Tampilkan postingan dengan label ham. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ham. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Oktober 2008

BUNUH BUNUH BUNUH BUNUUUUHH....!!! Bunuh Ahmadiyah dimanapun merekah berada

Bunuh Ahmadiyah dimanapun merekah berada, saudara!

Allahu Akbar (Allahu Akbar)....

BUNUH BUNUH BUNUH BUNUUUUHH....!!!

Ahmadiyah halal darahnya untuk ditumpahkan

Masya Allah...
Mengapa ada seperti ini, ya Allah?
Kata bathinku pilu, saat membaca blog ini
Sedih sekali hatiku, oleh karena itu aku titip komentarku disana.

Berikut isi komentarku itu, mohon maaf kalau aku salah.

Iii..serem juga nih!

Untuk direnungi:
Mulut kita berteriak: Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!, tapi hati kita mengobarkan kebencian, apakah itu bukan menghina Kesucian Allah?

Orang baik mana mungkin mengobarkan kebencian pada orang lain, apalagi Allah? TIDAK LOGIS KALAU ALLAH YANG MAHA KASIH ITU MEMBUAT HATI DAN PERBUATANMU PENUH KEBENCIAN APALAGI PEMBUNUHAN.
Maaf,
Tapi aku yakin ariefmas cuma bercanda.
Dalam sanubari, ariefmas tau kalo iblis itu mau menghalalkan apa saja demi membunuh manusia, kenapa? Karna iblis dengki pada Allah yang selalu hendak menyelamatkan ciptaannya sendiri.
Iblis? Hehehe.., dia tidak bisa menciptakan apa-apa, dia hanya bisa mengadu domba manusia agar timbul kebencian lalu gelap mata, lalu membunuh. Segala daya upaya mengobarkan kebencian akan dia lakukan, dengan memakai apa saja, apapun akan dia halalkan demi satu tujuan. Dengan demikian siapa saja yang berlaku jahat pada sesama ciptaan Allah maka dia (sadari atau tidak) tengah mengemban perintah iblis, iblis tengah merasuki hatinya.
Mengapa aku berkata demikian? Karena kita Semua tau Allah itu Maha Suci dan Tiada Tercela.Kebenaran Allah bukan kebenaran yang mengada-ada, atau karena maunya sendiri.
Kebenaran Allah adalah Kebenaran Sejati bukan karena kebenaran yang dibuat-buat, dipaksakan, dikondisikan. Kebenaran Allah bukan kebenaran abu-abu.
Kebenaran Allah tidak akan disangkal siapapun karena memang demikian, contohnya 'mengasih'
Bukan kebenaran sejati kalau kita manusia saja sudah paling bertolak belakang dalam menilai.
"Membunuh sesama manusia" apakah itu kehendak Allah atau kehendak iblis? Bawalah ini kehati nurani untuk merenung, ingat, jangan terlambat karena dikuatirkan kita duluan mati selagi hati kita penuh dendam kesumat si Iblis akibatnya kita masuk neraka, mau?
Ingat PEMBUNUH = IBLIS

Kamis, 16 Oktober 2008

Setahun Terakhir Arab Saudi Penggal Mati 71 Orang

Organisasi HAM internasional, Amnesty, kemarin, Selasa (14/10), mengeluarkan pernyataan, sehubungan dengan apa yang mereka anggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia di Arab Saudi.

Rilisan tersebut mengatakan dalam 8 bulan terakhir, pemerintah Arab Saudi telah melakukan eksekusi mati terhadap 71 orang teridana, termasuk perempuan dan anak-anak, atau rata-rata 2 orang perminggu.

Dalam laporan terakhir itu mereka mengaku telah mendokumentasikan berbagai bukti pelanggaran HAM atas para terpidana yang telah maupun akan dieksekusi mati, yang umumnya merupakan kaum imigran miskin yang datang dari berbagai negara berkembang untuk mendapatkan pekerjaan di negara Arab tersebut.

Amnesty mencatat, sekalipun pemerintah Arab Saudi telah tegas mengatakan pengadilan itu adil, namun mereka mendapati berbagai fakta dilapangan bahwa pengadilan berat sebelah telah terjadi atas para terdakwa, yang diadili secara rahasia, tidak adil dan dalam bahasa yang sulit dipahami oleh para terpidana.

Organisasi HAM ini menguatirkan keadaan ini akan semakin sering berjalan. Sebagai perbandingan, pada tahun 2006, tercatat 39 orang dieksekusi mati.
Oleh karena itu mereka meminta kepada Pemerintah Arab Saudi untuk segera melakukan penangguhan sementara terhadap pelaksanaan hukuman mati, yang biasanya dilakukan dengan pemenggalan kepala itu.

Arab Saudi merupakan salah satu negara yang menjalankan penafsiran yang ketat hukum Islam, dimana orang-orang yang dinyatakan bersalah karena melakukan pembunuhan, pemerkosaan, penyeludupan narkoba dan perampokan bersenjata dipancung di muka umum.

Amnesty mengklaim, telah melakukan pengamatan dan dokumentasi HAM terhadap pemerintah Arab Saudi dalam seperempat dasawarsa terakhir.

Sumber: www.amnesty.org

Sabtu, 20 September 2008

walikota Jakarta Timur: warga minoritas agar tau keberadaannya

Mengomentari
http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/08/07/walikota-jaktim-harus-pelajari-lagi-pancasila/
Berkaitan dengan penyataan Wali Kota Jakarta Timur: warga minoritas agar tau keberadaannya.
Buntut dari penyerbuan masyarakat sekitar Kampung Pulo, Pinang Ranti, Jakarta Timur, DKI Jakarta terhadap Sekolah Tingi Teologia SETIA.


Dari sisi hati nurani, memang patut disesali apabila walikota Jakarta Timur, H. Murdhani bersikap demikian.
Nuansa berpolitiknya jelas menunjukan kerendahan martabatnya sebagai manusia yang bernurani. Dari sisi HAM, jelas ia melanggar kaidah, tapi apalah gunanya kalau memang ia dan mayoritas menghendaki demikian.
Andai pak H. Murdhani tengah mencoba memasuki ranah politik dengan memanfaatkan situasi, ya, jelas ia tidak salah, sebab dalam demokrasi, kita, yang dilegitimasi adalah mayoritas.

Lalu, bahwa banyak para politisi kita, sepeti (lagi-lagi) pak H. Murdhani, sepertinya menyadari betul bagaimana kondisi mayarakat sekitarnya, (lalu) mau memanfaatkan itu, sekali lagi, apa salahnya?
Tapi sebenarnya (kembali ke hati nurani) masyarakat kita sebenarnya butuh bimbingan yang benar (HAM). Mungkin seperti tanggung jawab kepala rumah tangga terhadap isteri maupun anak-anaknya, demi kebaikan mereka, adalah bermoral bila kita memarahi atau bahkan menghukum bila mereka (isteri atau anak-anak) melakukan kesalahan, ya, tentu saja bila kita tidak terlibat atau merekayasa kesalahan itu!

Tapi sekali lagi, apalah artinya, PANCASILA, HAM, HATI NURANI dan moralitas-moralitas universal lainnya apabila watak kita telah terjebak dalam prinsip; lu-lu beta-beta, asal beta suka, asal kita untung, yang penting kita menang?

Apalah artinya kalau ego kita telah menjadi allah dalam segala hal?
Apalah artinya lagi NKRI kalau agama telah menjadi Allah itu sendiri? Apa pedulinya?
Saya mau tutup komentar ini hanya dengan kalimat: masih lebih baik HAM menjadi agama atau Allah, karena masih bisa lebih adil bagi semua orang.

Catatan: HAM (Hak asasi manusia) adalah hak-hak yang telah dimiliki seseorang sejak ia lahir dan merupakan pemberian dari Tuhan. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1

Contoh hak asasi manusia (HAM):
* Hak untuk hidup.
* Hak untuk memperoleh pendidikan.
* Hak untuk hidup bersama-sama seperti orang lain.
* Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama.
* Hak untuk mendapatkan pekerjaan.
(http://id.wikipedia.org/wiki/HAM)