komentari, dengan tingi sekitar 167cm, dan dengan berat tubuh sekitar 70an kg, nampak sehat, tidak ada indikasi terkena penyakit tersebut, wajah lelaki berusia empat puluhan tahun ini tiba-tiba berubah cerah, "Puji Tuhan, semua itu telah berlalu, lihat, saya sehat kan?" katanya seraya merenggangkan ke dua tangannya, "Saya telah dinyatakan sembuh, total sembuh! Semua ini berkat Tuhan Yesus", lanjutnya seraya menunjukkan ke atas dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;Kembali ia mengangguk saat di tanya tentang kelanjutan sekolah  Ajeng.&lt;br /&gt;"Sebenarnya Ajeng tidak lagi di smp, tapi sma, kalo dia tidak mengulang karena kesulitan kami. Tapi mungkin ini adalah rencana Tuhan".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-7318096363529483003?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/7318096363529483003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=7318096363529483003' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/7318096363529483003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/7318096363529483003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/08/ajeng-mama-mia-demi-membantu-sang-ayah.html' title='Ajeng &apos;Mama Mia&apos; , demi membantu sang ayah saat sakit, harus stop sekolah.'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-7819858719022914036</id><published>2008-08-07T03:55:00.000+08:00</published><updated>2008-08-07T04:11:59.676+08:00</updated><title type='text'>Ajeng 'Mama Mia' masih di hina hingga memasuki 4 besar dalam reality show Indosiar</title><content type='html'>Walau dewi keberuntungan tengah menaungi mereka, bukan berarti segalanya di raih dengan mudah.&lt;br /&gt;Saat diwawancarai di tengah-tengah latihan bersama untuk maching, ayah  Ajeng, Harry Christian, yang selalu mengiringi putrinya dengan gitar akustik ini mengungkapkan, bahwa dengan latar belakang kehidupan mereka yang hari demi hari terus menapaki berbagai ruas jalan maupun berbagai tempat di Jakarta, terus di rasakan hingga Ajeng memasuki empat besar, bukan kerena mereka terus mengamen, tapi justru karena ledekan dari sesama peserta Mama Mia yang mengatai Ajeng adalah gembel, pengamen, dan sebagainya, yang  tidak pantas untuk masuk hingga empat besar.&lt;br /&gt;Saat ditanya lagi, siapa saja yang meledeknya, pria  berambut ikal, yang di biarkan memanjang ini mengelak untuk mengungkapkannya, " tidak etis, tidak pantaslah kalau saya ungkapkan di sini ", jawabnya sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Show demi anak-anak jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang sama, mas Harry, ayah Ajeng 'Mama Mia' juga masih menceritakan kegiatan Ajeng akhir-akhir ini untuk mengumpulkan dana bagi anak-anak jalanan sebagai ungkapan terimakasihnya pada Tuhan.&lt;br /&gt;"sebahagian dana yang terkumpul akan kami sumbangkan bagi kegiatan amal bagi anak-anak jalanan", ungkapnya, "dengan pemberian sedikit modal, kami berharap mereka bisa memberdayakan diri mereka sendiri sesuai dengan minatnya masing-masing".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-7819858719022914036?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/7819858719022914036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=7819858719022914036' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/7819858719022914036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/7819858719022914036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/08/ajeng-mama-mia-masih-di-hina-hingga.html' title='Ajeng &apos;Mama Mia&apos; masih di hina hingga memasuki 4 besar dalam reality show Indosiar'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-980939212057658029</id><published>2008-08-06T16:16:00.000+08:00</published><updated>2008-08-07T04:07:11.000+08:00</updated><title type='text'>Ajeng 'Mama Mia' show di Kefamenanu</title><content type='html'>Masyarakat kota Kefamenanu kembali berjubel di jalanan, kali ini mereka menyambut sang bintang Nama Mia, Ajeng Astiani (15), serta Dwi Astuti alias mama Cindy (36).&lt;br /&gt; Setelah berbulan-bulan Masyarakat kota Kefamenanu hanya bisa terpaku di tempat untuk  menyaksikan kiprah sang pengamen jalanan itu di berbagai media visual maupun cetak, kini mereka punya kesempatan untuk bisa menyaksikan secara langsung sang pujaan hati mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajeng adalah anak ke dua dari enam bersaudara dari Harry CH serta Dwi Astuti alias mama Cindy, memang layak mendapat sambutan yang luar biasa dari penggemarnya di Kefamenanu, karena ia telah menapaki berbagai kesulitan hidup di ibu kota Jakarta. Masyarakat kefamenanu benar-benar tau bagaimana kisahnya, yang pernah di liput di berbagai media, cetak maupun visual. "Dia pernah ngamen di bus-bus, di jalan-jalan, pada berbagai sudut ibukota Jakarta", jawab seorang pemuda tanggung, yang tengah berdiri di jalan,saat menanti sang finalis mama mia pertama itu, saat ditanya siapa  Ajeng itu. &lt;br /&gt;Di kisahkan, keikutsertaannya  di ajang realitishow Mama Mia Indosiar itu hanyalah kebetulan saja, saat ia dan orang tuanya tengah mengamen di bus PPD 46, jurusan Grogol-Kampung Rambutan, jakarta. Seseorang penumpang wanita menyodorkan tabloid yang berisi pengumuman audisi Mama Mia. Penumpang itu bahkan menganjurkan kepada ke dua orang tuanya untuk mendaftarkan anak mereka agar bisa mengikuti audisi nanti.&lt;br /&gt;Kemujuran memang tengah berpihak kepada mereka, terbukti, dari 3000an peserta saat itu, Ajeng melenggang hingga babak semi final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti sambung lagi ya, saat ini banyak penggemarnya lagi menanti di tempat pertunjukannya, Gereja Petra, Kefamenanu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-980939212057658029?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/980939212057658029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=980939212057658029' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/980939212057658029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/980939212057658029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/08/ajeng-mama-mia-sow-di-kefamenanu.html' title='Ajeng &apos;Mama Mia&apos; show di Kefamenanu'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-5881454770020985320</id><published>2008-08-05T13:35:00.000+08:00</published><updated>2008-08-05T13:37:38.633+08:00</updated><title type='text'>Komentar-komentarku</title><content type='html'>Ass wr wb, &lt;br /&gt;buat mbak Aisha, semestinya mbak bahagia karena keluarga mbak, khususnya kakak mbak sudah mampu menjabarkan arti kasih, klop dengan Allah SWT yang Maha Kasih, kalau mbak mau objektif mencermati dunia saat ini, kasih pada perbedaan itu sulit, apalagi dengan ketulusan tanpa pamrih!&lt;br /&gt;Mungkin mbak terlalu kaku pada norma-norma tertentu yang terkadang justru melupakan logika Allah SWT sebagai Yang Tidak Tercela, Maha suci dan Maha Kebaikan lainnya, lalu membangun logika terbalik, kontra dari sifat-sifat Allah SWT. Sekali-kali coba mbak mengosongkan diri mbak-lepas dari semua etika, ajaran, maupun ambisi yang mendiami hati mbak-polos, apa adanya, lalu bersandar padaNYA, dengan logika DIA begitu Maha Baik sehingga mbak ada-dunia ada beserta segala isinya ada, semuanya untuk mbak, untuk kita. Kasih manusia sepanjang kepentingan pribadinya yang dijabarkan dengan berbagai cara, kasih Allah tiada duanya, sepanjang kehidupan kita.&lt;br /&gt;Lalu dengan hati mbak yang tanpa berbagai etika, ajaran serta keyakinan akan Kebaikan Allah Yang Tak Terhingga itu, tidakkah mbak bahagia melihat dua insan manusia (yang adalah ciptaan Allah) itu saling mengasihi walaupun mereka berbeda? Tidakkah mbak tersentuh oleh kasih itu? Atau mbak benci dan marah bila mereka saling mengasih? Kalo demikian mbak dekat pada siapa, Allah Yang Begitu baiknya pada mbak atau pada si iblis yang memenuhi isi dunia ini dengan berbagai ajaran kasih yang palsu,egois dan sebagainya, yang akhir-akhirnya ingin agar manusia ciptaan Allah saling menghancurkan? Coba mbak renungkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon tanggapan dari sdr hafez dan guroba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-5881454770020985320?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/5881454770020985320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=5881454770020985320' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/5881454770020985320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/5881454770020985320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/08/komentar-komentarku.html' title='Komentar-komentarku'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-7196534031992915625</id><published>2008-07-31T21:30:00.001+08:00</published><updated>2008-08-02T04:09:21.319+08:00</updated><title type='text'>Kerendahan Hati Menenangkan Jiwa</title><content type='html'>Bila suatu saat, kamu merasa tertekan, gagal dan akhirnya putus asa...&lt;br&gt;Pasti itu adalah saat-saat yang sulit untuk kamu lalui.&lt;br&gt;Saat di mana kamu merasakan semuanya serba salah untuk memulai, serta&lt;br&gt;serba sulit untuk melakukannya.&lt;br&gt;Saat kamu kembali berupaya mati-matian, justru semakin&lt;br&gt;bertambah-tambah kegagalannya.&lt;p&gt;Lalu apa yang mesti kamu lakukan?&lt;p&gt;Seseorang, sahabatku, mengatakan:&lt;br&gt;pertama, jauhkan dirimu, baik itu fisik maupun  pikiranmu dari&lt;br&gt;sana-masalahmu itu.&lt;p&gt;Kedua, coba telephon sahabat terdekatmu, bukan untuk curhat, tapi&lt;br&gt;untuk menanyakan keberadaan serta keadaan mereka.&lt;p&gt;Ketiga, ambillah segelas air masak dingin lalu minum dalam sekali teguk.&lt;p&gt;Nah sekarang kamu sudah tenang bukan?&lt;p&gt;Sebenarnya tidak ada yang luar biasa dari kegagalanmu itu.&lt;br&gt;Aku berpikir,  ada beberapa kemungkinan yang mungkin teramat sederhana&lt;br&gt;untuk kamu pikirkan, setidaknya pada saat kamu dalam kesulitan kecil&lt;br&gt;itu.&lt;br&gt;Kesulitan kecil? Ya, kesulitan kecil, itu yang aku katakan! Mungkin&lt;br&gt;kamu tidak setuju dengan pendapatku, atau malah kamu marah?&lt;br&gt;Baiklah, terserah kamu&lt;br&gt;Mari, kita lanjut. Seperti yang sudah aku katakan bahwa ada beberapa&lt;br&gt;kemungkinan kesulitan-kesulitan kecil yang telah kamu - sadari atau&lt;br&gt;tidak - telah dilakukan.&lt;br&gt;Pertama, mungkin kamu terlalu anggap remeh dengan;&lt;br&gt;1. Keadaan.&lt;br&gt;Sering orang mengabaikan keadaan dirinya, baik itu fisik maupun&lt;br&gt;kejiwaan, disaat melakukan pekerjaan itu. Hal ini tak jarang membuat&lt;br&gt;pekerjaannya tidak maksimal.&lt;br /&gt;Beberapa tahun lalu, tetangga saya, seorang pensiunan Polri, yang  tak jauh dari rumah saya, sengaja datang dan menceritakan kalau salah satu balon listrik pada ruang tamunya tidak stabil nyalanya. Saat itu ia dengan sangat memohon kesediaan saya untuk  membantunya. Saya yang memang dalam keadaan kurang enak badan serta baru saja mengalami suatu kekecewaan  dalam asmara, sudah berusaha menolak secara halus. Akan tetapi rupanya ia benar-benar tidak mau pergi begitu saja tanpa saya, alasanya, malam itu ada tamu!&lt;br /&gt;Akhirnya dengan berat hati saya mengikutinya.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan ke rumah tetangga tersebut, entah bagaimana datangnya, rasa lelah seperti mencuat dari seluruh persendian tubuh. Segera saya sadar, bahwa kondisi mental saya sedang meluncur bebas ke tempat yang paling rendah dalam alam kemampuan pikiran saya.&lt;br /&gt;Saya tau, keadaan ini salah buat saya, tapi suatu tanggung jawab telah di letakkan di pundak saya -&lt;br /&gt;saya telah terjebak di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat sesampai di sana, saya berusaha tenang, dengan duduk sejenak di tempat yang paling nyaman bagi saya. Saya berusaha mengulur- renggang waktu sambil mengajaknya berbicara, menghimpun kekuatan mental saya. Tapi nampaknya ia tidak memahami keadaan saya, sejurus kemudian ia telah pergi ke ruangan lain dan kembali dengan obeng dan tang, lalu menunjukan tempat yang ia curigai sebagai biang kelap-kelipnya lampu, sesaat setelah di hidupkan.&lt;br /&gt;Setelah menganalisa ceritanya, saya melakukan beberapa tahapan tes pada titik-titik yang di curigai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-7196534031992915625?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/7196534031992915625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=7196534031992915625' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/7196534031992915625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/7196534031992915625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/07/kerendahan-hati-menenangkan-jiwa.html' title='Kerendahan Hati Menenangkan Jiwa'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-2707264392432746926</id><published>2008-07-25T18:41:00.000+08:00</published><updated>2008-07-25T18:43:00.196+08:00</updated><title type='text'>Lagi-lagi tentang korupsi</title><content type='html'>Saya berpikir, masalah korupsi memang tidak pernah habis-habisnya karena justru biang keladinya adalah para pengambil keputusan itu sendiri sehingga memang tidak pernah ada titik pemecah rantai setan yang membelenggu Indonesia. Mungkin kita butuh revolusi untuk memutuskan rantai setan korupsi, tapi modal utama kita yakni mental bangsa kita adalah mental korupsi sehingga itu nyaris mustahil. Langkah terakhir adalah kita mesti punya presiden yang BERMENTAL BAIK sebagai pengambil keputusan tunggal agar mau menjadi pionir dalam langkah kongkrit untuk membuat perangkat undang-undang anti korupsi yang sistimmatis. Pak presiden mau?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-2707264392432746926?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/2707264392432746926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=2707264392432746926' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/2707264392432746926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/2707264392432746926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/07/lagi-lagi-tentang-korupsi.html' title='Lagi-lagi tentang korupsi'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-7836006951189014420</id><published>2008-07-11T15:07:00.000+08:00</published><updated>2008-07-11T15:11:00.981+08:00</updated><title type='text'>Hukumlah Koruptor dengan cambukan dan buntungi jari tangannya.</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu, aku mengomentari beberapa berita pada beberapa media online.&lt;br /&gt;Salah satu yang ku komentari adalah artikel yang memuat berita tentang korupsi.&lt;br /&gt;Komentarku itu-tidak ingat persis kalimatnya-agar para koruptor di hukum cambuk di muka umum, lalu jari tangannya di potong, agar menjadi tanda mata baginya, selama hidup.&lt;br /&gt;Efek utama yang aku harapkan adalah tanggungan malu seumur hidupnya.&lt;br /&gt;Tentunya kita semua bisa membayangkan betapa mengerikannya hukum cambuk itu, sakit yang luarbiasa dengan meninggalkan luka-luka maupun garis-garis memar panjang di sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;Coba anda bayangkan seorang pejabat terhormat mendapat perlakuan seperti itu, di muka umum lagi? Tentu sangat menyakitkan!&lt;br /&gt;Okey, saya lanjutkan lagi, hukuman cambuk itu memang meninggalkan bekas yang mungkin saja bertahun-tahun lamanya, tapi itu pada tubuhnya yang nantinya akan tertutupi pakaian yang di kenakan. Itu berarti rasa malu akan cepat berlalu-walaupun tadinya hukuman itu di lakukan di muka umum, tapi ingatan orang akan segera sirna, apalagi bila pindah ke tempat lain.&lt;br /&gt;Ini tidak membuat hatiku rela begitu saja! Jalan keluarnya adalah hukuman itu di paketkan dengan pemotongan jari tangan yang banyak dan panjangnya sejauh perbuatannya-semakin besar hukuman semakin banyak dan panjang jari yang di potong.&lt;br /&gt;Alasanku memilih di buntungi jari tangan adalah bahwa jari tangan mudah terlihat, pikiranku tangan beserta jarinya adalah organ tubuh yang paling sering di pergunakan di muka umum.&lt;br /&gt;Buntungnya jari tangan akan mudah mempermalukan terhukum dimana saja dan seumur hidupnya-termasuk istri, anak maupun keluarga dekat lainnya. Efeknya setiap orang akan selalu memperingatkan orang-orang dekatnya agar jauh dari perbuatan korupsi.&lt;br /&gt;Oh, ya, masih ada efek lainnya, yakni pembangunan kamar penjara bisa di minimalisir, biaya pelihara koruptor bisa di pangkas dan lalulintas sogok-menyogok bisa di kurangi di rutan-rutan.&lt;br /&gt;Akhirnya-ini yang paling sulit- apakah para pembuat kebijakan mau hukuman seperti ini di jalankan?&lt;br /&gt;Karna-sudah menjadi rahasia umum-kebanyakan para pembuat kebijakan adalah justru biangnya para koruptor, itu berarti bisa senjata makan tuan? Atau kesempatan memperkaya diri sendiri secara instan akan hilang.&lt;br /&gt;Nah, lho?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-7836006951189014420?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/7836006951189014420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=7836006951189014420' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/7836006951189014420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/7836006951189014420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/07/hukumlah-koruptor-dengan-cambukan-dan.html' title='Hukumlah Koruptor dengan cambukan dan buntungi jari tangannya.'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1748025615578486551.post-4237911933485222599</id><published>2008-07-11T09:38:00.000+08:00</published><updated>2008-07-11T09:40:01.623+08:00</updated><title type='text'>Kembali ke Hati Nurani</title><content type='html'>Bila kita tidak lagi menpercayai Allah sebagai Maha Pengasih, dengan tingkah-laku kita yang serba sewenang-wenang; menuduh, memfitnah, membenci bahkan membunuh sesama manusia, saya mengajak kita semua untuk kembali pada hati nurani yang cenderung tidak tega menjahati sesama manusia tanpa memandang suku, ras, dan agama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1748025615578486551-4237911933485222599?l=erens-dh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erens-dh.blogspot.com/feeds/4237911933485222599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1748025615578486551&amp;postID=4237911933485222599' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/4237911933485222599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1748025615578486551/posts/default/4237911933485222599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erens-dh.blogspot.com/2008/07/kembali-ke-hati-nurani.html' title='Kembali ke Hati Nurani'/><author><name>erensdh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05056722549101057287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4ANFhfKSLe8/S3MW9ECYbbI/AAAAAAAAASI/Oz_x6TyqRKg/S220/Rio_1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
