Bunuh Ahmadiyah dimanapun merekah berada, saudara!
Allahu Akbar (Allahu Akbar)....
BUNUH BUNUH BUNUH BUNUUUUHH....!!!
Ahmadiyah halal darahnya untuk ditumpahkan
Masya Allah...
Mengapa ada seperti ini, ya Allah?
Kata bathinku pilu, saat membaca blog ini
Sedih sekali hatiku, oleh karena itu aku titip komentarku disana.
Berikut isi komentarku itu, mohon maaf kalau aku salah.
Iii..serem juga nih!
Untuk direnungi:
Mulut kita berteriak: Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!, tapi hati kita mengobarkan kebencian, apakah itu bukan menghina Kesucian Allah?
Orang baik mana mungkin mengobarkan kebencian pada orang lain, apalagi Allah? TIDAK LOGIS KALAU ALLAH YANG MAHA KASIH ITU MEMBUAT HATI DAN PERBUATANMU PENUH KEBENCIAN APALAGI PEMBUNUHAN.
Maaf,
Tapi aku yakin ariefmas cuma bercanda.
Dalam sanubari, ariefmas tau kalo iblis itu mau menghalalkan apa saja demi membunuh manusia, kenapa? Karna iblis dengki pada Allah yang selalu hendak menyelamatkan ciptaannya sendiri.
Iblis? Hehehe.., dia tidak bisa menciptakan apa-apa, dia hanya bisa mengadu domba manusia agar timbul kebencian lalu gelap mata, lalu membunuh. Segala daya upaya mengobarkan kebencian akan dia lakukan, dengan memakai apa saja, apapun akan dia halalkan demi satu tujuan. Dengan demikian siapa saja yang berlaku jahat pada sesama ciptaan Allah maka dia (sadari atau tidak) tengah mengemban perintah iblis, iblis tengah merasuki hatinya.
Mengapa aku berkata demikian? Karena kita Semua tau Allah itu Maha Suci dan Tiada Tercela.Kebenaran Allah bukan kebenaran yang mengada-ada, atau karena maunya sendiri.
Kebenaran Allah adalah Kebenaran Sejati bukan karena kebenaran yang dibuat-buat, dipaksakan, dikondisikan. Kebenaran Allah bukan kebenaran abu-abu.
Kebenaran Allah tidak akan disangkal siapapun karena memang demikian, contohnya 'mengasih'
Bukan kebenaran sejati kalau kita manusia saja sudah paling bertolak belakang dalam menilai.
"Membunuh sesama manusia" apakah itu kehendak Allah atau kehendak iblis? Bawalah ini kehati nurani untuk merenung, ingat, jangan terlambat karena dikuatirkan kita duluan mati selagi hati kita penuh dendam kesumat si Iblis akibatnya kita masuk neraka, mau?
Ingat PEMBUNUH = IBLIS
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Selasa, 21 Oktober 2008
Kamis, 16 Oktober 2008
Setahun Terakhir Arab Saudi Penggal Mati 71 Orang
Organisasi HAM internasional, Amnesty, kemarin, Selasa (14/10), mengeluarkan pernyataan, sehubungan dengan apa yang mereka anggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia di Arab Saudi.
Rilisan tersebut mengatakan dalam 8 bulan terakhir, pemerintah Arab Saudi telah melakukan eksekusi mati terhadap 71 orang teridana, termasuk perempuan dan anak-anak, atau rata-rata 2 orang perminggu.
Dalam laporan terakhir itu mereka mengaku telah mendokumentasikan berbagai bukti pelanggaran HAM atas para terpidana yang telah maupun akan dieksekusi mati, yang umumnya merupakan kaum imigran miskin yang datang dari berbagai negara berkembang untuk mendapatkan pekerjaan di negara Arab tersebut.
Amnesty mencatat, sekalipun pemerintah Arab Saudi telah tegas mengatakan pengadilan itu adil, namun mereka mendapati berbagai fakta dilapangan bahwa pengadilan berat sebelah telah terjadi atas para terdakwa, yang diadili secara rahasia, tidak adil dan dalam bahasa yang sulit dipahami oleh para terpidana.
Organisasi HAM ini menguatirkan keadaan ini akan semakin sering berjalan. Sebagai perbandingan, pada tahun 2006, tercatat 39 orang dieksekusi mati.
Oleh karena itu mereka meminta kepada Pemerintah Arab Saudi untuk segera melakukan penangguhan sementara terhadap pelaksanaan hukuman mati, yang biasanya dilakukan dengan pemenggalan kepala itu.
Arab Saudi merupakan salah satu negara yang menjalankan penafsiran yang ketat hukum Islam, dimana orang-orang yang dinyatakan bersalah karena melakukan pembunuhan, pemerkosaan, penyeludupan narkoba dan perampokan bersenjata dipancung di muka umum.
Amnesty mengklaim, telah melakukan pengamatan dan dokumentasi HAM terhadap pemerintah Arab Saudi dalam seperempat dasawarsa terakhir.
Sumber: www.amnesty.org
Rilisan tersebut mengatakan dalam 8 bulan terakhir, pemerintah Arab Saudi telah melakukan eksekusi mati terhadap 71 orang teridana, termasuk perempuan dan anak-anak, atau rata-rata 2 orang perminggu.
Dalam laporan terakhir itu mereka mengaku telah mendokumentasikan berbagai bukti pelanggaran HAM atas para terpidana yang telah maupun akan dieksekusi mati, yang umumnya merupakan kaum imigran miskin yang datang dari berbagai negara berkembang untuk mendapatkan pekerjaan di negara Arab tersebut.
Amnesty mencatat, sekalipun pemerintah Arab Saudi telah tegas mengatakan pengadilan itu adil, namun mereka mendapati berbagai fakta dilapangan bahwa pengadilan berat sebelah telah terjadi atas para terdakwa, yang diadili secara rahasia, tidak adil dan dalam bahasa yang sulit dipahami oleh para terpidana.
Organisasi HAM ini menguatirkan keadaan ini akan semakin sering berjalan. Sebagai perbandingan, pada tahun 2006, tercatat 39 orang dieksekusi mati.
Oleh karena itu mereka meminta kepada Pemerintah Arab Saudi untuk segera melakukan penangguhan sementara terhadap pelaksanaan hukuman mati, yang biasanya dilakukan dengan pemenggalan kepala itu.
Arab Saudi merupakan salah satu negara yang menjalankan penafsiran yang ketat hukum Islam, dimana orang-orang yang dinyatakan bersalah karena melakukan pembunuhan, pemerkosaan, penyeludupan narkoba dan perampokan bersenjata dipancung di muka umum.
Amnesty mengklaim, telah melakukan pengamatan dan dokumentasi HAM terhadap pemerintah Arab Saudi dalam seperempat dasawarsa terakhir.
Sumber: www.amnesty.org
Rabu, 15 Oktober 2008
Pernyataan Ketua Panja Bernuansa Sara Saat Uji Publik RUU Pornografi DI Yogyakarta
Tim Panitia Kerja DPR RI yang diketuai oleh Balkan Kaplele mengadakan kunjungan kerja ke propinsi DIY dalam rangka Uji Publik RUU Pornografi, yang berlangsung di Kantor Gubernur DIY, kemarin, senin (13/10), berakhir tanpa keputusan.
Acara uji publik, yang dimulai pukul 09.45 ini sempat memanas, sesaat setelah Albert - perwakilan masyarakat Papua- menyatakan keberatan atas beberapa pasal dalam RUU ini.
Entah emosi apa yang mendasari pikirannya, pernyataan bernuansa SARA pun dilontarkan oleh Ketua Tim Panja RUU Pornograf ini,katanya, "Adik Albert kita sama-sama orang Timur, Belajarlah dari orang Jawa biar jadi beradab, dan menikah dengan orang Solo saja agar memperbaiki keturunan," lanjut Balkan selaku ketua tim.
Seminggu sebelumnya, selasa (7/10), diberitakan Balkan langsung marah-marah dalam bahasa yang tak jelas bahasa apa,
ketika oleh wartawan disebutkan daerah-daerah yang menolak adalah Denpasar, Kupang, Jayapura, dan Manado.
"Nggak ah, mana ada yang menolak. Saya menerima 267 SMS, 99 persen menerima, setuju-setuju saja," kata Balkan seusai
bertemu Ketua DPR Agung Laksono.
Acara uji publik yang berlangsung terbuka dengan mengundang tokoh masyarakat, akademisi, LSM/NGO, agamawan, mahasiswa, dan lapisan masyarakat lainnya ini akhirnya berakhir setelah Forum YuK! melakukan aksi walkout.
Forum yang terdiri dari berbagai komunitas dan lembaga masyarakat di Yogyakarta ini, dengan berbagai pertimbangan, melalui juru bicaranya, Antariksa, memutuskan menolak RUU pornografi saat itu juga melalui pers conference.
Sumber:
Acara uji publik, yang dimulai pukul 09.45 ini sempat memanas, sesaat setelah Albert - perwakilan masyarakat Papua- menyatakan keberatan atas beberapa pasal dalam RUU ini.
Entah emosi apa yang mendasari pikirannya, pernyataan bernuansa SARA pun dilontarkan oleh Ketua Tim Panja RUU Pornograf ini,katanya, "Adik Albert kita sama-sama orang Timur, Belajarlah dari orang Jawa biar jadi beradab, dan menikah dengan orang Solo saja agar memperbaiki keturunan," lanjut Balkan selaku ketua tim.
Seminggu sebelumnya, selasa (7/10), diberitakan Balkan langsung marah-marah dalam bahasa yang tak jelas bahasa apa,
ketika oleh wartawan disebutkan daerah-daerah yang menolak adalah Denpasar, Kupang, Jayapura, dan Manado.
"Nggak ah, mana ada yang menolak. Saya menerima 267 SMS, 99 persen menerima, setuju-setuju saja," kata Balkan seusai
bertemu Ketua DPR Agung Laksono.
Acara uji publik yang berlangsung terbuka dengan mengundang tokoh masyarakat, akademisi, LSM/NGO, agamawan, mahasiswa, dan lapisan masyarakat lainnya ini akhirnya berakhir setelah Forum YuK! melakukan aksi walkout.
Forum yang terdiri dari berbagai komunitas dan lembaga masyarakat di Yogyakarta ini, dengan berbagai pertimbangan, melalui juru bicaranya, Antariksa, memutuskan menolak RUU pornografi saat itu juga melalui pers conference.
Sumber:
Rabu, 01 Oktober 2008
Mengapa FPI Memakai Jubah Agama Dalam Gerakan-Gerakan Yang Berbau Kekerasan?
Hanya sebuah pertanyaan
di:
http://pormadi.wordpress.com/2008/09/26/aksi-pelemparan-batu-oleh-fpi/#comment-12384
Sangat disayangkan, fpi seakan-akan ingin terdepan dalam mencitrakan Islam sebagai agama yang berlandaskan kekerasan. Apakah fpi ini sebuah fenomena gerakan penghancuran Islam dengan cara menggunting dalam lipatan? Ataukah mereka demikian karena berharap mendapat publikasi gratis, tanpa biaya sepersen pun? Atau berharap mendapat kucuran dana dari lembaga-lembaga anti damai yang hanya bisa eksis dengan gerakan-gerakan teror? Sayangnya mengapa agama yang dipakai? Sayangnya mengapa gerakan-gerakan kekerasan fpi justru mendapat simpati yang luas? Apakah ini pribadi, watak dan impian kita?
Orang-orang seperti Gus Dur yang membuat wangi semerbak Islam justru selalu dicurigai, selalu dituduh anti Islam, mengapa?
Dulu ada propaganda anti PKI, karena gerakan-gerakan mereka penuh kekerasan, penuh pemaksaan, pembunuhan dan sebagainya, apakah fpi terinspirasi dari itu?
Sekali-lagi, mengapa agama yang dipakai?
di:
http://pormadi.wordpress.com/2008/09/26/aksi-pelemparan-batu-oleh-fpi/#comment-12384
Sangat disayangkan, fpi seakan-akan ingin terdepan dalam mencitrakan Islam sebagai agama yang berlandaskan kekerasan. Apakah fpi ini sebuah fenomena gerakan penghancuran Islam dengan cara menggunting dalam lipatan? Ataukah mereka demikian karena berharap mendapat publikasi gratis, tanpa biaya sepersen pun? Atau berharap mendapat kucuran dana dari lembaga-lembaga anti damai yang hanya bisa eksis dengan gerakan-gerakan teror? Sayangnya mengapa agama yang dipakai? Sayangnya mengapa gerakan-gerakan kekerasan fpi justru mendapat simpati yang luas? Apakah ini pribadi, watak dan impian kita?
Orang-orang seperti Gus Dur yang membuat wangi semerbak Islam justru selalu dicurigai, selalu dituduh anti Islam, mengapa?
Dulu ada propaganda anti PKI, karena gerakan-gerakan mereka penuh kekerasan, penuh pemaksaan, pembunuhan dan sebagainya, apakah fpi terinspirasi dari itu?
Sekali-lagi, mengapa agama yang dipakai?
Jumat, 26 September 2008
Tanggapan atas laporan dari Padang: Siswi-Siwi Kristen Pun Terpaksa Pakai Jilbab.
Tanggapan atas laporan dari Padang: Siswi-Siwi Kristen Pun Terpaksa Pakai Jilbab.
http://guntur.name/2008/04/12/laporan-dari-padang-siswi-siswi-kristen-pun-terpaksa-pakai-jilbab/#comment-3119
Saya pikir, memakai jilbab apa salahnya? Bila umat Muslim bisa, mengapa umat Kristen tidak? Apa persoalannya? Apakah iman seseorang itu tertuang pada busana yang ia kenakan? Busana hanyalah busana, bukan hati.
Cobalah umat Kristen memahami, apapun seperti apa busana itu-adalah tetap busana.
Apakah saya salah ketika mencermati isi injil-ajaran Kristus, lalu menyimpulkan bahwa Kristus mengajarkan pada Umat manusia untuk melaksanakan kehendak Allah dengan ROH dan KEBENARAN?Jadi bukan pada ritual, gedung gereja maupun busana.
Tidak lucu kalau anda yang mengaku Kristen tapi justru menjadi batu sandungan bagi orang lain (menimbulkan dosa bagi orang lain), antara lain dengan busana.
Tanks atas kesempatannya.
http://guntur.name/2008/04/12/laporan-dari-padang-siswi-siswi-kristen-pun-terpaksa-pakai-jilbab/#comment-3119
Saya pikir, memakai jilbab apa salahnya? Bila umat Muslim bisa, mengapa umat Kristen tidak? Apa persoalannya? Apakah iman seseorang itu tertuang pada busana yang ia kenakan? Busana hanyalah busana, bukan hati.
Cobalah umat Kristen memahami, apapun seperti apa busana itu-adalah tetap busana.
Apakah saya salah ketika mencermati isi injil-ajaran Kristus, lalu menyimpulkan bahwa Kristus mengajarkan pada Umat manusia untuk melaksanakan kehendak Allah dengan ROH dan KEBENARAN?Jadi bukan pada ritual, gedung gereja maupun busana.
Tidak lucu kalau anda yang mengaku Kristen tapi justru menjadi batu sandungan bagi orang lain (menimbulkan dosa bagi orang lain), antara lain dengan busana.
Tanks atas kesempatannya.
Label:
busana muslim,
islam,
kristen,
padang,
perda,
simbol agama
Sabtu, 20 September 2008
walikota Jakarta Timur: warga minoritas agar tau keberadaannya
Mengomentari
http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/08/07/walikota-jaktim-harus-pelajari-lagi-pancasila/
Berkaitan dengan penyataan Wali Kota Jakarta Timur: warga minoritas agar tau keberadaannya.
Buntut dari penyerbuan masyarakat sekitar Kampung Pulo, Pinang Ranti, Jakarta Timur, DKI Jakarta terhadap Sekolah Tingi Teologia SETIA.
Dari sisi hati nurani, memang patut disesali apabila walikota Jakarta Timur, H. Murdhani bersikap demikian.
Nuansa berpolitiknya jelas menunjukan kerendahan martabatnya sebagai manusia yang bernurani. Dari sisi HAM, jelas ia melanggar kaidah, tapi apalah gunanya kalau memang ia dan mayoritas menghendaki demikian.
Andai pak H. Murdhani tengah mencoba memasuki ranah politik dengan memanfaatkan situasi, ya, jelas ia tidak salah, sebab dalam demokrasi, kita, yang dilegitimasi adalah mayoritas.
Lalu, bahwa banyak para politisi kita, sepeti (lagi-lagi) pak H. Murdhani, sepertinya menyadari betul bagaimana kondisi mayarakat sekitarnya, (lalu) mau memanfaatkan itu, sekali lagi, apa salahnya?
Tapi sebenarnya (kembali ke hati nurani) masyarakat kita sebenarnya butuh bimbingan yang benar (HAM). Mungkin seperti tanggung jawab kepala rumah tangga terhadap isteri maupun anak-anaknya, demi kebaikan mereka, adalah bermoral bila kita memarahi atau bahkan menghukum bila mereka (isteri atau anak-anak) melakukan kesalahan, ya, tentu saja bila kita tidak terlibat atau merekayasa kesalahan itu!
Tapi sekali lagi, apalah artinya, PANCASILA, HAM, HATI NURANI dan moralitas-moralitas universal lainnya apabila watak kita telah terjebak dalam prinsip; lu-lu beta-beta, asal beta suka, asal kita untung, yang penting kita menang?
Apalah artinya kalau ego kita telah menjadi allah dalam segala hal?
Apalah artinya lagi NKRI kalau agama telah menjadi Allah itu sendiri? Apa pedulinya?
Saya mau tutup komentar ini hanya dengan kalimat: masih lebih baik HAM menjadi agama atau Allah, karena masih bisa lebih adil bagi semua orang.
Catatan: HAM (Hak asasi manusia) adalah hak-hak yang telah dimiliki seseorang sejak ia lahir dan merupakan pemberian dari Tuhan. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1
Contoh hak asasi manusia (HAM):
* Hak untuk hidup.
* Hak untuk memperoleh pendidikan.
* Hak untuk hidup bersama-sama seperti orang lain.
* Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama.
* Hak untuk mendapatkan pekerjaan.
(http://id.wikipedia.org/wiki/HAM)
http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/08/07/walikota-jaktim-harus-pelajari-lagi-pancasila/
Berkaitan dengan penyataan Wali Kota Jakarta Timur: warga minoritas agar tau keberadaannya.
Buntut dari penyerbuan masyarakat sekitar Kampung Pulo, Pinang Ranti, Jakarta Timur, DKI Jakarta terhadap Sekolah Tingi Teologia SETIA.
Dari sisi hati nurani, memang patut disesali apabila walikota Jakarta Timur, H. Murdhani bersikap demikian.
Nuansa berpolitiknya jelas menunjukan kerendahan martabatnya sebagai manusia yang bernurani. Dari sisi HAM, jelas ia melanggar kaidah, tapi apalah gunanya kalau memang ia dan mayoritas menghendaki demikian.
Andai pak H. Murdhani tengah mencoba memasuki ranah politik dengan memanfaatkan situasi, ya, jelas ia tidak salah, sebab dalam demokrasi, kita, yang dilegitimasi adalah mayoritas.
Lalu, bahwa banyak para politisi kita, sepeti (lagi-lagi) pak H. Murdhani, sepertinya menyadari betul bagaimana kondisi mayarakat sekitarnya, (lalu) mau memanfaatkan itu, sekali lagi, apa salahnya?
Tapi sebenarnya (kembali ke hati nurani) masyarakat kita sebenarnya butuh bimbingan yang benar (HAM). Mungkin seperti tanggung jawab kepala rumah tangga terhadap isteri maupun anak-anaknya, demi kebaikan mereka, adalah bermoral bila kita memarahi atau bahkan menghukum bila mereka (isteri atau anak-anak) melakukan kesalahan, ya, tentu saja bila kita tidak terlibat atau merekayasa kesalahan itu!
Tapi sekali lagi, apalah artinya, PANCASILA, HAM, HATI NURANI dan moralitas-moralitas universal lainnya apabila watak kita telah terjebak dalam prinsip; lu-lu beta-beta, asal beta suka, asal kita untung, yang penting kita menang?
Apalah artinya kalau ego kita telah menjadi allah dalam segala hal?
Apalah artinya lagi NKRI kalau agama telah menjadi Allah itu sendiri? Apa pedulinya?
Saya mau tutup komentar ini hanya dengan kalimat: masih lebih baik HAM menjadi agama atau Allah, karena masih bisa lebih adil bagi semua orang.
Catatan: HAM (Hak asasi manusia) adalah hak-hak yang telah dimiliki seseorang sejak ia lahir dan merupakan pemberian dari Tuhan. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1
Contoh hak asasi manusia (HAM):
* Hak untuk hidup.
* Hak untuk memperoleh pendidikan.
* Hak untuk hidup bersama-sama seperti orang lain.
* Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama.
* Hak untuk mendapatkan pekerjaan.
(http://id.wikipedia.org/wiki/HAM)
Label:
agama,
diskriminasi,
DKI Jakarta,
ham,
hukum,
islam,
Jakarta Timur,
Kampung Pulo,
keadilan,
Komentar,
kristen,
mayoritas,
minoritas,
Pinang Ranti,
rasis,
sara,
stt setia,
wali kota jakarta timur
Langganan:
Postingan (Atom)

